Solusi Darurat Sampah Domestik Untuk Indonesia

Oleh : Hendra Triana | Minggu, 23 Februari 2020 - 17:00 WIB

Hendra Triana
Hendra Triana

Industry.co.id Jakarta - Antara Regulasi, Teknologi dan Bisnis -  Mendengar, memahami mengenai issue Lingkungan terutama mengenai “Sampah” di Indonesia tidak pernah berhenti dan menjadi bahan diskusi semua pihak masyarakat dan para pemangku kepentingan/kebijakan tentang Sampah dari mulai Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai Regulator.

Para Implementor Penggiat sampah dari Pemulung sampai saudagar sampah, pebisnis industri sampah dengan teknologi dari mulai sampah menjadi pakan hewan/unggas, alat bangunan dan bahan konstruksi, kerajinan, industri rumahan, bank sampah dan konversi sampah menjadi Energi Listrik, Gas, Bahan Bakar dan sebagainya.

Diskusi , FGD, Seminar, Audensi, edukasi, Studi Banding dan himbauan tentang sampah tidak pernah juga terlewatkan sangat sering sekali dilakukan baik oleh Pihak Regulator, Swasta Mandiri , Pemerhati Lingkungan  dan intitusi lain baik dalam dan luar negeri  diundang untuk menyelesaikan Sampah di Indonesia juga belum cukup dan masih banyak terkendala dalam implementasinya.

Beberapa Daerah Kota di Indonesia ada yang sudah meng-implementasikan tata kelola sampah dengan baik bahkan sebagai langkah implementasi nyata dengan teknologi murah dan sederhana , beberapa kota kabupaten mengadopsi untuk mengimplementasikannya, alhasil ada yang berhasil dengan perlahan dan banyak pula yang mangkrak dan berhenti ditempat.

Penyedia Teknologi dan Konsultan Lingkungan yang kompeten juga sangat banyak di Indonesia yang menawarkan solusi Tata Kelola dan Teknologi yang dimilikinya baik ex Lokal atau Luar Negeri, penulis melihat masih banyak kendala Pengadaan Teknologi dan Investasinya menjadi tanggung jawab siapa ?
Dari analisa yang penulis lakukan dan mengapa masalah Isue sampah  di Indonesia tidak pernah TUNTAS dan masih terkendala ?

Sebelum membahas issue guna memberikan masukan dan kesimpulan, penulis mencoba untuk mengajak para pembaca sekalian untuk mengenal beberapa hal tentang persampahan khususnya di Indonesia sehingga semua dapat mengetahui akar permasalahannya dan membantu memberikan solusi agar masalah tersebut segera tuntas dan menjadi masukkan untuk semua pemangku kepentingan dan kebijakan untuk Kerja Cepat dan Tuntas menyelesaikan bersama masalah ini.

APA ITU SAMPAH ?

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas kehidupan manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Jenis-jenis sampah dikelompokan  berdasarkan :

- Sumbernya : Alam, Manusia, Industri, Konsumsi, Pertambangan; Bentuknya : Padat dan Cair; Sifatnya : #Sampah organik - dapat diurai (degradable) , Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

#Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable), Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, plastik mainan, botol dan gelas minuman, besi/metal, kaleng dan sebagainya.#Sampah Beracun, Berbahaya (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.
Jenis-jenis istilah sampah lainnya dibedakan menjadi :

- Garbage yaitu jenis sampah yang terdiri dari sisa-sisa potongan hewan atau sayuran dari hasil pengolahan yang sebagian besar terdiri dari zat yang mudah membusuk, lembab, dan mengandung sejumlah air bebas;#Rubbish terdiri dari sampah yang dapat terbakar atau yang tidak dapat terbakar yang berasal dari rumah-rumah, pusat-pusat perdagangan, kantor-kantor, tapi yang tidak termasuk garbage.

# Ashes (Abu) yaitu sisa-sisa pembakaran dari zat-zat yang mudah terbakar baik dirumah, dikantor, industri.;#Street Sweeping(Sampah Jalanan) berasal dari pembersihan jalan dan trotoar baik dengan tenaga manusia maupun dengan tenaga mesin yang terdiri dari kertas-kertas, daun-daunan.;#Dead Animal (Bangkai Binatang) yaitu bangkai-bangkai yang mati karena alam, penyakit atau kecelakaan.;#Abandonded Vehicles (Bangkai Kendaraan) yaitu bangkai- bangkai mobil, truk,  kereta api.

Sampah Industri terdiri dari sampah padat yang berasal dari industri-industri, pengolahan hasil bumi.;#Demolition Wastes yaitu sampah yang berasal dari pembongkaran gedung. ;# Construction Wastes yaitu sampah yang berasal dari sisa pembangunan, perbaikan dan pembaharuan gedung gedung.;#Sewage Solid terdiri dari benda-benda kasar yang umumnya zat organik hasil saringan pada pintu masuk suatu pusat pengelolahan air buangan.

BERAPA BANYAK TIMBULAN SAMPAH DI INDONESIA  dan TIMBULAN SAMPAH DI LINGKUNGAN ANDA?

Data yang pernah dipublikasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan jumlah rata-rata produksi sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun. Bila menggunakan asumsi berdasarkan data itu, sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kilogram (kg).

Bahkan, berdasarkan studi yang dirilis oleh McKinsey and Co dan Ocean Conservancy, Indonesia disebut sebagai negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Sebagai contoh kota metropolitan DKI Jakarta, Dinas Kebersihan setempat mencatat rata-rata 7.000 ton sampah dihasilkan setiap hari di Ibukota.

Karena itu, pemerintah setempat menargetkan pengurangan sampah plastik mencapai 70 persen hingga 2025. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggalakkan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang merupakan bagian dari Gerakan Revolusi Mental dengan menitik beratkan kepedulian masyarakat untuk mengurangi sampah dari diri sendiri.

Gerakan Indonesia Bersih mulai diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di tahun 2018. Jauh sebelum gerakan ini dicanangkan, banyak komunitas pecinta lingkungan telah secara swadaya mengampanyekan pembuangan sampah pada tempatnya hingga pengelolaan sampah secara bijak dan bertanggung jawab. Tak terkecuali di Jakarta ini.

Tak hanya bergerak di tempat umum dan jalanan, para pegiat lingkungan dari banyak komunitas itu bergerak hingga ke dalam perkampungan. Bahkan, sebagian telah membentuk bank sampah dan lokakarya untuk warga agar bisa mengelola sampah menjadi komoditas ekonomi sebagai sumber penghasilan tambahan.

Berapa banyak Sampah yang dihasilkan rumah anda , kantor dan lingkungan lainnya yang lebih banyak jumlah jiwanya/penduduk sebagai kontribusi jumlah sampah Nasional, cukup kalikan jumlah jiwa dalam Keluarga  dengan koofisien  0.7 Kg per hari per Individu, dengan total komposisi 60% sampah organik dan 40% sampah anorganik ?

METODA DAN TEKNOLOGI UNTUK MENGELOLA SAMPAH ?

Di dalam tahap pemusnahan sampah ini, terdapat beberapa metode dan teknologi yang dapat digunakan, antara lain : #Sanitary Landfill adalah sistem pemusnahan yang paling baik. Dalam metode ini, pemusnahan sampah dilakukan dengan cara menimbun sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang dilakukan selapis demi selapis.#Incenaration atau insinerasi; merupakan suatu metode pemusnahan sampah dengan cara membakar sampah secara besar-besaran dengan menggunakan fasilitas pabrik.#Composting; Pemusnahan sampah dengan cara proses dekomposisi zat organik oleh kuman-kuman pembusuk pada kondisi tertentu.

Proses ini menghasilkan bahan berupa kompos atau pupuk hijau/organik .#Discharge to sewers; Sampah dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam sistem pembuangan air limbah.  Metode ini dapat efektif asalkan sistem pembuangan air limbah memang baik.#Dumping; Sampah dibuang atau diletakkan begitu saja di tanah lapangan, jurang atau tempat sampah.#Dumping in water; Sampah dibuang ke dalam air sungai atau laut.

Akibatnya, terjadi pencemaran pada air dan pendangkalan yang dapat menimbulkan bahaya banjir.#Individual Inceneration; Pembakaran sampah secara perorangan ini biasa dilakukan oleh penduduk terutama di daerah pedesaaan.#Recycling; Pengolahan kembali bagian-bagian dari sampah yang masih dapat dipakai atau di daur ulang. Contoh bagian sampah yang dapat di daur ulang, antara lain plastik, kaleng, gelas, besi, dan sebagainya.#Reduction; Metode ini digunakan dengan cara menghancurkan sampah (biasanya dari jenis garbage) sampai ke bentuk yang lebih kecil, kemudian diolah untuk menghasilkan produk turunan sebagai pakan hewan/unggas .#Salvaging; Pemanfaatan sampah yang dipakai kembali misalnya kertas bekas.

Beberapa Alat dan Teknologi dan metode atau istilah yang saat ini sudah berjalan dan akan diterapkan di Indonesia baik pusat dan daerah, juga ada dibeberapa daerah tidak berkelanjutan karena tidak terkelola dengan baik  :#TPS3R : Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle,#ITF : Intermediate Treatment Facility,#PLTSa : Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,#RDF: Refuse Derived Fuel, untuk energy alternative Batubara pemanas “Boiler”power Plant,#Incinerasi , menghasilkan FABA (Fly Ash & Bottom Ash), untuk bahan campuran konstruksi dan Beton,#Pirolisys, menghasilkan Bahan Bakar untuk mesin dan otomotif,#Bio Conversion : menghasilkan Pakan Ternak dan Media Larva “Maggot”,#Bio Carbonized : Karbonisasi, Pupuk Cair dan Asap Cair,#Dryer Mill Organic Food Waste Processing : menghasilkan tepung campuran Pakan ternak dan Konsentrat

KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DALAM PENANGANAN LINGKUNGAN DAN SAMPAH  ?

• PERPRES No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;#PERPRES No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,#PERPRES No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan,# PERPRES No. 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, #PERGUB DKI JAKARTA No. 142 Tahun 2019 Tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan
Dalam Pepress tersebut diatur ketentuan-ketentuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya. Sampah Rumah Tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

Sedangkan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum dan/atau fasilitas lainnya. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis,menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penangan sampah
Pengaturan pengelolaan sampah ini bertujuan untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat dan menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Peraturan Pemerintah ini meliputi pengaturan tentang : Kebijakan dan strategi pengelolaan sampah; Penyelenggaraan pengelolaan sampah; Kompensasi; pengembangan dan penerapan teknologi; sistem informasi; peran masyarakat; dan pembinaan. PERPRES tersebut sudah cukup jelas dan bagaimana implemetasi di lapangan, apakah sudah sesuai dijalankan oleh semua pemangku kepentingan, bagaimana mengawasinya ?

ISUE DARURAT SAMPAH DOMESTIK NASIONAL ?

Berada di posisi kedua sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, tentunya ini bukan sebuah prestasi melainkan peringatan besar terhadap permasalahan sampah di Indonesia. Permasalahan sampah menjadi tidak terhindari melihat total penduduk sebanyak 237 juta.

Bayangkan berapa banyak total sampah yang akan dihasilkan apabila masing-masing dari kita menghasilnya sampah sebanyak 175.000 ton/hari atau 64 Juta Ton/Tahun. Penting untuk kita menyadari bahwa sampah menjadi masalah kita semua, berikut adalah beberapa fakta yang membuat Indonesia memiliki status darurat sampah :          

#Indonesia sebagai Negara No 2 di Dunia penghasil sampah Plastik terbesar; Sampah plastik menjadi salah satu sumber pencemaran laut di indonesia. Kini diperkirakan 46 ribu sampah plastik mengapung disetiap mil persegi samudera.

Status darurat ini juga bisa dilihat dari kedalaman sampah plastik di Samudera Pasifik yang sudah mencapai 100 meter dari permukaan laut. Padahal kita mengetahui plastik itu terbuat dari bahan yang sulit terurai, dibutuhkan sekitar 450-1000 tahun untuk terurai di lautan. Pastinya sampah-sampah plastik ini berdampak besar terhadap kelangsungan organisme laut, banyak ikan terjerat atau bahkan menelan sampah plastik ini.

#Sampah Organik sisa pengolahan Makanan; penyumbang terbesar Sampah makanan menjadi masalah dunia. Apabila 1/4 sisa sampah makanan ini bisa diselamatkan, setidaknya bisa memberi makan 870 juta orang kelaparan di dunia. Sayangnya 0,5kg sampah makanan dari kita terbuang begitu saja.

Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 7500 ton sampah perhari di angkut dengan truk pengangkut sampah. Pertahun total sampah mencapai 2,7 juta ton, 54% dari total tersebut adalah sampah sisa makanan.#Bencana dan kecelakaan di TPA (Tempat Pengolahan Akhir) ; Masih ingat dengan tragedi ledakan TPA Lewigajah, Bandung Indonesia pada 21 Februari 2005. Peristiwa ini rupanya menjadi peristiwa ledakan TPA terbesar kedua dengan menewaskan 143 jiwa dan 137 rumah tertimbun, ini sama saja dengan dua desa hilang.

#TPA (Tempat Pengolahan Akhir); TPA lama sudah penuh dan sudah tidak bisa menampung lagi sampah yang masuk; Pengadaan Lahan TPA yang baru tidak mudah selain faktor biaya jarak angkut dan ijin masyarakat yang cendrung menolak akibat pengaruh polusi lingkungan nantinya;

#Sampah penyebab Banjir; Banyak warga yang tinggal di bantaran membuang sampah langsung di aliran Sungai atau Kali. Tentunya kebiasaan ini adalah salah karena sampah-sampah yang mereka buang akan menumpuk dan menyumbat saluran.

#Taman Nasional dan Bukit/Pegunungan dipenuhi sampah; Status darurat sampah ini juga bisa kita dilihat dari survey Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap 8 taman nasional dan gunung di indonesia. Dalam waktu 2 minggu di bulan April tahun 2015, ada sekitar 435 ton sampah pengunjung ditemukan. Peringkat pertama sampah terbanyak rupanya ada di Gunung Rinjani sebagai favorit destinasi pendaki.

#TPS (Tempat Pengolahan Sampah Sementara)  tidak berjalan baik atau MANGKRAK karena  managemen tata kelola yang kurang maksimal sehingga pengelola hanya mengelola sampah yang masih bernilai ekonomis saja sisanya tetap dibawa ke TPA dan tidak menyelesaikan masalah.

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENGELOLA SAMPAH ?

Sampah liar ada dimana-mana, Keberadaannya selain mengganggu ketertiban umum, juga menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan. Lalu siapa yang paling bertanggung jawab ?

Jawabannya ada pada masing-masing instansi teknis pemerintah daerah setempat, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup hingga Pemerintah Kecamatan, Kelurahan/Desa setempat sampai level terkecil ditingkat RW dan RT, juga peran serta masyarakat yang perlu diedukasi dan sosialisasikan bagaimana mengelola timbulan sampah di tempatnya.

Jika semua stakeholder memahami tupoksinya masing-masing, keberadaan sampah liar di tengah masyarakat tidak akan terjadi, apalagi sampai menumpuk dan berserakan di jalan-jalan seperti saat ini. Penanganan sampah di Kota dapat  dilakukan secara komprehensif, mulai pengangkutan sampah dari sumber hingga pengolahan sampah terdekat TPS (Tempat Pengumpulan Sementara) dan selesai di Lokasi Pengolahan tersebut.

Terlebih jika hasil pemilahan dan pengolahan sampah-sampah ini bisa dikelola menjadi suatu produk generative/turunan yang memiliki nilai ekonomis dan memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitarnya. Masyarakat pemilik timbunan sampah di rumah/lingkungannya akan rela membayar retribusi sampah dan kebersihan selama lingkungannya menjadi bersih dan terkendali.

SOLUSI TEPAT GUNA UNTUK MENGATASI DARURAT SAMPAH DOMESTIK DI INDONESIA ?

Penulis dapat menyimpulkan dari analisa dan pengamatan kondisi diatas sebagai berikut :

1. Regulasi Pemerintah Pusat dan Daerah sudah cukup untuk dilaksanakan tetapi perlu pengawasan yang bijak atas berjalannya Regulasi tersebut, termasuk kebijakan TIPPING FEE dan Tata Kelola sistim RETRIBUSI  sampah dan lingkungan yang belum terorganisasi dengan baik dan pemanfaatkan teknologi GIS (Geograpich Information System)  dan TI (Teknologi Informasi) secara menyeluruh dan terintegrasi sehingga pengendaliannya dapat dilakukan dengan mudah dan transparan.

2. Managemen Tata Kelola Sampah “In-Situ” merupakan langkah mudah dan sederhana, dengan cara mempersiapkan Infrastuktur SDM Kelola Masyarakat setempat termasuk Pemulung, Penyiapan Perangkat alat /teknologi Tepat Guna sehingga dapat diterapkan disetiap level terkecil RT/RW atau Kelurahan sesuai volume timbulan dan kapasitas alat/teknologi, setiap tempat komersial usaha/perdagangan sepeti Mall, Restoran, Hotel, Apartemen diwajibkan mengelola sampahnya secara mandiri atau sentralisasi disalah satu titik yang ditentukan, tidak ada lagi armada Truck mengangkut langsung ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir).

3. Dari RETRIBUSI dan TIPPING FEE yang disediakan oleh setiap Masyarakat dan Pemerintah Kota/Daerah dipergunakan untuk Investasi Pengadaan Alat & Teknologi Pengolahan Sampah “In-Situ” dan secara otomatis masyarakat mendapatkan benefit akhir Lingkungan Bersih dan Nyaman, juga  benefit lain untuk kelangsungan ekosistem tersebut.

4. Pemerintah Kota/Daerah membantu dan memberikan kesempatan Penyedia Alat Teknologi dalam negeri  untuk dapat memberikan Inovasinya untuk pengelolaan In-Situ, terutama Biaya awal Investasi Pengadaan Teknologi tersebut yang nilainya lebih efektif dibandingkan membeli alat angkut Truck untuk mengangkut ke TPA yang semakin terdegradasi dan tidak popular lagi nantinya untuk solusi pengelolaan sampah kota.

5. Pengelola Sampah setempat sebagai pemangku kepentingan terdepan di masyarakat wajib menerima apreasisi dan reward dari hasil pengelolaan sampah dan kontribusnya terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan menjaga keberlangsungan operasional pengelolaan sampah tersebut.

6. Pengadaan Lahan TPA baru yang menggunakan APBN/APBD yang cukup besar dan sudah tidak popular disarankan kepada pemerintah membuat kebijakan lain untuk pengolahan sampah            In-Situ dan Alat Teknologi yang sesuai disetiap titik hulu timbulan sampah, dan TPA Lama yang sudah tidak bisa menampung atau ditutup dapat dijadikan lahan alihan sebagai Taman Wisata atau Dream Park seperti di negara lain yang dapat menambah PAD Pemda setempat.

7. Kerjasama, Kolaborasi di semua level pemangku kepetingan, kebijakan dan tidak EGO-SEKTORAL antara Regulator, Penyedia Teknologi , Pelaku Bisnis, dan Masyarakat yang akan membangun dan melaksanakan program tersebut dalam rangka penanganan STATUS DARURAT Sampah domestik di Indonesia dapat diatasi dan Target Indonesia Bersih Tahun 2025 lebih cepat dari waktu yang direncanakan Pemerintah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 06 April 2020 - 18:15 WIB

Bantu Penanganan Covid-19, Pelaku IKM Siap Produksi Masker dan APD

Sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri siap memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) untuk ikut membantu pemerintah dalam upaya percepatan penangangan COVID-19.…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI

Senin, 06 April 2020 - 18:00 WIB

Bamsoet Minta Bela Negara dengan Menjaga Kesehatan dan Physichal Distancing

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali memfasilitasi pemeriksaan rapid test bagi kalangan masyarakat untuk mendeteksi dini virus Covid-19. Setelah sebelumnya kepada pegawai dan staf…

Ilustrasi PNS

Senin, 06 April 2020 - 17:05 WIB

Gegara Corona, THR dan Gaji ke-13 PNS Terancam Batal Cair

Pemerintah hingga saat ini masih mempertimbangkan pencairan THR maupun gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS) di tengah pandemi virus corona.

Sumbangan insan Brilian hadapi Corona

Senin, 06 April 2020 - 16:54 WIB

Kumpulkan Rp 1,5 Miliar, Insan BRILian Turun Tangan Perangi Covid-19

Bank BRI terus mengimbau seluruh kalangan, baik nasabah maupun pekerja BRI yang tergabung dalam insan BRILian, untuk terus menekan penyebaran pandemi Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah.…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 06 April 2020 - 16:45 WIB

Kalang Kabut Dihajar Corona, Pelaku Industri Minta Tunda Bayar Iuran BJPS Ketenagakerjaan Hingga Kelonggaran Pinjaman Bank

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, salah satu yang diminta oleh perusahaan industri adalah penundaan pembayaran iuran dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.…