INDUSTRY co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mendorong pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor fesyen, untuk bisa mengambil peluang dengan maksimal di pasar global.
Wishnutama Kusubandio dalam beberapa kesempatan di Jakarta mengatakan, dari 17 subsektor ekonomi kreatif pemerintah telah menempatkan fesyen, kuliner, dan kriya sebagai sektor unggulan dalam mendulang devisa.
"Fesyen sendiri akan terus didorong karena terbukti menjadi salah satu produk ekonomi kreatif andalan Indonesia yang telah menembus pasar global," kata Wishnutama.
Merilis data Kemenperin sepanjang Januari hingga Oktober 2019 menunjukkan industri tekstil dan pakaian menyumbang 10,84 miliar dolar AS atau Rp 148 triliun. Secara spesifik Wishnutama kemudian menyebut peluang di industri fesyen muslim.
“Indonesia masuk dalam 3 besar dunia sebagai negara pengekspor produk fesyen muslim dunia, setelah Turki dan Uni Emirat Arab (UAE)," kata Wishnutama.
Adapun dilihat dari data State of the Global Islamic Economy Report pada 2019 menyebutkan konsumsi fesyen muslim dunia mencapai 270 miliar dolar AS.
Di tahun 2022 diproyeksikan meningkat menjadi 373 Miliar dolar AS. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki peluang besar di pasar internasional dan harus dioptimalkan.
"Untuk itu diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di subsektor fesyen ini memahami sepenuhnya ekosistem yang ada sehingga dapat menciptakan peluang-peluang baru serta keseimbangan antara pemain lokal dan asing di pasar tanah air," pungkas Wishnutama.