Menristek/BRIN Dukung Unsyiah Aceh Optimalkan Pendapatan Ekspor Petani Nilam

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:00 WIB

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro

INDUSTRY.co.id - Banda Aceh - Tanaman nilam ( Pogostemon cablin) dapat diolah untuk menghasilkan minyak nilam atau patchouli oil sebagai larutan fiksatif (pengikat aroma) untuk berbagai campuran parfum.

Indonesia yang menyediakan sekitar 90 persen minyak nilam mentah saat ini ditargetkan dapat lebih banyak mengekspor minyak nilam terfraksinasi berkat alat distilasi molekuler dan fraksinasi buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diberikan kepada Atsiri Research Center Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (ARC PUI-PT Nilam Aceh Unsyiah).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan apresiasi kepada BPPT karena tidak hanya mampu mempelajari teknologi distilasi (penyulingan) dan fraksinasi (pemisahan senyawa larutan) sebagai upaya reverse engineering tetapi juga mampu menciptakan inovasi dengan membuat alat tersebut bagi minyak nilam mentah unggulan dari Aceh.

"Yang kami harapkan dari Kemenristek/BRIN kepada BPPT adalah lebih mengarah pada inovasi. Teknologi transfer dan _reverse engineering_ yang dilakukan sekarang kita harapkan tidak hanya bisa menguasai teknologi yang tadinya barangkali asing bagi kita tapi lebih dari itu harus ada nilai tambahnya. Nilai tambahnya adalah inovasi yang kita harapkan bisa menyertai proses alih teknologi atau _reverse engineering_ tersebut," ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat Penyerahan Rumusan Hasil Rapat Kerja BPPT 2020 dan Peresmian Unit Distilasi Molekuler dan Fraksinasi Atsiri Research Center Pusat Unggulan Iptek Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh pada Jumat (28/2).

Dalam kesempatan ini, Menteri Bambang berharap mesin distilasi dan fraksinasi ini menjadi berkah bagi petani nilam Aceh karena daun nilam yang mereka dulu jual sebagai minyak nilam mentah kini dapat diolah langsung menjadi minyak nilam yang sudah difraksinasi dengan harga jual tidak terlalu fluktuatif dan lebih tinggi. Dengan mengolah daun nilam langsung di Unsyiah, Indonesia dapat menjual larutan dasar parfum langsung ke merk parfum dunia tanpa melalui pengolahan di luar negeri.

"Ini adalah suatu berkah karena sebagai petani hanya satu yang mereka harapkan, ada yang membeli produk mereka. Ada jaminan pembeli karena minyak nilam itu menjadi begitu berharga, begitu dicari oleh banyak pelaku bisnis tidak hanya di Aceh dan Indonesia tapi juga global. Adanya pembeli ini membuat hidup mereka lebih nyaman, lebih sejahtera, dan membuat mereka lebih serius dalam mengembangkan tanamannya dan menjaga kualitas dari tanaman yang akan dipanen tersebut," ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Selama ini minyak nilam mentah Indonesia diekspor ke beberapa negara lain untuk diolah oleh negara tersebut menjadi minyak nilam terfraksinasi. Dengan alat distilasi dan fraksinasi BPPT ini Unsyiah diharapkan mampu mengolah 24 ton daun nilam per tahun langsung menjadi minyak nilam terfraksinasi, baik fraksinasi berat (kandungan 60 persen) untuk larutan fiksasi atau larutan dasar parfum maupun fraksinasi ringan (antara satu hingga dua persen) untuk larutan dasar minyak oles atau medicated oil, sabun cair, dan produk kesehatan berbasis larutan aromatik lainnya.

"Saya berterima kasih kepada rekan peneliti terutama dari Universitas Syiah Kuala dan didukung oleh BPPT yang tidah pernah lelah untuk selalu meningkatkan nilai tambah dan kualitas dari hilirisasi riset tersebut dan kami harapkan semangat itu juga menular untuk berbagai komoditas lain yang saya yakin masih banyak terdapat di Aceh, tidak hanya di sekitar Banda Aceh tapi di seluruh Provinsi Aceh. Semakin banyak komoditas yang bisa dihilirkan, saya yakin perekonomian Aceh juga semakin baik," harap Menteri Bambang.

Atsiri Research Center Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (ARC PUI-PT Nilam Aceh Unsyiah) yang juga mengelola Nilam Innovation Park (Nino Park) saat ini tidak hanya mampu mengolah daun nilam menjadi minyak nilam terfraksinasi tetapi juga mengembangkan bibit unggul tanaman nilam dan membudidaya nilam tersertifikasi organik yang permintaannya mulai meningkat dari negara Eropa.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Samsul Rizal, Kepala Atsiri Research Center Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (ARC PUI-PT Nilam Aceh Unsyiah) Syaifullah Muhammad, serta para eselon dan pegawai Kemenristek/BRIN, BPPT, dan Unsyiah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Selasa, 07 April 2020 - 01:31 WIB

Kian Meningkat, Hingga Selasa Dini Hari Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 2.491 Orang

Kasus virus corona di Indonesia kian hari semakin meningkat. Menurut Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, hal tersebut disebabkan oleh penularan yang terus terjadi ditengah masyarakat…

Ilustrasi security system. (Alvis Upitis/Getty Images)

Senin, 06 April 2020 - 23:10 WIB

Six years of the GitHub Security Bug Bounty program

Last month GitHub reached some big milestones for our Security Bug Bounty program. As of February 2020, it’s been six years since we started accepting submissions. Over the years we’ve been…

Media Luar Ruang City Vision

Senin, 06 April 2020 - 22:15 WIB

Media Luar Ruang City Vision Gandeng KAI Sebarluaskan Informasi Covid-19

Sebagai perusahaan media luar ruang terbesar di Indonesia, City Vision berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dan berbagai institusi lain dalam menyebarluaskan informasi kesehatan…

Keringanan kredit properti Sinar Mas

Senin, 06 April 2020 - 21:40 WIB

Industri Properti Lawan Corona, Sinar Mas Land Berikan Keringanan Bayar Kepada Masyarakat

Untuk membantu masyarakat yang ingin membeli hunian dengan cepat, Sinar Mas Land kini menawarkan solusinya dengan program berskala nasional bernama Move in Quickly.

Semen Indonesia Berikan bantuan covid-19 senilai Rp1,9 miliar

Senin, 06 April 2020 - 21:15 WIB

Semen Indonesia Serahkan Bantuan APD dan Alkes Senilai Rp1,93 miliar untuk Tenaga Medis

Semen Indonesia Gresik (SIG) memberikan bantuan alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) senilai Rp1,93 miliar.