INDUSTRY.co.id - Jakarta - Mewabahnya virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, membuat daerah itu mendadak seperti kota mati.

Hampir tidak ada kegiatan warga di ruang-ruang publik, setelah pemerintah setempat memutuskan untuk memberlakukan karantina di Wuhan. Dilaporkan bahwa sejauh ini virus berbahaya tersebut telah menjatuhkan 80 korban jiwa.

Tidak hanya memakan korban jiwa, virus corona yang menyebar juga berdampak pada bisnis properti di Kota Wuhan secara keseluruhan.

Melansir dari Businesstimes.com.sg, Kamis (30/01/2020), sebuah hotel bintang lima bernama Marco Polo, mendadak sepi dan tidak lagi mendapat kunjungan para tamu. Kamar- kamar hotel tidak lagi dihuni tamu.

Bahkan hotel mewah yang pada hari biasa selalu ramai tamu itu, hampir saja ditinggal pergi oleh para karyawannya karena takut tertular virus corona. Suasana itu sangat kontras dengan dekorasi hotel yang tengah merayakan Tahun Baru China.

Salah satu karyawan Marco Polo Wuhan, Zhu Juhua menerangkan hotel itu memiliki 356 kamar dan biasanya okupansi kamar mencapai 80% pada hari biasa.

"Hanya dua dari 34 lantai hotel yang saat ini dihuni tamu. Sedangkan restoran ditutup untuk mencegah penyebaran virus, meskipun mereka masih dapat memesan layanan kamar," ujarnya.

Kondisi yang tidak jauh berbeda pun terjadi pada hotel bintang lima lainnya di Wuhan. Fairmont Hotel bahkan tidak menerima tamu baru, meski tidak pula menutup hotelnya.

"Menerima tamu baru akan terlalu berisiko, karena kami tidak tahu apakah mereka itu terinfeksi atau tidak. Kami juga tidak bisa menutup hotel, karena tamu kami tidak punya tempat untuk pergi," tutur seorang karyawan Fairmont Hotel seperti dikutip dari AFP.

Tidak hanya sektor hotel yang terdampak, akan tetapi bidang properti lain seperti ritel di Provinsi Hubei, China, juga turut terpengaruh akibat wabah mematikan itu.

Dikutip dari Straitstimes.com, perusahaan developer dunia Sasseur Real Estate Investment Trust (Sasseur Reit) sampai harus menutup sementara empat mal milik mereka di tempat asal penyebaran virus corona tersebut.

Dua pusat perbelanjaan Sasseur Reit yang berada di Chongqing dan Bishan telah ditutup sejak 26 Januari. Sementara dua lainnya, di Hefei dan Kunming, telah ditutup sehari setelahnya.

Anak perusahaan Sasseur Reit lainnya juga telah menutup tujuh pusat perbelanjaan milik mereka di beberapa daerah di China, diantaranya Hangzhou, Changsha, Nanjing, Lanzhou, Xian, Guiyang dan Changchun.

"Langkah ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran virus corona," pungkas Manajer Sasseur Reit.