INDUSTRY.co.id - Jakarta - Produsen smartphone asal China, OPPO merasa sudah saatnya bertransformasi menjadi perusahaan teknologi. AI dan IoT membutukan low latency, banyak negara yang memberlakukan standardisasi. 

Selain itu, pasar AI juga besar. Buktinya, perangkat kamera AI dengan kisaran harga Rp3 juta atau Rp5 jutaan berkontribusi 20 persen dari penjualan semua perangkat.

“Fokus teknologi kami ada 3, yakni AI, IoT dan 5G. Untuk itu kami telah mempersiapkan invetasi sampai USD1,43 miliar yang sudah dimulai sejak 2018. Kalau urusan AI, Oppo sudah memiliki nama karena sejak 2017 kami selalu mengeluarkan smartphone dengan kamera berbasis AI. Mulai dari Oppo F5,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto dalam workshop ‘Trend AI dan IoT di Indonesia’ yang diinisiasi Forum Wartawan Teknologi Indonesia di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Sedangkan untuk urusan AI dan IoT, Oppo sudah meluncurkan Breeno, walaupun baru untuk pasar China pada 2018 lalu. Breeno merupakan AI Virtual Assistant besutan Oppo. Selain itu, Oppo juga punya Connection Center Oppo 5G CPE Omni. 

Ekosistem IoT Oppo yang mulai dipublikasikan pada 2019 lalu telah meliputi beberapa perangkat seperti AR Glass, Oppo Watch, Router 5G dan True Wireless Stereo (TWS). 

Perangkat berbasis AI dan Iot ini bisa menimbulkan efisiensi di segala bidang, tentunya dengan kerja sama penyedia jaringan, perusahaan teknologi dan penyedia perangkat. Dan tidak kalah penting adalah peran pemerintah sebagai penyedia regulasi.