INDUSTRY.co.id - Batam, Dua orang diduga pasien virus corona di Batam dikabarkan melarikan diri dari tempat karantina pasien terinfeksi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, keduanya hingga saat ini belum ditemukan.
"Satu orang sempat kabur dari lokasi karantina di Batam, sedangkan satu orang lagi menolak dikarantina," ujar Tjeptjep dilansir dari batamnews.co.id Jumat (6/5).
Tjeptjep mengaku tak mengetahui keberadaan keduanya saat ini.
Diketahui keduanya terduga terpapar virus corona setelah sempat kontak dengan warga negara Singapura yang positif virus corona.
Sedangkan sampel swab dari keduanya sudah diambil untuk dilakukan uji spesimen di laboratorium Litbangkes, Jakarta.
Menurut Tjetjep, alasan utama keduanya adalah takut kehilangan pekerjaan dan menelantarkan anak istri.
"Kami sedang mencari solusi," katanya.
Para pengemudi ojol tersebut merupakan dua dari 15 orang yang diidentifikasi melakukan kontak dekat (close contact) dengan tiga warga Singapura yang dinyatakan positif Covid-19 setelah mengunjungi Batam.
Keduanya seharusnya dikarantina bersama sembilan orang lainnya di kompleks asrama haji di Batam mulai 2 hingga 8 Maret.
Sementara empat warga lainnya juga dikarantina di rumah mereka dengan kasus serupa, yakni close contact dengan pasien COVID-19 tersebut.
Dinkes juga meminta bantuan kepolisian untuk membantu mencari kedua pria itu sehingga mereka dapat melanjutkan proses karantina.
Namun hingga kini keduanya belum ditemukan.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan 14 orang warga Batam yang sedang menjalani proses karantina terpantau sehat.
Sedianya ada 15 orang yang akan dikarantina, namun satu orang lagi yakni driver ojol yang kontak langsung dengan VP, (warga Singapura yang divonis postif corona) itu belum terlacak.
Ke-14 orang itu juga merupakan warga yang kontak langsung dengan VP baru-baru ini saat menyambangi Batam beberapa hari.
"Masih sehat, sejauh ini baik-baik saja," ujar Didi baru-baru ini.
Pada hari Selasa, Didi menyebutkan orang dalam pantauan (ODP) sampai saat ini belum menunjukkan ada gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19.
Gejala tersebut berupa: demam, flu, sakit tenggorokan, dan sesak nafas.
Terkait jumlah orang yang dikarantina di asrama haji, Didi menyampaikan ada 10 orang, sebelumnya direncanakan akan ada 11 orang yang dikarantina. Selisih satu orang ini, kata Didi merupakan driver ojek online.
"Satu lagi belum, lagi dicari," pungkasnya.