Sampai Kapan Pengemudi Mabuk Dibiarkan Memakan Korban? 

Oleh : Wiyanto | Jumat, 15 November 2019 - 18:21 WIB

Ilustrasi kecelakaan (Foto Istimewa)
Ilustrasi kecelakaan (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Insiden tabrak lari yang memakan korban pengendara skuter listrik di area Gelora Bung Karno, Jakarta, kembali menyadarkan kita mengenai bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang. Kasus ini adalah kasus yang kesekian kali terjadi di Jakarta. 

Sebagaimana diberitakan, Minggu (10/10) dini hari telah terjadi kecelakaan yang menewaskan dua orang pengendara Grabwheels dan mencederai empat orang lainnya. Dalam pemeriksaan polisi terungkap bahwa tersangka pengemudi, DH, mengendarai mobil yang melaju kencang dalam pengaruh alkohol. Menurut korban yang selamat DH sama sekali tidak berusaha menolong korban, melainkan langsung tancap gas melarikan diri. 

Fajar Wicaksono, salah satu korban yang selamat menyebut pelaku memberikan keterangan bohong kepada polisi. Menurutnya, pelaku tak pernah membantu korban seperti yang disampaikan polisi.

“Enggak benar keterangan dia (pelaku) yang bilang sempat berhenti dan bantu korban. Sama sekali enggak ada yang turun,” kata pemuda yang akrab disapa Ajay ini di Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

Ajay menjelaskan pelaku bahkan tidak menghentikan mobilnya walau ada korban yang tersangkut di kap mobilnya. Tersangka hanya melambatkan mobil dan membiarkan tubuh Bagus, salah seorang korban, jatuh dengan sendirinya sebelum akhirnya tancap gas kembali. 

Soal DH sempat berhenti dan menolong korban juga dibantah oleh salah satu korban selamat bernama Wulan. Menurut dia, DH memang sempat berhenti tapi hanya untuk menurunkan tubuh salah satu korban yang sempat tersangkut di atas kap mesin mobil. 

Fakta bahwa tersangka DH mengemudi di bawah pengaruh alkohol disampaikan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar. Hal ini diketahui usai polisi memeriksa urin DH. 

DH disangka melanggar Pasal 310 Undang-Undang lalu Lintas dan Angkutan Jalan  karena disangka melanggar Pasal 310 ayat 4 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya ayat (4) yang berbunyi: “Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).” Sekiranya terbukti melakukan tabrak lari, DH diancam pidana penjara paling lama 12 tahun.

“Kalau dari pemeriksaan urin, tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi memang dia (mengendarai mobil) dipengaruhi alkohol,” ungkap Fahri. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelaku Bisnis USA Sambut Baik Percepatan Perbaikan Iklim Investasi Indonesia

Sabtu, 07 Desember 2019 - 09:00 WIB

Pelaku Bisnis USA Sambut Baik Percepatan Perbaikan Iklim Investasi Indonesia

Pelaku bisnis Amerika Serikat menyambut baik gebrakan Kabinet Indonesia Maju dalam memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Hal tersebut diutarakan sejumlah pengusaha AS dalam forum “Indonesia…

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sabtu, 07 Desember 2019 - 07:00 WIB

UNEP : 76% Karhutla 2019 di Lahan Terlantar

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Programme (UNEP) mengeluarkan data terbaru yang menyatakan luasan hutan dan lahan terbakar pada tujuh provinsi di…

BKPM Kembali Gelar Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan KPBU Pengembangan Kawasan Jogja Agro Techno Park

Sabtu, 07 Desember 2019 - 07:00 WIB

BKPM Kembali Gelar Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan KPBU Pengembangan Kawasan Jogja Agro Techno Park

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas serta Kantor Bersama Kerjasama…

Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati

Sabtu, 07 Desember 2019 - 06:00 WIB

Untung Surapati akan Merehab Rumah Bung Karno di Surabaya

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, Surabaya memiliki peran penting. Selain sebagai kota perdagangan dan kota maritim, Surbaya juga menjadi kota pahlawan yang menyimpan berbagai sejarah…

Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Sabtu, 07 Desember 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI : Gunakan Filosofi Ala Bisa Karena Biasa

Gunakan filosofi “ala bisa karena biasa” yang berorientasi pada azas tujuan dalam pembinaan, dengan pengembangan sistem dan metoda latihan yang berkelanjutan serta evaluasi dari setiap tahapan…