INDUSTRY.co.id - Jakarta- Harga properti, khususnya sektor rumah hunian di Indonesia hingga saat ini dinilai tidak transparan sehingga menyulitkan para pencari rumah idaman untuk menemukan harga referensi wajar sesuai sentimen pasar.
"Inilah salah satu penyebab terbesar frustasi para pencari rumah di Indonesia," kata Country Manager Rumah.com Wasudewan kepada awak media ketika meluncurkan Rumah.com Property Index di Jakarta, Rabu (29/3/2017)
Menurut Wasudewan, salah satu sumber frustasi itu karena konsumen dan para pencari rumah sering kali mendapatkan informasi sepihak tentang harga rumah dari produsen saja.
"Contoh ekstremnya, konsumen mendapatkan informasi bahwa harga rumah setiap Senin naik. Kalau setahun ada 48 minggu, berarti naik sekian kali. Ini 'kan justru membuat mereka frustasi," katanya.
Dikatakan juga bahwa hal lain membuat harga rumah yang diumumkan pengembang makin tidak transparan adalah karena para spekulan dapat menentukan harga semaunya yang tidak sesuai dengan harga pasar untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Hal itu berakibat, kata dia, pencari hunian mendapatkan harga yang relatif tinggi sehingga unit atau hunian menjadi banyak tak terpakai atau terbeli karena harga yang tidak terjangkau.
Rumah.com adalah salah satu dari portal properti di Indonesia dan merupakan bagian dari perusahaan properti daring (online) terbesar di Asia, grup PropertiGuru.