Dampak Corona, 3.611 Pekerja di Jakarta Kena PHK, 21.979 Dirumahkan

Oleh : Ridwan | Minggu, 05 April 2020 - 14:10 WIB

Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sekitar 3.611 pekerja atau buruh dari 602 perusahaan di Jakarta terkena PHK akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, selain ada dikenai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) juga terdapat 21.797 pekerja dan buruh di 3.633 perusahaan dirumahkan.

"Karena itu, Disnaker dan Energi tengah mendata pekerja atau yang mengalami PHK atau dirumahkan tapi tidak menerima upah sebagai dampak dari adanya pandemi COVID-19," kata Andri dilansir Antara (4/4/2020).

Hingga 3 April pukul 10.30 WIB, kata Andri, tercatat ada 4.235 perusahaan dan 25.408 pekerja atau buruh yang telah mengirimkan laporan. Yaitu 3.611 yang di-PHK dan 21.797 pekerja dirumahkan.

"Kami akan terus membuka pendataan sampai hari ini atau 4 April 2020 pukul 24.00," ujarnya.

Pendataan itu dilakukan melalui bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19, atau unduh form di bit.ly/formulirkartupekerja lalu kirim ke disnakertrans@jakarta.go.id.

Andri menuturkan, data tersebut nantinya akan dihimpun Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta untuk disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Untuk kemudian dimasukan dalam program pemerintah melakukan kebijakan percepatan dan perluasan implementasi Program Kartu Prakerja melalui pelatihan keterampilan kerja dan pemberian insentif kepada para pekerja yang di-PHK dan pekerja yang dirumahkan tapi tidak menerima upah.

"Kami minta mereka yang terdampak agar dapat mengisi data lengkap dan valid agar bisa dibantu," tuturnya.

Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta terus menyebarluaskan informasi pendataan daring ini melalui Whatsapp blast kepada serikat dan federasi pekerja, APINDO, KADIN, Dewan Pengupahan dan ketua asosiasi lainnya.

Kuota pendataan untuk Jakarta sebanyak 1.646.541, sekarang baru 26.000 pekerja yang didata.

"Kalau ada yang bertanya lewat tanggal 4 April gimana? Silakan input data saja, datanya diterima atau tidak diterima itu kewenangan dari kementerian, mereka yang sudah menetapkan batas waktu," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Hutama Karya Terima Rp 11 Triliun, Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:00 WIB

Hutama Karya Terima Rp 11 Triliun, Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) saat ini tengah melakukan upaya terbaiknya dalam menjalankan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah yakni pembangunan dan pengembangan Jalan…

Bongkar muat pelabuhan

Kamis, 28 Mei 2020 - 10:39 WIB

Pelindo IV Makassar Tegaskan Pas Masuk Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar menegaskan bahwa tarif yang tertera dalam pas masuk Pelabuhan Paotere yaitu sebesar Rp15.000 untuk kendaraan dan sopir, Rp3.000 untuk per…

Pegawai Kementerian PUPR melewati gedung tempat mereka bekerja.

Kamis, 28 Mei 2020 - 10:31 WIB

Kementerian PUPR Terus Sempurnakan Penerapan Pelatihan Jarak Jauh

Sebagai upaya menyiapkan SDM untuk dapat beradaptasi dengan e-learning, Menteri Basuki mengatakan agar BPSDM menyiapkan modul-modul metode pembelajaran jarak jauh.

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 10:30 WIB

Kabar Gembira, Peneliti di Singapura Ungkap Virus Corona Tidak Lagi Bisa Menginfeksi Orang Lain Setelah Hari ke-11

Menurut para peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut mengungkap virus Corona mulai menular sekitar 2 hari sebelum gejala klinis muncul dan bertahan selama setidaknya 11 hari setelahnya.…

Airy Rooms

Kamis, 28 Mei 2020 - 10:10 WIB

Kritis Digilas Corona, Airy Rooms Terpaksa Tutup Operasional Mulai 31 Mei 2020

PT Airy Nest Indonesia, perusahaan dengan merek dagang Airy Rooms, memutuskan untuk menghentikan semua kegiatan operasionalnya,  termasuk kemitraan dengan mitra properti di Indonesia, pada…