INDUSTRY.co.id - Banten - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meresmikan rumah susun sewa (Rusunawa) Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2020).
Rusunawa setinggi tiga lantai yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan biaya pembangunan Rp 17,4 miliar tersebut memiliki kapasitas 64 unit hunian dan mampu menampung 256 mahasiswi penghafal Al Qur'an.
Peresmian dilaksanakan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Wapres KH Ma'ruf Amin didampingi oleh Staf Ahli Menteri PUPR Sudirman, Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR R Jhony Sofyan Subrata, Ketua Umum Yayasan IIQ Ir. H Rully Chairul Azwar, Rektor IIQ Jakarta Prof. Dr. Hj. Huzaemah T Yanggo serta Walikota Tangerang Selatan Airin R.
Wapres KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah tetap fokus dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda Indonesia. Untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing, pemerintah berupaya memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas pendidikan seperti Rusunawa dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Menurutnya, pendidikan agama di Indonesia masih sangat diperlukan guna memberantas buta aksara Al Qur'an. Untuk itu, dirinya berharap kepada mahasiswi IIQ untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan non akademis sehingga dapat meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.
"Saya yakin IIQ dapat menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat cerdas tapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan Al Qur'an. Saya harap para mahasiswi dan lulusan IIQ dapat menjadi tokoh-tokoh perempuan yang akan menjadi melakukan perbaikan dari segala segi yang dibutuhkan bangsa dan negara ke depan,” kata Wapres KH Ma'ruf Amin.
Rusun IIQ dibangun untuk menggantikan asrama mahasiswi IIQ yang ludes terbakar beberapa waktu lalu. Untuk memberikan kenyamanan bagi para santriwati penghafal Alqur'an, pihak Kementerian PUPR melengkapi setiap unit hunian dengan meubelair seperti tempat tidur tingkat, lemari pakaian, meja dan kursi belajar, wastafel dan kamar mandi. Kapasitas untuk setiap hunian adalah empat orang santriwati.