Tak Lagi Bakar Lahan, Petani Desa Mengkiang ini Sukses Tingkatkan Pendapatan

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 15 November 2019 - 13:29 WIB

Daniel (tengah), berfoto bersama Penasihat Senior Menteri LHK Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo (kanan) dan Kasubdit Kemitraan dan Masyarakat Peduli Api, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Purwantio, usai menjadi pembicara dalam acara Forum Diskusi Pojok Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (13/09).
Daniel (tengah), berfoto bersama Penasihat Senior Menteri LHK Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo (kanan) dan Kasubdit Kemitraan dan Masyarakat Peduli Api, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Purwantio, usai menjadi pembicara dalam acara Forum Diskusi Pojok Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (13/09).

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Daniel (37), petani asal Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang, Sanggau, Kalimantan Barat, membagikan kesuksesannya meningkatkan pendapatan dan produktivitas tanah setelah meninggalkan teknik pembukaan lahan dengan cara dibakar dan berpindah-pindah. Hasil pertanian yang sebelumnya hanya digunakan untuk konsumsi keluarga, kini mampu memberikan penghasilan hingga Rp1 juta per minggu.

“Teknik pembukaan lahan dengan cara dibakar dan berpindah-pindah masih kerap dilakukan petani di daerah saya, karena dianggap sebagai tradisi turun-temurun dan lebih efisien. Padahal, jika dilihat jangka panjang, pertanian tanpa pembakaran justru menghasilkan lebih banyak keuntungan," kata Daniel yang diundang menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Pojok Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (13/11).

Daniel juga dikenal sebagai motor penggerak dalam melakukan transformasi praktik bertani di lingkungan sekitarnya. "Dia adalah orang pertama dan yang paling konsisten menerapkan praktik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) di Kabupaten Sanggau," kata Kubin, Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sanggau.

Saat ini di Dusun Sungai Langer setidaknya sudah ada 20 kepala keluarga yang mengikuti jejak Daniel, melakukan pembukaan lahan tanpa bakar.

Keberhasilan Daniel melakukan pembukaan lahan tanpa bakar tidak lepas dari peran dan binaan PT Finanntara Intiga, unit bisnis Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di Kalimantan Barat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Daniel melakukan pembukaan lahan tanpa bakar dengan metode Sanggau Farming System (SFS). Melalui metode ini Daniel mampu meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus berkontribusi memelihara kelestarian alam dan lingkungan sekitar.

“Sanggau Farming System mempunyai dua prinsip, yakni prinsip penghasilan dan prinsip penataan. Prinsip penghasilan, kami membaginya menjadi penghasilan harian, bulanan, dan tahunan. Sedangkan untuk prinsip penataan, ada 5 hal yang perlu dilakukan oleh petani yaitu tata ruang, tata waktu, tata kelola, tata pengairan, dan tata niaga,” lanjut Daniel.

Selain tanpa bakar, SFS juga diterapkan tanpa berpindah-pindah. Lahan dibagi ke dalam beberapa area atau jalur untuk menciptakan variasi tanaman sehingga lahan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Usaha Daniel bukan pertama kalinya mendapat pengakuan. Pada tahun 2017 lalu, Daniel mewakili desanya menerima penghargaan Program Kampung Iklim dari KLHK atas kesuksesannya memelopori teknik pertanian tanpa bakar.

"Saat ini saya tidak peduli berapa rupiah yang saya hasilkan, yang terpenting, saya beserta keluarga sudah berubah dari berladang berpindah-pindah (dengan membakar) menjadi menetap (tanpa bakar)," ungkap Daniel.

APP Sinar Mas menjalankan program DMPA dengan mendukung masyarakat untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpang sari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan; serta industri kecil-menengah untuk olahan pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.

Program DMPA di Kalimantan Barat telah memberikan pendampingan terhadap 329 kepala keluarga di 18 desa dengan target tambahan 3 desa hingga akhir tahun 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri gelas kaca (ist)

Selasa, 07 Juli 2020 - 18:15 WIB

Industri Gelas Kaca Minta Pemerintah Hapus Ambang Batas Minimum Pemakaian Gas

Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) sangat mengharapkan agar batas minimum pemakaian gas dapat dihilangkan. Pasalnya, sejumlah produsen gelas kaca masih belum bisa berproduksi secara normal.…

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Ist)

Selasa, 07 Juli 2020 - 18:00 WIB

Pelatih Robert Alberts Senang Seluruh Pemain Persib Lolos Tes Corona

Hasil tes Covid-19 pemain Persib Bandung dengan cara Swab/PCR menyatakan negatif. Dokter tim Rafi Ghani memberikan keterangan lebih lanjutnya Senin (6/7/2020). Selain pemain, staf pelatih dan…

OLX Autos

Selasa, 07 Juli 2020 - 17:15 WIB

Amankan Pasar Mobil Bekas, BeliMobilGue Ganti 'Baju' Jadi OLX Autos

BeliMobilGue (BMG) hari ini mengumumkan perubahan nama (rebranding) menjadi OLX Autos Indonesia (OLX Autos), mengukuhkan posisinya sebagai bagian dari OLX Indonesia. Perubahan ini sekaligus…

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta

Selasa, 07 Juli 2020 - 17:06 WIB

Wuih...OJK Lakukan Penyegaran Pegawai

Otoritas Jasa Keuangan melakukan sejumlah penyegaran pegawai di lingkungan satuan kerja agar dapat mengakselerasi kebutuhan penanganan pandemi Covid 19.

Ilustrasi Pendaftar CPNS

Selasa, 07 Juli 2020 - 17:05 WIB

Pemerintah Mendadak 'Setop' Penerimaan PNS Baru, Ada Apa?

Pemerintah tidak akan membuka penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam dua tahun ke depan, kecuali untuk penerimaan sekolah kepolisian dan militer.