Ramai Beredar Video Hoax Produk Nata de Coco, GAPMMI Ingin Pemerintah Bertindak Tegas

Oleh : Hariyanto | Senin, 16 Desember 2019 - 18:33 WIB

Diskusi media kebaikan nata de coco
Diskusi media kebaikan nata de coco

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Maraknya video hoax terkait dengan nata de coco mengandung plastik yang tersebar di media sosial belakangan ini membuat Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) resah. Pasalnya, dengan beredarnya video hoax tersebut para pelaku usaha yang juga tergabung dalam GAPMMI merasa dirugikan.

Sejauh ini, terhitung ada sebanyak lima video hoax yang beredar di masyarakat melalui sosial media. Diantara lima video tersebut menyebutkan bahwa produk nata de coco mengandung plastik dan tidak layak untuk dikonsumsi.

"Beberapa waktu belakangan ini, banyak tersebar video HOAX terkait bahwa nata de coco mengandung plastik, maka kami dari GAPMMI, memberitahukan bahwa isi dari video tersebut adalah tidak benar dan mengandung informasi yang salah," kata Ketua Komite Regulasi Teknis Pangan GAPMMI, Susana di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Susana mengatakan, GAPMMI sangat menyayangkan video tersebut dibuat dan diunggah oleh berbagai kalangan masyarakat, baik dari kalangan bawah hingga atas dari berbagai macam latar belakang profesi. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukannya edukasi yang baik bagi masyarakat.

"Kami melihat pentingnya masyarakat untuk diberikan edukasi yang lebih masif lagi, dan kami berharap agar pemerintah agar menindaklanjuti penyebaran hoax. Masyarakat harus lebih cerdas karena semua produk yang mendapatkan izin dari BPOM itu sudah diawasi dan sudah layak mendapatkan izin edar, yang harus dilakukan masyarakat adalah mengawasi produk yang ada izin tersebut," kata Susana.

Sesuai visi GAPMMI yang memperjuangkan terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi industri makanan dan minuman melalui pengadaan produk pangan yang aman bagimasyarakat, GAPMMI menyelenggarakan diskusi media ini yang bertujuan untuk mengklarifikasi video HOAX yang tersebar sekaligus memberikan edukasi tentang nata de coco.

Sementara, Direktur PT Kara Santan Pertama, Martin Jimi mengatakan, pihaknya bersama dengan seluruh pelaku usaha nata de coco akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui kebenaran informasi dan manfaat dari produk nata de coco.

"Kami selaku pelaku usaha melihat banyak sekali manfaat nata de coco, dengan beredarnya video hoax ini sangat memukul pelaku usaha dalam usaha mereka. Kami selaku produsen dengan merk kara, akan terus mengedukasi kepada masyarakat serta melakukan pendekatan secara persuasif," kata Martin Jimi.

Terkait dengan beredarnya video hoax tersebut, GAPMMI mengapresiasi BPOM RI dan Kemenkominfo RI karena cepat tanggap dalam mengklarifikasi terkait video HOAX kepada masyarakat bahwa informasi yang beredar itu tidak benar.

BPOM RI sebelumnya telah  melakukan klarifikasi video nata de coco mengandung plastik melalui siaran pers pada tanggal 7 Desember 20191) dan Kementerian Kominfo juga telah menyatakan sebagai disinformasi pada 24 November 20192).

GAPMMI juga merasa perlu diperkuat edukasi ke masyarakat, dan mengajak masyarakat Indonesia lebih dewasa. Gapmmi menghimbau apabila menerima informasi yang meragukan, agar menghubungi pihak yang berwenang sebelum beropini dan mengunggah ke media sosial.

"Pemerintah perlu lebih tegas menindak bagi pembuat konten dan menyebarkan video HOAX, karena meresahkan dan menggangu masyarakat Indonesia," tegas Susan.

Dikutip dari Lipi.go.id, Puslit Bioteknologi-LIPI turut menjelaskan bahwa nata de coco sebenarnya adalah selulosa murni produk kegiatan mikroba Acetobacter xylinum yang dibuat dari air kelapa dan dikonsumsi sebagai makanan berserat yang menyehatkan. Sehingga bisa menjadi salah satu alternatif pangan sumber serat (dietary fiber)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jakarta Child Aid Asia Bantu Anak Kurang Beruntung

Senin, 20 Januari 2020 - 12:00 WIB

Jakarta Child Aid Asia Bantu Anak Kurang Beruntung

Dalam rangka meningkatkan bakat anak-anak di Asia, Yayasan Sehati Indonesia menggelar Jakarta Child Aid Asia III dihelat di Auditorium Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail Kuningan Jakarta…

Kebun Jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Januari 2020 - 11:09 WIB

Stok Jagung Aman Hingga Panen Raya Maret 2020

Berbagai langkah koordinasi telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dalam rangka mengamankan ketersediaan jagung khususnya…

Ben Marvin Tan Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik

Senin, 20 Januari 2020 - 10:30 WIB

Apakah Anda Siap untuk Tren Teknologi Enterprise Terbesar Tahun 2020?

Seiring kita memasuki dekade yang baru, para CIO dan manajer teknologi terus mencari tren teknologi teratas berikutnya yang akan mendorong daya saing, efektivitas, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas…

Petani sedang menyiapkan agens hayati

Senin, 20 Januari 2020 - 10:30 WIB

Kementan Antisipasi Dini Serangan Hama PBP Dengan Agens Hayati

Hama Oenggerek Batang Padi (PBP) salah satu hama utama yang sering menyerang tanaman padi, yang dapat menyebabkan kerusakan dari tingkat ringan, sedang, berat hingga puso. Hama PBP menyerang…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Senin, 20 Januari 2020 - 10:20 WIB

Ini Lima Strategi Kementerian PUPR Dalam Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pengelolaan SDA dapat memanfaatkan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih…