INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih meminta Kementerian/Lembaga terkait untuk meningkatkan anggaran program santripreneur di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).

Advertisement

"Sampai akhir tahun ini anggaran untuk program santripreneur sebesar Rp10 miliar. Untuk tahun depan kami minta agar ditingkatkan (Rp15 miliar), karena program ini bagus dan sesuai arahan Bapak Presiden," kata Gati kepada Industry.co.id di Jakarta, Selasa (26/11).

Dijelaskan Gati, program santripreneur merupakan salah satu wujud konkret dari upaya pemerintah dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan para santri di Pondok Pesantren.

Advertisement

Selain itu, tambah Gati, pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia.

"Pondok pesantren memiliki  peran sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Gati mengungkapkan, dari tahun 2013 hingga saat ini, program santripreneur telah menjangkau 45 Pondok Pesantren di seluruh Indonesia dan telah menelurkan lebih dari 8.000 santripreneur.

"Tahun ini sudah kami sudah menjalankan program santripreneur di 20 Ponpes, dan insya allah Desember nanti kita juga akan gelar Bimtek di Ponpes Malang," terangnya.

Advertisement

"Tahun 2020, kita maunya naik 10 persen untuk jumlah ponpesnya, inginnya sih naik 100 persen, tapi jika melihat anggarannya sepertinya tidak mungkin. Makanya kita minta ditingkatkan anggarannya," tutup Gati.