INDUSTRY.co.id - Perum Damri meluncurkan 30 unit bus baru tipe New SHD Grand Tourismo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Tahun ini kami menyiapkan 30 unit bus baru yang merupakan tahap pertama untuk peremajaan bus sebelumnya," kata Direktur Keselamatan dan Pelayanan Perum Damri Gede Pasek Swardika dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Gede mengatakan sampai akhir 2017 nanti akan dilakukan peremajaan sebanyak 100 unit bus di Bandara Soekarno-Hatta ini.
Dia menuturkan bus-bus tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti wifi, televisi, audio-video dan GPS.
Selain itu, untuk mendukung Program Bus Berkeselamatan, di dalamnya juga dilengkapi fasilitas pemadam kebakaran, palu pemecah kaca, perlengkapan P3K, dan perlengkapan penunjang keselamatan lainnya.
"Perum Damri menyiapkan ini semua sebagai salah satu langkah nyata mewujudkan tekad Damri Baru, yaitu 'Berubah dengan Kualitas'," katanya pula.
Selain itu, dilangsungkan penandatanganan Service Level Agreement/Service Level Guarantee (SLA/SLG) antara Perum Damri dan empat perusahaan otobus (PO) swasta lainnya.
"Hal ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan moda transportasi darat yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta," kata Gede.
Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT Angkasa Pura II Ituk Heriarindri menyebutkan ada dua materi utama yang tercantum dan wajib dipenuhi dalam SLA/SLG ini yakni "Service Quality" dan "Service Delivery".
"Service Quality" (kualitas layanan) mencakup beberapa variabel pelayanan seperti keramahan petugas, keamanan dan keselamatan serta kenyamanan.
Sedangkan untuk "Service Delivery" adalah ketersediaan armada dan ketepatan waktu, dan tujuannya adalah untuk memberikan standarisasi pelayananan kepada pengguna jasa moda transportasi di bandara, katanya pula.
"Kami ingin semua moda transportasi yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, apa pun perusahaannya, memiliki standarisasi layanan mulai dari kondisi fisik kendaraan, fasilitas hingga pelayanan petugas di dalam bus," kata dia.
Ia meminta agar seluruh pengelola pemadu moda transportasi darat komitmen terhadap SLA/SLG yang telah ditandatangani, sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pengguna jasa.
"Kami tidak akan main-main. Kami akan evaluasi penerapan SLA/SLG ini secara periodik. Jika memang terbukti tidak dapat memenuhi standar yang telah disepakati, tentu akan ada konsekuensinya," ujar dia.(iaf)