Target Pertumbuhan Industri Manufaktur 5,3% pada 2020 Tercapai Apabila Harga Gas Industri USD 6 mmbtu

Oleh : Candra Mata | Rabu, 04 Maret 2020 - 21:20 WIB

Industri Gas
Industri Gas

INDUSTRY co.idJakarta, Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan daya saing industri manufaktur.

Salah satu nya melalui penurunan harga gas industri sebesar 6 dollar AS per juta metrik british thermal unit (MMBTU). 

Harga gas tersebut sesuai juga dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

“Harga gas industri memang harus kompetitif. Tentunya, dengan penurunan harga gas industri, akan menopang daya saing dan produktivitas di sektor industri nasional menjadi semakin baik,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita baru baru ini di Jakarta. 

Ia meyakini, apabila harga gas industri bisa ditekan hingga 6 dollar AS per MMBTU, target pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,3% pada 2020 akan tercapai. 

“Sejumlah besar industri manufaktur dalam negeri membutuhkan gas, baik sebagai energi maupun bahan baku. Karena itu, harga gas industri di Tanah Air harus ditekan agar menurunkan biaya produksi yang mendukung peningkatan daya saing,” jelasnya.

Adapun industri yang mengantungkan nasibnya pada gas sebagai pemakan struktur biaya yang cukup besar adalah industri tekstil hulu, industri petrokimia hulu, industri pupuk, industri keramik dan industri kaca. 

“Industri hulu tekstil yang harga gasnya 25% dari cost structure, harga gas yang sekitar USD9 hingga USD12 mmbtu saat ini menyebabkan daya saing menjadi lemah,” ungkap Agus.  

Bagi sektor industri hulu, akibat tingginya harga gas industri, utilisasi produksi cenderung rendah di kisaran 45%, sehingga sebagian besar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) hulu menurunkan kapasitas produksinya.

Pada industri petrokimia, harga gas mempengaruhi 70% cost structure. 

Selain itu, belum adanya pasokan bahan baku ethylene, propylene, polyethylene, polypropylene, DME dan industri turunannya dari dalam negeri berpengaruh pada lambatnya pertumbuhan hilir methanol. 

Dari aspek perdagangan, hal tersebut menyebabkan tingginya impor bahan baku methanol dari luar negeri. 

Ini juga bisa menyebabkan hilangnya potensi penyerapan tenaga kerja dari tumbuhnya industri-industri di hilir, antara lain plastik, kabel, serta komponen elektronika dan otomotif.

Di sektor industri keramik dan kaca, harga gas bumi di Indonesia yang lebih mahal berakibat pada rendahnya daya saing dan meningkatkan impor keramik dan kaca. 

Harga gas industri untuk sektor tersebut berkisar antara 7,98 – 10,28 dollar AS per MMBTU.

Menurut Menperin, penurunan harga gas juga memiliki efek berganda, seperti peningkatan output produksi, peningkatan PDB, meningkatnya profit pada industri-industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku, serta meningkatkan jumlah tenaga kerja. 

“Bisa disimpulkan, semakin kecil harga gas, semakin besar pula benefit yang diterima oleh industri,” pungkas Agus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemain Belakang Persebaya Hansamu Hobi Bersepeda Off Road

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Pemain Belakang Persebaya Hansamu Hobi Bersepeda Off Road

Pemain yang identik dengan nomor punggung 23 tersebut mengaku merasakan sensasi yang berbeda saat meniti jalur off road. Selain mendapatkan pemandangan alam selama bersepeda Hansamu juga dapat…

Pembangunan Perumahan

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:49 WIB

Kementerian PUPR Alokasikan Dana Sebesar Rp 102 Miliar Untuk Bantuan PSU Sebanyak 11.514 Rumah Subsidi

Bantuan PSU mencakup pekerjaan seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu kepada pengembang perumahan yang membangun perumahan MBR.

Pelindo IV Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:46 WIB

Pelindo IV Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Lembaga Sertifikasi PT Mutu Hijau Indonesia, Vysca Ariani dan diterima oleh Direktur Keuangan PT Pelindo IV, Choirul Anwar, di Kantor Perwakilan…

Ilustrasi Mall

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:31 WIB

Meski Telah Dibuka Kembali, Pengelola Mal: Bukannya Untung, Malah Babak Belur

Jumlah pengunjung pada pusat perbelanjaan di DKI Jakarta masih mengkhawatirkan. Meski sudah dibuka hampir dua bulan atau sejak pertengahan Juni lalu, kedatangan pengunjung masih jauh dari kata…

Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Suhardi Alius

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:28 WIB

Komisaris TASPEN Raih Bintang Tanda Jasa dan Kehormatan Dari Presiden Joko Widodo

Pemberian Bintang Mahaputera Nararya dianugerahkan kepada 7 orang penerima yang salah satunya ialah Suhardi Alius (Kepala BNPT tahun 2016-2020) yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama…