INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anak usaha PT Pertamina (persero), PT Pertamina Lubricants optimis angka penjualan akan tetap tumbuh mencapai 4 persen di tahun 2020, meskipun kondisi ekonomi global sedang dalam kondisi yang tidak menentu. 

"Meski kondisi perekonomian nasional tengah slow down, kita tetap optimis tumbuh 4 persen, naik dari tahun lalu yang hanya tumbuh 2 persen," kata Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Iwan Ridwan Faizal saat berbincang santai dengan Media di Jakarta (13/3/2020).

Dijelaskan Iwan, sektor industri masih menjadi tulang punggung yang akan berkontribusi besar dalam segi penjulaan di dalam negeri. Namun, ia juga tak menampik jika ritel masih memberikan cuan yang sangat signifikan bagi penjualan di tahun 2019. "Sektor industri sangat menjanjikan, ritel pun sama. Jadi komposisinya tidak berbeda jauh," ungkapnya.

Menurut Iwan, pihaknya optimistis atas tercapainya pertumbuhan tersebut karena sudah membangun fundamental bisnis yang kuat. Selain menghadirkan produk yang berkualitas, Pertamina juga aktif dalam berbagai kegiatan yang kreatif. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, saat ini Pertamina Lubricants telah menguasai hampir 60 persen market share di dalam negeri. "Hampir 60 persen pasar domestik telah kami kuasai dengan komposisi 65% sektor industri dan 35% ritel," jelas Iwan.

Meski telah menguasai pasar dalam negeri, kata Iwan, hadirnya tren kendaraan listrik di Indonesia membuat produsen pelumas gusar. Pasalnya, kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) akan menemui akhir masanya. Artinya, pelumas yang merupakan salah satu komponen fast moving kendaraan bermesin ICE juga akan terkena dampaknya.

"Kendaraan listrik ini mau tidak mau atau suka nggak suka memang akan datang. Jadi boleh disebut electric vehicle itu membuat industri ini tidak sunset lagi," ungkap Iwan.

Namun demikian, walaupun kendaraan listrik nantinya jadi produk massal, Iwan optimis permintaan akan pelumas kemungkinan besar masih tetap ada. Khususnya untuk kendaraan-kendaraan besar. "Permintaan akan pelumas masih akan tetap ada, meskipun volumenya tidak akan banyak," paparnya.

Hingga saat ini tercatat, PT Pertamina Lubricants sudah memiliki 167 produk yang dijual untuk pasar ritel otomotif dan industri, baik secara domestik dan mancanegara. Pertamina Lubricans mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil untuk pasar domestik dan internasional yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. 

Pertamina Lubricants mengoperasikan 3 unit produksi di Gresik, Cilacap, dan Jakarta serta 1 unit produksi di Thailand dengan total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun.