IPW Apresiasi TNI-Polri Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Oktober 2019 - 09:40 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjono bersama Kapolri Tito Karnavian (Foto Dok Industry.co.id)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjono bersama Kapolri Tito Karnavian (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ind Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada TNI, Polri, dan intelijen yang berhasil membuat acara pelantikan Presiden Jokowi di Gedung DPR MPR Jakarta berjalan lancar dan aman, padahal sebelumnya Papua dan Jakarta sempat dilanda aksi demo yang berujung dengan kerusuhan dan aksi pembakaran.

“Keberhasilan ini tak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang tinggi di jajaran aparat, dalam mengunci kantong kantong radikalisme yang sempat mengancam akan melakukan aksi demo serta berniat menggagalkan acara pelantikan presiden,” ujar Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch, Senin (21/10/2019)

Di sisi lain, lanjut Neta menjelang pelantikan presiden Polri sangat agresif memburu kantong kantong terorisme dan menciduk pihak pihak yang berpotensi menebar aksi teror di ibukota.

Memang menjelang pelantikan presiden, Polri melakukan "pagar betis" di berbagai tempat  Situasi ini harus dilakukan Polri agar jajaran kepolisian benar benar menjamin keamanan masyarakat, terutama di ibukota Jakarta. Tujuannya, agar puncak acara Pilpres 2019 itu benar benar aman dan sukses. Jaminan keamanan ini sangat dibutuhkan masyarakat luas karena di sepanjang proses Pilpres 2019 negeri ini diwarnai konflik, kerusuhan, amuk massa, dan teror. Tentunya siapa pun tidak ingin "penumpang gelap" bermunculan dan beraksi membuat kekacauan saat pelantikan presiden. Sebab itu jajaran kepolisian super aktif melakukan berbagai razia untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini. Selain itu polisi juga melakukan berbagai penangkapan terhadap kelompok yg diduga teroris, kantong kantong radikal terorisme juga disapu bersih agar mereka tidak menjadi "penumpang gelap" yg membuat kekacauan saat pelantikan presiden.

“IPW menilai, sejauh ini operasi cipta kondisi yg dilakukan Polri bersama jajaran intelijen masih dalam koridor SOP untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat luas. Sebab, jika Polri tidak berbuat maksimal dan kemudian terjadi aksi teror dan kekacauan, seperti di sejumlah daerah di Papua, masyarakat juga akan menyalahkan polisi dan menganggap jajaran kepolisian tidak becus memberi jaminan keamanan pada masyarakat luas,” ujar Neta

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pupuk Indonesia Serahkan Ruang Training Center Kampus ITS Surabaya

Jumat, 15 November 2019 - 12:00 WIB

Pupuk Indonesia Serahkan Ruang Training Center Kampus ITS Surabaya

PT Pupuk Indonesia (Persero) secara resmi melakukan serah terima bantuan renovasi ruang Training Center Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Gedung Riset Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember…

Pelindo 1 Tanda Tangani HOA Optimalisasi Pelabuhan Kula Tanjung

Jumat, 15 November 2019 - 11:40 WIB

Pelindo 1 Tanda Tangani HOA Optimalisasi Pelabuhan Kula Tanjung

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersama Port of Rotterdam Authority dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co, Ltd. menandatangani Head of Agreement (HoA)…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 15 November 2019 - 11:32 WIB

Kepada Mahasiswa Teknik Sipil, Menteri Basuki Berpesan Fokus Tingkatkan Kompetensi Teknis

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memotivasi ratusan mahasiswa teknik sipil dari berbagai Perguruan Tinggi yang hadir pada acara Campus Goes to PUPR di Gedung…

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 10:57 WIB

Bank Bukopin Gelar Program Buy 1 Get 1 Nonton Charlie’s Angels

Denpasar – Bank Bukopin hari ini menggelar program nonton bareng (Nobar) film ‘Charlie’s Angels’ di 7 kota dengan promo Buy 1 Get 1 (senilai Rp1,-) untuk pembayaran menggunakan aplikasi…

Jalan Margonda Depok

Jumat, 15 November 2019 - 10:05 WIB

Tahun Depan, Jalan Margonda, Daan Mogot dan Kalimalang Bakal Berbayar

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem jalan berbayar  atau electronic road pricing (ERP) pada tahun 2020. Pada tahap awal, jalan berbayar akan diterapkan…