Diresmikan Jusuf Kalla, Rusunawa Akademi Sentra Tenun Tanah Datar Fasilitasi Pendidikan Budaya Minang

Oleh : Hariyanto | Senin, 09 Desember 2019 - 10:38 WIB

Rusunawa Akademi Sentra Tenun Tanah Datar
Rusunawa Akademi Sentra Tenun Tanah Datar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terus meningkatkan ketersediaan hunian layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pembangunan hunian vertikal atau rumah susun (Rusun).  

Di Provinsi Sumatera Barat misalnya, dari tahun 2016 hingga akhir 2019, Pemerintah telah membangun sebanyak 29 Rusun bagi mahasiswa, pelajar, Aparatur Sipil Negara, dan MBR. 

Salahsatunya adalah Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Akademi Sentra Tenun di Tanah Datar yang memiliki tinggi 3 lantai dengan hunian 24 kamar tipe 24 m2. 

Peresmian Rusunawa yang berada di Jalan Nagari Tigo Jangko, Batu Sangkar tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla pada Jum'at, (6/12/2019).

"Saya berterimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Rusunawa untuk Akademi Sentra Tenun ini,” kata Jusuf Kalla. 

Menurut Jusuf Kalla, lokasi pembangunan Rusunawa yang berdekatan dengan Gedung Sentra Tenun Kabupaten Tanah Datar membuat para siswa di Akademi tersebut dapat belajar mengenai kerajinan tenun dengan baik. 

Dengan dibangunnya Rusun tersebut, kata Jusuf Kalla, dapat dimanfaatkan untuk belajar mengenai kerajinan tenun sekaligus memfasilitasi generasi muda Indonesia turut aktif menjaga salah satu budaya Indonesia yaitu kain tenun khas Minang.

"Lokasinya sangat strategis dan dekat dengan SMK dan Gedung Sentra Tenun. Lokasi ini bisa menjadi komplek pendidikan Lintau Buo. Saya sangat mendukung kegiatan pendidikan bagi generasi muda untuk belajar tenun khas Minang," ujarnya. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan pembangunan Rusunawa tersebut dimulai  pada 2018 dengan anggaran sebesar Rp 9,3 miliar. 

Selain unit kamar yang dapat menampung 144 pelajar, Rusunawa juga dilengkapi fasilitas 5 ruang serbaguna dan 1 ruang pengelola yang berada di lantai 1. 

"Rusunawa terdiri dari 3 lantai dengan 24 unit kamar hunian dengan tipe 24 meter persegi. Setiap unit hunian juga sudah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur, meja belajar, dan lemari pakaian serta sarana prasarana pendukung kegiatan belajar lainnya," kata Khalawi.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Borgol (Foto ist)

Kamis, 24 September 2020 - 11:23 WIB

Terpidana HS Berhasil Diamankan Tim Kejati Jateng dan Tabur Kejari Purwokerto

Terpidana P binti HS adalah Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Penipu Sebagai Mata Pencaharian, dimana berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. No. 1644/K/Pid/2011 tanggal 19 April 2011, yang…

Menteri Perindustrian Dukung Penuh Proyek Revamping TPPI

Kamis, 24 September 2020 - 11:21 WIB

Menteri Perindustrian Beri Dukungan Penuh Proyek Revamping TPPI

Dengan selesainya proyek Revamping tersebut pada tahun 2022, TPPI akan dapat meningkatkan produksi Paraxylene menjadi 780,000 ton per tahun, sehingga tambahan produksi tersebut dapat memenuhi…

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

Kamis, 24 September 2020 - 11:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi yang Minus, DPR Dorong Pemerintah Buat Kebijakan Strategis

Pemerintah merevisi proyeksi pada kuartal III - 2020. Diproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV juga akan negatif.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 24 September 2020 - 11:02 WIB

Kang Emil Bawa Kabar Baik! Sejumlah Investor Bakal Bangun 10 Kota Baru di Kawasan Segitiga Emas Rebana

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengklaim, kawasan segitiga emas di Cirebon, Patimban, dan Kertajati (Rebana) dilirik banyak investor. Bahkan, pria yang sering disapa Emil ini menyebut…

Presiden Joko Widodo

Kamis, 24 September 2020 - 10:34 WIB

Pidato Jokowi Pada Sidang Majelis Umum ke-75 PBB: Dunia yang Kita Impikan Belum Tercapai

Menurut Presiden Jokowi, saat ini konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan.