Pertumbuhan Industri Dibidik 8 Persen, Kemenperin Genjot Investasi dan Ekspor

Oleh : Ridwan | Sabtu, 15 Februari 2020 - 11:36 WIB

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai rapat kerja bersama seluruh pejabat Eselon I-II di lingkungan Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai rapat kerja bersama seluruh pejabat Eselon I-II di lingkungan Kemenperin

INDUSTRY.co.id - Labuan Bajo - Kementerian Perindustrian siap bekerja keras untuk mencapai target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 8,3% pada tahun 2024. Seiring sasaran itu, juga diupayakan mampu mendongkrak kontribusi sektor manufaktur bagi perekonomian nasional hingga 18,9%.

"Oleh karenanya, kami fokus terhadap peningkatan investasi dan ekspor. Kami akan meyakinkan para calon investor sektor industri agar mau masuk ke Indonesia, terutama untuk menghasilkan produk substitusi impor," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai rapat kerja dengan seluruh pejabat eselon I-II Kemenperin di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (14/2) petang.

Menperin menyampaikan, dirinya telah meminta kepada semua jajarannya agar memiliki kemampuan menganalisa pencapaian target kuantitatif. "Selain itu, yang terpenting adalah bisa menyusun response policy yang cepat dan tepat," tegasnya.

Agus menuturkan, kementeriannya bertekad untuk turut mendorong komitmen dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia supaya segera terealisasi.

"Kami sangat optimistis dengan beberapa komitmen industri skala besar, seperti Hyundai, Toyota, dan Amazon," sebutnya.

Kemudian, guna menggenjot nilai ekspor manufaktur nasional, Kemenperin semakin aktif mengajak pelaku industri lebih agresif lagi membuka peluang pasarnya di negara-negara nontradisional. 

"Di samping itu, perlunya perluasan atau diversifikasi produk ekspor yang diarahkan untuk dapat menikmati fasilitas pembiayaan ekspor," tuturnya.

Menurut Menperin, pembentukan lembaga pembiayaan industri merupakan hal yang sangat penting, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. 

"Kami meyakini, dengan dibentuknya lembaga pembiayaan, bisa memberikan ruang bagi industri dalam negeri untuk masuk ke produk yang selama ini masih di impor. Jadi, industri kita bisa mudah mendapatkan modal," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Menperin pun bakal melakukan safari ke sejumlah stakeholder, termasuk lembaga pembiayaan kredit. Kami berharap, mereka meningkatkan pagu kredit dan memperluas jenis produk manufaktur. 

"Contohnya, kami akan berbicara dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), agar misalnya memperluas program hingga mencakup produk-produk komponen otomotif," imbuhnya.

Bahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, industri otomotif di Tanah Air perlu dipacu untuk mengisi pasar ekspor, khususnya ke Australia. Hal ini memanfaatkan peluang dari ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Langkah lainnya, tentu pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Untuk mendorong P3DN, kementerian dan lembaga yang mendapatkan APBN, khususnya untuk belanja modal harus menggunakan sebesar-besarnya untuk membeli produk dalam negeri," paparnya.

Pada kesempatan itu, Agus menjelaskan, digelarnya raker Kemenperin di Labuan Bajo merupakan satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam rangka mempromosikan lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia. 

Empat lokasi lainnya, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah),  Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI akan Perkuat Subtansi PPHN

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan kehadiran Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI (K3 MPR RI) sebagai unsur pendukung MPR RI yang diatur dalam Pasal 58 Tata Tertib MPR RI, punya…

Kadin

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Wagub Steven Kandouw: Kami Hanya Mengakui Kadin Sulut Hangky Arther Gerungan

Melalui pesan singkatnya, Steven Kandouw menegaskan hanya mengakui Kadin Sulut di bawah kepemimpinan Hangky Arther Gerungan. Yang kami akui itu Kadin di bawah kepemimpinan Pak Hengky Gerungan

First Media akan gelar First Festival 2020

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:49 WIB

First Media Hadirkan Berbagai Kegiatan Menarik Lewat Gelaran First Festival 2020, Apa Saja?

Gelaran First Festival ini rencananya akan menghadirkan sederetan musisi dan figur ternama Indonesia yang diselenggarakan pada 4 dan 5 April 2020 bertempat di Parkir Selatan Senayan, Jakarta.

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Alternatif Kurangi Kemacetan Kota Balikpapan

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:30 WIB

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Alternatif Kurangi Kemacetan Kota Balikpapan

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersama jajaran direksi Sinar Mas Land (24/02/20) meresmikan Jl. Sinar Mas Land Boulevard yang merupakan pintu gerbang kedua kawasan Grand City Balikpapan.…

MAI Foundation Mulai Bertransformasi Lewat Layanan Zakat Berbasis Digital

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:27 WIB

MAI Foundation Mulai Bertransformasi Lewat Layanan Zakat Berbasis Digital

Dalam Public Expose 2020 yang mengusung tema “Sustainable Transformation for Philanthropy in Era 4.0” MAI Foundation melakukan strategi ‘Kemudahan Berzakat’.