Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Oleh : Ridwan | Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Penurunan impor pasca penerapan safeguard produk keramik ubin dinilai tidak dirasakan dampaknya terhadap industri dalam negeri.

Oleh karena itu, para pelaku industri keramik mendesak pemerintah untuk memasukkan India dan Vietnam ke daftar list negara pengimor keramik yang dikenakan safeguard.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

"Kami sudah mengajukan usulan safeguard keramik impor dari India dan Vietnam. Namun memang masih menunggu harmonisasi PP Nomor 34/2011," kata Edy saat ditemui Industry.co.id di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (16/12).

Berdasarkan data yang dihimpun Asaki, periode Januari - September 2019, impor keramik asal India bertumbuh 2100 persen. Secara total, india berkontribusi sebesar 22 persen terhadap impor keramik, sedangkan Vietnam sebesar 7 persen.

Diakui Edy, pasca pemberlakuan safeguard kemarin nyatanya utulisasi industri keramik nasional hanya bergerak 5 persen.

"Awalnya, kami berharap pemberlakuan safeguard bisa meningkatkan utilisasi keramik nasional mendekati 90 persen, namun nyatanya hanya adi 65 persen. Sangat sedikit sekali tumbuhnya," paparnya.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan, saat ini harga untuk produk keramik asal China sudah kembali sama dengan harga sebelum safeguard diberlakukan. "Jadi, safegurad tidak memberi dampak apapun untuk industri keramik nasional," jelas Edy.

Oleh karena itu, Edy meminta pemerintah khusisnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk segera memasukkan India dan Vietnam ke dalam list negara yang diberlakukan safeguard.

Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah untuk memberlakuan penetapan kouta impor keramik dari kedua negara tersebut.

"Kita tidak meminta pemerintah melarang impor, tetapi angkanya mesti disesuaikan kembali, karena kapasitas keramik nasional yang besar ini belum terserap baik hanya karena kita belum bisa bersaing dengan produk impor yang notebene-nya harganya ini sangat dibawah biaya produksi keramik nasional," ungkap Edy.

Ia berharap awal tahun 2020 pemberlakuan safeguard dan pembatasan kouta keramik impor dari India dan Vietnam akan segera berlaku.

"Saya rasa dua-duanya harus jalan bareng antara safeguard dan pembatasan kouta impor. Saya mau nya sih awal tahun depan sudah berlaku," harap Edy.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Ujian Nasional

Senin, 13 Juli 2020 - 02:01 WIB

Ingat Ya Orangtua! Hari Ini Senin 13 Juli Mulai Masuk Sekolah, Berikut Daftar 104 Daerah yang Dapat Izin Mendikbud untuk Adakan KBM Tatap Muka

akarta- Waktu libur sudah usai, dan saatnya kembali sekolah dan memulai aktivitas belajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan izin 104 daerah yang bisa mengadakan kegiatan…

Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Sumut24)

Senin, 13 Juli 2020 - 01:04 WIB

Survei: Pria Lebih Berani Belanja Ke Pasar Tradisional Dibanding Perempuan

Jakarta-Generasi Z, yakni kelompok masyarakat dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun di Jakarta akan menjadi kelompok usia yang paling berani beraktivitas di tempat publik saat New Normal ketimbang…

Ilustrasi limbah tambang

Senin, 13 Juli 2020 - 00:40 WIB

Keren! Pakar Klaim, Limbah Tambang Bisa Diolah Jadi Bahan Baku Industri

Jakarta-Sisa hasil produksi aktivitas pertambangan harus dapat dimanfaatkan secara optimal agar industri pertambangan di Indonesia tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat…

Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah

Senin, 13 Juli 2020 - 00:02 WIB

Tolong Catat! Kasus DBD Hingga Juli Capai 71 Ribu, Jawa Barat Tertinggi

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia hingga juli mencapai 71.633.…

29 Tahun Tupperware

Minggu, 12 Juli 2020 - 22:10 WIB

Berkat Inovasi Produk, Tupperware Tetap Menjadi Kesayangan 'Mama' Selama 29 Tahun

Di Indonesia, tepat 29 tahun yang lalu Tupperware hadir di tengah masyarakat, ya! 29 tahun, sebuah perjalanan yang tidak singkat bagi sebuah merek untuk dapat terus eksis dan di cintai, terlebih…