INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa larangan masuk bagi wisatawan asal Tiongkok sedikitnya berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

Seperti diketahui, pemerintah RI melarang wisatawan dan pelancong asal Negeri Tirai Bambu ke Indonesia. Hal ini dikarenakan merebaknya virus corona di Negeri Tirai Bambu tersebut. Larangan mulai berlaku Februari 2020.

"Pemerintah jelas sekali mulai Februari memang sudah tidak mengizinkan lagi turis dari Tiongkok, walaupun tentu ada dampaknya kepada investasi, paling tidak di Indonesia Timur yang sekarang sedang jalan jadi Slow Down," kata Luhut di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Lebih dalam Luhut menjelaskan bahwa proyek pengembangan baterai lithium dan komponennya yang saat ini sedang berjalan terpaksa slow down karena merabaknya wabah virus corona.

"Ini it's oke, engga masalah. Tapi kita harus hitung ulang lagi berapa kita kehilangan ekspor kedepannya. Jadi, slow down ekonomi dunia ini ya kita suka tidak suka," tuturnya.

Namun, Luhut Binsar memastikan hingga saat ini, belum ada investor yang membatalkan investasinya di Tanah Air. 

"Malah kemarin, Andrew Forest salah satu orang terkaya di Australia sudah mengrimkan timnya ke Indonesia. Kita juga sudah melakukan videoconference dan mereka tetap mau investasi 20 ribu megawatt (MW), dan kemarin mereka minta partner, saya bilang Inalum bisa jadi partner yang tepat," papar Luhut.

Dijelaskan Luhut, pemerintah saat ini tengah menimbang-nimbang buruk atau untung ruginya dari kebijakan tersebut, sehingga dari waktu ke waktu bisa di evaluasi dengan cermat.

"Kami sebagai yang bertugas mengawal investasi tentu akan berkomunikasi baik dengan mereka," jelasnya.

Ia juga memastikan kepada masyarakat bahwa langkah-langkah yang dibuat pemerintah sangatlah terukur, dan dikoordinasikan dengan cermat. 

"Jarang-jarang rapat kabinet terbatas dengan waktu singkat sampai beberapa kali dalam konteks corona virus, karena begitu seriusnya kita melihat ini. Jadi kalau ada yang berfikir pemerintah tidak serius, itu sama sekali tidak benar. Justru pemerintah sangat serius dengan ini, karena tahu dampaknya begitu besar," tutup Luhut.