INDUSTRY.co.id - Chongqing—Para investor dan pengusaha Chongqing, Sichuan, China, berharap Indonesia segera membuka Konsulat Jenderalnya (Konjen) di Kota Chongqing. Tujuannya agar investasi dari daerah tersebut lebih cepat lagi mengalir ke Indonesia. Tak hanya itu, kerjasama perdagangan, pariwisata dan kebudayaan wilayah ini dengan Indonesia diramalkan bakal melonjak.
Hal tersebut diutarakan Walikota Chongqing Tang Liangzhi kepada Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun pada jamuan makan malam Senin (2/12/2019. Hadir pula sejumlah pejabat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman (Deputi Perencanaan Investasi BKPM), Umar Lessy (Anggota Komite Investasi), dan Rizal Calvary Marimbo (Anggota Komite Investasi) serta Direktur Pusat Analisa Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad.“Kami sangat merindukan kehadiran Konjen RI di kota kami,” ujar Tang.
Dalam jamuan tersebut Walikota Tang menghibur tamu-tamu dari Indonesia dengan sajian vokal grup anak-anak Kota Chongqing yang membawakan nomor lagu asal Tanah Batak, Sing-Sing So. Tak mau kalah, Dubes mengajak dua Komite Investasi BKPM Umar Lessy dan Rizal Calvary Marimbo menghibur Walikota dan jajarannya dengan nomor lagu Sio Mama’e, lagu asal Ambon, Maluku.
Usai menghibur Walikota, Dubes berjanji akan segera menyampaikan aspirasi Konjen ini ke Jakarta. “Kami akan sampaikan ke Jakarta, sebab mendirikan Konjen butuh persetujuan parlemen,” ujar Dubes. Dubes mengakui, aspirasi ini sangat penting, mengingat intensitas kerjasama perdagangan dan investasi wilayah ini dengan Indonesia semakin tinggi.
Berdasarkan data Kedubes Indonesia di Beijing, terdapat delapan perusahaan besar asal Chongqing telah berinvestasi di Indonesia baik di otomotif, kereta, dan elektronika. Salah satu korporasi besarnya adalah Sokon Group yang telah berinvestasi kendaraan roda empat di Banten dengan investasi senilai US$ 150 juta.
Tak hanya itu, ujar Dubes, sebanyak 60.000 wisatawan kota ini mengunjungi Indonesia pada 2018. “Dan sebanyak 30.000 orang Indonesia datang ke kota ini pada 2018. Ini adalah aspirasi lama yang terus mereka sampaikan. Sebab, berurusan dengan Kedubes kita di Beijing terlalu jauh,” ungkap Dubes.
Data BKPM menunjukan, total investasi China ke Indonesia sejak 2014 hingga Kuartal III-2019 sebesar US$ 12,086 miliar. Posisi ini menempatkan investasi China di posisi ketiga setelah Jepang dan Singapura, diposisi teratas. Investasi China memimpin jauh di atas Amerika Serikat sebesar US$ 7,575 miliar diposisi ke-8, sejak 2014.