Brand Creation Industri Perhotelan Melalui Word of Video

Oleh : Haris Ar-Rasyid | Jumat, 13 Desember 2019 - 16:28 WIB

Haris Ar-Rasyid
Haris Ar-Rasyid

INDUSTRY.co.id - Word of mouth telah lama menjadi bentuk pemasaran yang mapan di antara banyak industri termasuk diantaranya industri perhotelan.

Dengan menjamurnya internet, word of mouth berkembang menjadi konten yang dihasilkan konsumen dalam bentuk review dan komentar yang dibagikan melalui email, blog, dan ulasan situs web.

Generasi kedua dari word of mouth ini dikenal sebagai word of mouse.

Pesatnya kemajuan teknologi seluler dan evolusi situs web jejaring sosial, konten berbentuk gambar dan video yang dihasilkan oleh konsumen menghilangkan semua hambatan komunikasi dan seringkali konten tersebut mencapai jumlah penonton yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Konten visual dapat menghilangkan hambatan budaya dan bahasa. Berdasarkan penelitian Pantelidis (2009), pada akhirnya word of mouse berevolusi secara alami menjadi word of video.

Pengusaha perhotelan menyaksikan berlalunya era brand creation yang berasal dari teknik pemasaran tradisional menjadi review dan komentar tamu mereka.

Untuk produk yang tidak berwujud seperti hospitality, penggunaan video atau gambar berefek besar pada potensi pelanggan karena video membuat elemen tak berwujud seperti pengalaman menjadi nyata.

Tidak seperti viral marketing di mana pengusaha meyakinkan audiens bahwa konten viral tersebut dibuat oleh pengguna, esensi dari word of video adalah fakta bahwa konten yang ada benar-benar dibuat oleh pengguna.

Viral marketing mencoba untuk mengejutkan atau menggairahkan atau menawarkan produk atau layanan gratis atau mengarahkan pengguna ke situs web tertentu.

Meskipun word of video terkadang juga mengejutkan atau menggairahkan pengguna, sebagian besar word of video terkait industri perhotelan lebih sering berbentuk video biasa yang menceritakan pengalaman seseorang ketika menjadi tamu hotel.

Di era hyperconnected society, konsumen dapat dengan mudah membedakan upaya viral marketing yang dihasilkan oleh pengusaha dengan konten yang dibuat oleh pengguna yang sebenarnya.

Dalam beberapa kasus viral marketing dapat dengan mudah menghasilkan efek yang berlawanan dari yang diharapkan oleh pengusaha.

Saat ini pengusaha perhotelan tidak saja harus memfokuskan kegiatan pemasaran untuk mengantisipasi persaingan, namun juga harus memastikan word of mouth dan word of video yang positif.


Penulis: Haris Ar-Rasyid, Mahasiswa Master Program MMTek Universitas Presiden.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Sabtu, 18 Januari 2020 - 06:00 WIB

Panglima TNI : Kesetiaan Kepada NKRI Bentuk Nyata Sinergi TNI-Polri

Kesetiaan kepada NKRI merupakan suatu bentuk nyata sinergi antara prajurit TNI-Polri guna menjamin stabilitas keamanan di Indonesia. Rakyat ingin melihat kekuatan besar yang dimiliki oleh Indonesia…

Ilustrasi hujan deras. (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BMKG: WASPADA Potensi Hujan Hebat 17-23 Januari 2020

Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan…

Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BKPM Fasilitasi Pembangunan Lanjutan PLTA Maung

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maung di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada akhirnya dilanjutkan kembali. Itu terjadi setelah PT Indonesia Power (IP)…

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:30 WIB

Dharma Bhakti TNI Hanya untuk Rakyat

Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat karena dharma bhakti TNI dipersembahkan hanya untuk rakyat. Oleh karena itu, laksanakan koordinasi, sinergi…

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:00 WIB

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menandatangani 73 kontrak barang dan jasa pada 2020 senilai Rp 1.282 triliun. sebagian besar barang dan jasa untuk delapan Satuan Kerja di…