INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wabah COVID-19 yang terjadi di berbagai negara telah mempengaruhi berbagai lini sektor perekonomian dunia.

Bahkan, kebijakan “lockdown” diambil berbagai negara untuk mencegah penyebaran COVID-19, sehingga kegiatan pekonomian terhambat dan memberi tekanan pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia.

Penyebaran COVID-19 juga mempengaruhi kegiatan perdagangan luar negeri atau kegiatan ekspor dan impor antara Indonesia dan China. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, kegiatan ekspor maupun impor dari China ke Indonesia atau sebaliknya mengalami penurunan. Nilai ekspor Indonesia ke China mengalami penurunan hingga 11,63% sementara impor turun sebesar 49,63%.

Hal tersebut juga dirasakan oleh pelaku usaha tanah air yang bergerak dibidang ekspor dan impor, importir.com dan Jaloor.com yang mengaku mengalami penurunan transaksi akibat dampak dari COVID-19 ini.

Faizal Al Edrus, Founder CEO & Co-Founder Importir.com mengatakan, transaksi impor mengalami penurunan pengiriman barang sebanyak 29% pada bulan Februari 2020. Hal tersebut terjadi akibat adanya perayaan tahun baru China dan imbas virus Corona. Namun demikian dibulan Maret 2020, pihaknya mencatat ada kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

" Hingga tanggal 20 Maret 2020, ada kenaikan sebesar 11 persen dibanding bulan Februari 2020. Hal ini di karenakan gudang kita sudah aktif berjalanan di China," kata Faizal saat dihubungi INDUSTRY.co.id lewat pesan singkat, Jumat (20/3/2020).

Selain itu, sebagai dampak dari COVID-19 pihaknya terpaksa harus memindahkan beberapa bisnis unit menjadi digital. "Contoh kita biasanya mengadakan kelas offline untuk memberikan informasi kepada pengusaha untuk melakukan import/export, namun karena COVID-19 kami harus berpindah ke kelas online," tambahnya.

Pria yang juga sebagai Founder Jaloor.com ini mengungkapkan, akibat dari COVID-19 ini pihaknya harus menanggung kerugian sebesar 50% dari omset perusahaan. "Kerugian dikarenakan COVID-19 sendiri bisa di katakan memangkas sebanyak 50 persen omset perusahaan kami," katanya.

Namun demikian, Faizal mengatakan, untuk saat ini pihaknya akan tetap melayani berbagai transaksi pada platform importir.com maupun Jaloor.com khususnya dalam hal suplai produk untuk mendeteksi penyebaran virus Corona.

"Untuk saat ini kita fokus untuk membantu supply produk yang dapat mendeteksi atau mengurangi penyebaran virus corona seperti thermo gun," ungkap Faizal.