INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pengusaha nasional Tanri Abeng menyambangi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya di Jakarta, Senin (10/2/2020).
Dalam pertemuan tersebut, Tanri abeng diminta khusus untuk memberi masukan sekaligus menjalankan rencana pembentukkan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) khusus usaha kecil di sektor perkebunan, pertanian dan komoditi.
“Ada sekitar 69 juta UMKM ini dikoperasikan dulu. Setelah jadi koperasi di atasnya baru ada BUMR. Sehingga dia menjadi berskala dan memiliki management sendiri. Jadi nggak jauh beda dengan korporasi yang lain,” ungkap Tanri Abeng.
Dikatakan Tanri, BUMR ini nantinya bis bekerjasama dengan BUMN ataupun perusahaan swasta.
“BUMR ini akan membuat usaha rakyat lebih produktif. Setelah produktif akan menjadi bagian dari sistem perekonomi nasional,” jelas Tanri.
Ekonomi nasional, menurut Tanri harus bersinergi pada tiga sektor, yakni pelaku, swasta dan negara.
Selain itu, Tanri juga menyoroti soal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menurutnya sudah harus di restrukturisasi dari sisi komoditi dan juga managementnya.
Karena menurutnya, BUMDes sudah terlalu banyak jumlahnya dan tidak jelas status kepemilikannya.
“Berbeda halnya dengan BUMR, sistem ini adalah badan usaha yang menjadi pemiliknya adalah rakyat. Karena rakyat tak bisa sendiri kalau tidak dikelompokkan menjadi sebuah korporasi. Jadi terbentuknya BUMR, bakal membuat usaha model rakyat ini lebih produktif” pungkasnya.