INDUSTRY.co.id - Jakarta - Siapa sih yang enggak mau sejahtera? Pastinya akan mengatakan mau. Salahsatunya melalui tulisan, bisa menjadi wartawan atau membuat tulisan dalam bentuk buku.

Advertisement

Deputi Direktur Laznas Dewan Dakwah, Nurbowo mengatakan, menjadi wartawan atau jurnalis janganlah suka mengeluh atas keterbatasan pendapatan yang diperoleh. Apalagi dalam situasi ekonomi yang tidak baik seperti saat ini.

Wartawan, kata Nurbowo, bisa sejahtera. Asal mampu menggunakan keahlian dasar yang dimilikinya, yakni menulis, untuk melakukan kegiatan lain yang masih senafas dengan aktivitas jurnalistik.

Advertisement

Menulis buku salah satunya. Nurbowo mendorong agar para jurnalis merapikan hasil karya jurnalistiknya, kemudian dikembangkan, sehingga bisa menjadi buku yang diterbitkan. Selain itu bisa juga menulis buku-buku biografi para tokoh. "Menjadi ghost writer juga bisa," kata dia saat orientasi anggota baru Forjim di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Mantan wartawan Kompas, Tjahja Gunawan. Tjahja, yang selama sekitar 25 tahun menjadi wartawan di koran harian ternama di Negeri ini, di tahun-tahun akhir menjelang pensiun dini memulai debutnya sebagai penulis buku biografi. Buku "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" adalah karya pertamanya yang cukup terkenal.

Advertisement

Tjahja memberikan satu tips penting bagi wartawan untuk mengembangkan talentanya menjadi penulis buku biografi. Menjaga silaturahmi dengan narasumber.

Ketua Umum Forjim Dudy Sya'bani Takdir, secara khusus bicara tentang seluk beluk Forjim. Dari sejarah hingga kode etik. Termasuk cita-cita ke depan Forjim.

Advertisement

"Kita ingin suatu saat Forjim menjadi organisasi yang terakreditasi di Dewan Pers," kata dia.