INDUSTRY.co.id - Jakarta-Thailand Convention & Exhibition Bureau (TCEB) akan menyelenggarakan pameran dari Januari hingga Desember 2017. Pameran tersebut untuk mengembangkan pasar ekonomi di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
TCEB datang ke Indonesia untuk mempromosikan pamerannya ini yang bertajuk Thailand Extra Exhibition - Expand Your Vibrant Business Opportunities in ASEAN. TCEB juga meluncurkan kampanye terbarunya yang bertemakan Exhibiz in Market.
Tujuan ini dengan diselenggarakan pameran ini untuk menggandeng Indonesia mempromosikan pasar Indonesia dan Thailand di sektor perdagangan industri.
Kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Thailand ditahun 2016 mencapai US$ 145 miliar. Untuk jumlah ekspor ke Indonesia, mencapai US$ 8,1 miliar sedangkan untuk impor, sebesar US$ 6,4 miliar.
Ari Satria, selaku sekertaris Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional mengatakan "Indonesia merupakan peserta aktif di pameran Thailand dengan jumlah 1,08 persen dari jumlah peserta luar negeri. Industri otomotif Indonesia sangat berpeluang di pameran yang diselenggarakan Thailand tersebut.,"ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
Sambungnya, untuk sektor pangan dan pertanian, Indonesia menyumbang sebesar 36,74 persen, kesehatan dan kebugaran 15,36 persen serta untuk industri otomotif 14,89 persen.
Sementara itu di temui pada tempat yang sama, Jaruwan Suwannasat, Direktur Pameran dan Event mengungkapkan, “ Pameran tahun ini 2017 kami menargetkan 175 delegasi internasional pameran serta menghasilkan total transaksi mencapai US$ 435 juta. Pameran ini sifatnya internasional. Tetapi untuk buyers ditahun 2016 yang tertinggi diraih oleh Tiongkok dan Indonesia masuk ke dalam top ten buyers di pameran ini," lanjutnya Suwannasat.
Sedangkan, untuk sektor pariwisata, Thailand khsusnya orang Indonesia, biasanya mereka berpergian ke Thailand untuk melakukan traveling, mencari hotel halal, shopping, dan bisnis travel.
"Dengan adanya pemaran dan kerja sama ini, diharapkan kami dapat membantu memfasilitasi untuk peserta dan pengunjung internasional yang ingin membangun bisnis mereka" pungkas Jaruwan Suwannasat.