Tantangan Industri Manufaktur Di saat Virus Korona Mewabah

Oleh : Prof. Dr. Ir. Sony Heru Priyanto, MM: Peneliti Di President University | Kamis, 26 Maret 2020 - 13:15 WIB

Sony Heru Priyanto, Peneliti President University
Sony Heru Priyanto, Peneliti President University

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketika wabah korona belum pasti kapan berakhir dan mengingat ancaman yang ditimbulkan virus tersebut, ada kegalauan yang dialami para pengusaha sektor industri manufaktur dalam menyikapi masalah tersebut.

Ibaratnya, maju kena-mundur kena. Maju terus akan menyebabkan risiko tertular virus.

Kalau mundur atau tidak berproduksi akan menyebabkan risiko kerugian dan kebangkrutan.

Work From Home

Dalam situasi tersebut perlu dicari jalan tengah yang aman bagi pekerja dan masyarakat dan aman bagi perusahaan.

Jalan tengah tersebut adalah work from home (WFH). Perusahaan perlu mengambil jalan ini dari pada opsi lock down yang sangat memberatkan perusahaan.

Tidak mudah ketika perusahaan harus menjalankan hal ini. Terus terang saja, sampai saat ini masih banyak perusahaan yang menjalankan kerja di pabrik.

Masih sangat sedikit sekali perusahaan yang menjalankan WFH apalagi perusahaan manufaktur.

Tidak hanya perusahaan yang masih kagok dengan WFH ini, karyawanpun juga bingung mengenai hal ini mengingat tidak terbiasa dan tidak dibiasakan bekerja di rumah.

Lain halnya jika ada perusahaan, misalnya batik, yang sebagian karyawannya berproduksi di rumah masing-masing, nanti produksinya tinggal disetor.

Lalu bagaimana kalau perusahaan terpaksa harus melakukan WFH ini.

Pertama-tama perlu dilakukan identifikasi pekerjaan mana yang bisa di WFH, mana yang tidak bisa.

Pada tahap ini akan muncul daftar pekerjaan yang bisa diselesaikan dari rumah.

Setelah daftar pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah tercandra, tahap selanjutnya adalah merekonstruksi sistem dan alur baru WFH dan WIF (work at factory).

Bisa saja saling terpisah, bisa saja saling berkaitan baik langsung maupun tak langsung terkait rantai suplai produksi, waktu dan tempatnya.

Semua harus dipetakan secara jelas struktur sistem dan mekanisme kerjanya.

Ketika semua terdata, tahap berikutnya adalah membuat standar operating procedure (SO), standar minimal dan mekanisme kerja yang baru serta panduan koordinasinya.

Semua harus dibuat outline dan ditailnya. Dalam membuat sistem kerja yang baru ini, perlu dipikirkan juga kemungkinan-kemungkinan persoalannya.

Tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah menyusun mekanisme pengendalian manajemennya, terkait dengan key succes factor, siapa penanggung jawabnya, mekanisme pengumpulan informasi dan penilaian serta bagaiman menjalankan tindak lanjutnya.

Perlu juga dibuat time frame beserta kegiatan dan PIC (personal in charge) nya.

Perlu memastikan bahwa semua pemangku kepentingan di dalam perusahaan memahami hal ini.

Untuk itu perlu segera disosialisasikan kepada seluruh karyawan terkait hal ini.

Tentu saja bagian human resourses, bagian human relation dan komuniasi perlu menjalankan tugas ini secara cermat, termasuk bagaimana mendeliveri tugas yang bekerja di rumah maupun di pabrik.

Perlu dipikirkan tunjangan atau insentif bagi mereka yang bekerja di pabrik. Harus ada pembeda dengan yang bekerja di rumah.

Para pimpinan unit tetap melakukan pengendalian agar semua sistem dan mekanisme kerja bisa berjalan lancar. Perlu juga memikirkan media komunisi yang efektif diantara para karyawan dan pimpian perusahaan.

Media yang tidak efektif akan menyebabkan gangguang dalam proses berproduksinya.

Mengatur persediaan bahan baku  dan penolong
Selain masalah mekanisme kerja, hal yang tidak kalah rumitnya adalah masalah persediaan bahan baku dan bahan penolong, terutama impor dari negara-negara yang melakukan lock down.

Ketika ini terjadi dan tidak diatasi, perusahaan bisa tidak berproduksi dan merugikan perusahaan dan karyawan.

Perlu diperhitungkan lagi stok yang masih ada di gudang masih cukup untuk berapa hari.

Jika memang sudah tidak memungkinkan dan masih belum bisa mendatangkan bahan baku dan penolong dari negara lain, program substitusi impor bisa ditempuh dalam jangka pendek.

Tentu saja ini harus diperhitungkan untung dan ruginya, baik bagi produsen maupun konsumen.

Sebisa mungkin kualitas produk tetap terjaga dengan menggunakan bahan baku dari pemasok lain baik dari dalam maupun dari luar negeri yang mau menjual bahan baku dan penolongnya.

Selain mencari pemasok baru, program yang bisa dilakukan adalah bekerjasama dengan perusahaan lain dalam memanfaatkan bahan baku dan bahan penolong.

Istilahnya adalah meminjam atau membeli bahan baku dari perusahaan lain yang memiliki bahan baku dan penolong berlebih.

Tentu saja pilihan-pilihan ini bisa menjadi alternatif dalam situasi bencana virus seperti ini.

Enterprice Resource Planning (ERP)

Pada masa sulit seperti ini, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko produksi adalah melakukan efisiensi.

Perlu diketahui, hingga saat inipun beberapa produsen masih mencari cara yang efektif untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi di pabrik manufaktur mereka.

Banyak produsen yang memilih untuk mengorbankan kualitas produk demi mengurangi biaya produksi.

Tetapi cara ini justru akan menurunkan profitabilitas, sebab pelanggan yang tidak puas akan berhenti melakukan pembelian.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengoptimalkan efisiensi di pabrik manufaktur adalah dengan modernisasi proses dan sistemasi alur kerja.

Produsen perlu mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang membuang banyak waktu dan tenaga.

Selain itu, produsen juga perlu mengurangi pembuangan material, mengoptimalkan penggunaan peralatan produksi dengan meminimalkan kerusakan, dan menyederhanakan rantai pasokan.

Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat memfasilitasi semua hal tersebut sehingga dapat membantu produsen mencapai efisiensi yang optimal (https://www.jurnal.id/id/blog/tantangan-industri-manufaktur-dan-cara-mengatasinya/)
Enterprise Resource Planning atau yang biasa di sebut sebagai ERP merupakan sebuah aplikasi dalam manajemen bisnis yang dapat membantu saat pengelolaan bisnis secara terintegrasi.

ERP mampu menyajikan informasi secara real time mengenai proses bisnis pada suatu perusahaan seperti produksi, order processing serta inventory management.

Suatu software ERP dapat membantu perusahaan dalam memetakan serta merencanakan pengelolaan berbagai macam sumber daya serta proses bisnis di dalam perusahaan tersebut.

Pada umumnya perusahaan modern mempunyai berbagai macam unit bisnis serta fungsi seperti penjualan, accounting, keuangan, customer relationship management, sumber daya manusia, inventory management, supply chain dan lain sebagainya.

Software ERP mampu melakukan integrasi seluruh informasi yang berhubungan dengan fungsi-fungsi tersebut yang kemudian data – datanya akan di kumpulkan ke dalam satu pusat, dan akhirnya menyajikan dengan tampilan yang lebih sederhana kepada usernya (https://zahiraccounting.com/id/blog/peran-software-erp-dalam-bisnis/)

Bagi perusahaan yang sudah memiliki atau sudah menerapkan ERP, pencapaian efisiensi tinggal melakukan pengendalian saja.

Lalu bagaimana jika perusahaan belum menjalankan ERP? Saat seperti ini tidak ada salahnya jika perusahaan mulai menerapkan ERP atau set up ERP dimasa seperti ini.

Ada atau tidak wabah ini, ERP sangat penting bagi pencapaian efisiensi perusahaan.

Namun bagaimana jika perusahaan belum mampu atau belum memungkinkan untuk menerapkannya?

ERP adalah sistem, perusahaan perlu mempelajari sistem dan mekanisme kerjanya.

Dari sana kemudian diambil untuk diterpakan diperusahaan dengan semi ERP, ada sebagian yang menggunakan software,ada sebagian yang masih sistem lama.

Minimal cara tersebut bisa mengurangi pemborosan yang tidak perlu.

Akhirnya kembali ke masing-masing perusahaan bagaimana beradaptasi dengan kondisi yang tidak terduga ini datangnya dan belum tahu kapan selesainya.

Perusahaan yang bisa fleksibel dengan kondisi yang dihadapinya, perusahaan itulah yang akan bertahan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KASAL Berikan Tali Kasih kepada Satgas Wisma Atlet

Kamis, 09 April 2020 - 05:30 WIB

KASAL Berikan Tali Kasih kepada Satgas Wisma Atlet

Sebagai bentuk kepedulian pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, S.E., M.M. memberikan tali asih berupa suplemen vitamin kepada personel Prajurit Korps…

Kampus PTDII di Tanjung Priok Jakarta Utara

Kamis, 09 April 2020 - 05:18 WIB

PTDII Bantah Pengurus Positif Corona

Rektorat Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII) menyampaikan klarifikasi atas berita pengurus positif Corona. Pihak rektorat menyayangkan pemberitaan tersebut karena antara isi dan…

Buah lemon produksi dalam negeri

Kamis, 09 April 2020 - 05:08 WIB

Momentum Buah Lokal Rajai Pasar di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang merebak ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia telah membuat aktivitas perdagangan turut tertekan, namun Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo tetap optimis bahwa komoditas…

Marinir dan Team Infinity Indonesia Bagikan Masker dan Sembako

Kamis, 09 April 2020 - 05:00 WIB

Marinir dan Team Infinity Indonesia Bagikan Masker dan Sembako

Marinir dan Team Infinity Indonesia bagikan sembako dan masker kepada masyarakat untuk meringankan beban akibat dampak Covid-19 di Kawasan Pengendapan Taxi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,…

Puslatpurmar-3 Grati Laksanakan Program Ketahanan Pangan

Kamis, 09 April 2020 - 04:30 WIB

Puslatpurmar-3 Grati Laksanakan Program Ketahanan Pangan

Pusat Latihan Pertempuran-3 Grati (Puslatpurmar-3 Grati) melaksanakan program ketahanan pangan dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 di dalam Ksatrian Puslatpurmar-3 Grati dengan budidaya…