INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perseroan Terbatas Bank Rakyat Indonesia Tbk akan meningkatkan bisnis di Hong Kong yang semula berupa kantor representatif menjadi kantor cabang penuh dengan penambahan layanan perbankan untuk segmen bisnis, tidak hanya layanan remitansi.
Setelah menjadi kantor cabang, bisnis BRI di Hong Kong akan melayani pengajuan kredit, termasuk juga untuk pembiayaan perdagangan (trade finance), kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Jakarta, Rabu (15/3/2017)
"Mungkin awal tahun depan ke Hong Kong, kami ingin 'upgrade' yang lama, menjadi 'full branch office'," ujar Haru usai rapat umum pemegang saham.
BRI yang sahamnya mayoritas dimiliki pemerintah, kata Haru, ingin menyasar pebisnis warga Indonesia di Hong Kong dan Cina (Tiongkok). Selama ini, kantor representatif BRI di Hong Kong lebih banyak berbisnis remitansi dengan sasaran tenaga kerja Indonesia.
Haru mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melengkapi administrasi untuk mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan dan juga otoritas terkait di Hong Kong.
Namun, Haru masih enggan memerinci berapa modal yang disiapkan untuk perluasan bisnis di Hong Kong.
Terdapat dua rencana bisnis ekspansi BRI ke luar negeri dalam waktu dekat. Selain ekspansi ke Hong Kong, BRI juga akan berkolaborasi dengan Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya untuk membangun jaringan bisnis di Malaysia.
Seperti diketahui, kesempatan perluasan bisnis ke Malaysia terbuka setelah OJK dan Bank Negara Malaysia menyepakati perjanjian bilateral asas resiprokal sebagai langkah untuk implementasi ASEAN Banking Integration Framework.
"Ke Malaysia, jumlah modal yang dibutuhkan sangat besar. Kami akan 'sharing' (berbagi)," tukas Haru seperti dilansir Antara.
BRI menargetkan pada tahun 2017 bisnis dapat bertumbuh lebih pesat. Kredit ditargetkan emiten bersandi BBRI itu dapat tumbuh 12 s.d. 14 persen pada tahun ini.