Miris Atas Skor Pencapaian IPK Indonesia

Oleh : Bambang Widjojanto | Minggu, 26 Januari 2020 - 04:08 WIB

Bambang Widjojanto: Aktivis Hak Azasi (Foto Dok Berita Satu)
Bambang Widjojanto: Aktivis Hak Azasi (Foto Dok Berita Satu)

INDUSTRY.co.id -                                                             1.         Hore, Selamat, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia versi Transparansi International (TI) naik dari 38 menjadi 40. Hal ini harus diapresiasi dan disyukuri secara hati-hati disertai tanda tanya. 

2.         Indonesia beruntung karena seluruh survei yang dikomposit oleh TI, sebagian besarnya, dilakukan surveyor di awal & tengah tahun berjalan. Misalnya, survei PERC Asia Risk Guide 2019, dilakukan Januari-Maret 2018 dan begitu setiap tahunnya. Jika saja survei dilakukan mendekati akhir tahun, dipastikan skor IPK Indonesia versi TI akan “jeblok” & “nyungsep”

karena indikasi kuat terjadinya intensitas “tragedi dan skandal” pemberantasan korupsi pada 3-4 bulan menjelang akhir tahun 2019. 

3.         Sejujurnya, Skor IPK sebesar 40 di tahun 2019 yang diumumkan di awal tahun 2020, tidak membuat rakyat kebanyakan menjadi bangga bingits. Masyarakat, disebagiannya, malah merasa “miris”, “sesak”, dan “gemas”, khususnya atas upaya pemberantasan korupsi yang ditunjukan Pimpinan KPK dan kekuasaan di pemerintahan.

4.         Ada hal lain yang membuat rakyat “muak.” Lihat saja dan bandingkan. Malaysia bisa menggenjot peningkatan indeks skor IPK hingga 11 poin. Ditahun 2019 skornya mencapai 58 sedangkan di tahun sebelumnya (2018) hanya 47 poin saja. Itu artinya, dalam satu tahun, Malaysia menggenjot peningkatan IPK menjadi 11 poin.

5.         Skor Indonesia merayap lambat karena hanya naik 2 poin saja. Indonesia bahkan dipecundangi Vietnam karena upayanya jauh lebih hebat dari Indonesia hingga Vietnema mampu meloncat tajam mencapai 4 poin. Di tahun 2019, skor IPK Vietnam menjadi 37, padahal tahun lalu hanya 33 saja. Indonesia juga kalah dari Timor Leste yang meningkat 3 poin sehingga skornya menjadi 38. Tapi Indonesia masih di atas Thailand yang justru merosot 2 poin dan skornya kini menjadi 36.

6.         Pada konteks Indonesia, TI menegaskan, salah satu pemicu utamanya, Pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang paradoks dan justru sangat beresiko menakuti-nakuti Investor. Lebih lanjut dijelaskan, KPK sebagai Lembaga anti korupsi Indonesia yang dipandang sebagai simbol kemajuan upaya pemberantasan korupsi justru dihilangkan otonomi & kekuasaannya. Bukankah hal ini bertentangan dengan aspirasi Presiden Jokowi yang sedang memerioritaskan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi.

7.         Berpijak pada uraian di atas, apakah ini yang disebut sebagai ambiguitas pemberantasan korupsi karena ditopang perilaku split personality dari sebagaian pemangku kekuasaan, khususnya, Ketua dan Pimpinan Pemerintahan yang seharusnya menjadi penjuru pemberantasan korupsi?.

8.         Bukankah salah satu indikasinya, misalnya saja, pembohongan keberadaan Harun Masiku, kader PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap komisioner KPU; dan hal itu diduga dilakukan melalui pernyataan Firly Bahuri dan Nurul Ghufron (Pimpinan KPK) dan Menteri Hukum & HAM yang menyatakan Harun di luar Indonesia padahal sudah berada di Indonesia, sampai saat ini, pernyataan itu tidak pernah diralat apalagi disertai ucapan permohonan maaf?

9.         Bukankah ini juga dapat diduga sebagai “keberengsekan” tanpa jeda yang terus menerus terjadi dan dipertonntonkan secara “seronok” karena tak serius memberantas korupsi. Hal ini membuat upaya menarik investasi dari luar negeri hanya ilusi berupa khayalan fatamorgana dan upaya pemberantasan korupsi menjadi dagelan yang “blassss” ngak lucu banget.

Bambang Widjojanto: Aktivis Hak Azasi

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Indonesia (ist)

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:15 WIB

Onny Widjarnako BI: Cadangan Devisa Juni 2020 Meningkat Jadi USD131,7 Miliar

Bank Indonesia (BI) kembali mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 sebesar USD131,7 miliar.

Bakamla RI dan JCG

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:15 WIB

Tingkatkan Kapabilitas Personel di Tengah Pandemi Covid-19, Bakamla RI dan JCG Gelar Latihan Jarak Jauh

Di tengah pandemi Covid-19, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., dan Komandan Japan Coast Guard (JCG) Admiral Okushima Takahiro secara resmi membuka Kegiatan Training For…

Logo PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:00 WIB

Tayangan Netflix Dapat Diakses di Jaringan TelkomGroup

Tayangan hiburan Netflix mulai hari ini dapat diakses di jaringan TelkomGroup. Pembukaan akses ini akan memungkinkan pelanggan IndiHome, Telkomsel, dan wifi.id mengakses konten-konten Netflix.

Produk Shure

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:54 WIB

Shure Luncurkan Series Headphone Nirkabel Pertama, AONIC 50 Wireless Noise Cancelling

AONIC 50 memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengkostumisasi audio yang ingin didengar dengan tiga mode unik: Environment Mode, Neutral dan Adjustable Noise Cancellation.

Menteri BUMN Erick Thohir saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau kawasan industri terpadu Batang

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:45 WIB

Gerak Cepat! BKPM Pastikan Masterplan Kawasan Industri Batang 'Kelar' Pekan Depan

"Kepala BKPM langsung berkoordinasi dengan Menteri BUMN, kementerian/lembaga serta BUMN terkait kemarin. Sudah ada langkah-langkah konkret yang ditetapkan. Minggu ini kami targetkan penyelesaian…