INDUSTRY.co.id - Jakarta - Untuk meningkatkan kesadaran tentang kehilangan kekuatan atau kelemahan yang diakibatkan dari kehilangan massa otot pada orang dewasa, Abbott, produsen Ensure meluncurkan tantangan #Stand4Strength.
Tantangan ini bermaksud mengajak seluruh orang dewasa di Indonesia, khususnya mereka yang berusia 40-50 tahun untuk waspada terhadap menurunnya massa otot yang dapat meningkatkan risiko mengalami disabilitas.
Tantangan ini adalah tes sederhana 'berdiri dengan satu kaki'2, yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Penelitian menunjukkan mereka yang tidak dapat melakukan tes ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tidak bisa berjalan di usia 70 tahun ke atas.
Arnaud Renard, President Directors of Abbotts Product Indonesia mengatakan, tantangan Stand4Strength dapat membantu menciptakan kesadaran tentang bagaimana kehilangan massa otot dapat terjadi pada usia 40 tahun dan mempengaruhi kekuatan Anda seiring bertambahnya usia,” kata
“Sementara tantangan ini fokus terhadap masalah tersebut, kami ingin orang Indonesia memiliki pemahaman tentang masa tua yang sehat dan aktif karena kehilangan otot dapat dicegah dan dapat diperlambat dengan manajemen nutrisi yang tepat,” kata Renard di Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Itulah sebabnya, lanjut Renard, Abbott fokus terhadap pionir penelitian ilmiah untuk menghadirkan bahan-bahan baru yang dapat mendukung kesehatan otot.
"Ensure adalah merek yang memberikan fokus secara khusus pada kebutuhan orang dewasa Indonesia dan orang tua mereka, memberi mereka hadiah kekuatan untuk hidup lebih baik dan lebih sehat seiring bertambahnya usia," tambah Renard.
Untuk meningkatkan fungsi otot, mobilitas, dan vitalitas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperbarui Pedoman Perawatan Terpadu untuk Orang Lanjut Usia (ICOPE) dan sangat merekomendasikan nutrisi oral tambahan dengan saran diet bagi orang dewasa yang berisiko mengalami kekurangan gizi, diiringi dengan olahraga seperti latihan kekuatan, aerobik dan keseimbangan.
Seiring bertambahnya usia, massa otot akan menurun secara bertahap. Dampak yang paling jelas adalah menurunnya kualitas hidup pada lansia. Hal ini disebabkan menurunnya massa otot yang secara perlahan membuat lansia mengalami imobilitas karena kekuatan ototnya melemah
“Otot kita berperan penting untuk gerak tubuh. Meskipun begitu, banyak dari kita tidak sadar bahwa menginjak usia 40, kita kehilangan 8% masa otot pada tiap dekadenya, lalu setelah usia 70, hal tersebut meningkat hampir dua kali lipat. 1“ Ujar Dr. dr. C. Heriawan Soejono, Sp.PD., K.Ger., M.Epid., Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Geriatri.
"Semua orang harus bertanggung jawab pada kesehatannya sendiri – dimulai dari makanan yang dikonsumsi dan berusaha untuk tetap aktif," tambahnya
Para lansia juga harus memperhatikan asupan protein harian yang diasosiasikan dengan risiko disabilitas fisik yang lebih rendah. Konsumsi protein sehari-hari haruslah cukup, berkualitas, mudah diserap dan dapat dimanfaatkan oleh tubuh, serta berfungsi untuk sintesis protein bagi otot.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa nutrisi yang lengkap dan seimbang, serta aktivitas fisik dapat membantu membalikkan atau memperlambat kelemahan fisik yang berkaitan dengan usia.