Keindahan Ada di Villa Telaga Rae Waya

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Oktober 2019 - 12:00 WIB

Keindahan Ada di Villa Telaga Rae Waya
Keindahan Ada di Villa Telaga Rae Waya

INDUSTRY.co.id -Minahasa- Langit cerah pagi itu Matahari di ufuk timur memantulkan cahayanya cukup terik. Sinar sang surya memantul di dua telaga besar yang dikelilingi sejumlah nyiur melambai di tengah hamparan sawah menghijau yang luas. Pemandangan yang indah dan meneduhkan itu bisa kita nikmati di Villa Telaga Rae Waya, di Desa Kaima, Kabupaten Minahasa Utara.

Namun pagi yang tenang itu mulai gaduh dengan datangnya masyarakat dari berbagai lapisan. Tujuan mereka bukan sakadar menikmati eksotiknya Vila Telaga Rae Waya. Mereka ingin menemui sang pemilik Villa Telaga Rae Waya, Joune Ganda SE.

Joune Ganda adalah sosok pengusaha nasional yang dilahirkan di Kaima. Vila yang tenang dengan udara yang bersih, menjadi tempatnya bersama keluarga beristirahat dari kepenatan ibukota dengan kesibukannya sebagai seorang pengusaha besar nasional.

Namun datangnya masyarakat di vila tenang itu, tidak membuat istirahat Joune Ganda terganggu. Pria enerjik berperawakan atletis ini dengan sukacita melayani tamu-tamunya. Dia malah terlihat bersemangat mendengar dan berkomunikasi dengan kalangan masyarakat tanpa membedakaan stratifikasi.

Di sisi lain, bagi masyarakat, Joune Ganda adalah sebuah asa yang diimpikan yang akan membawa perubahan dalam menjawab berbagai persoalan kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara saat ini. Pria tampan itu diharapkan bisa menjadikan Minut jauh lebih baik dari sekarang ini.

Asa dan impian ini tentunya menjadi sebuah tantangan yang  tak mudah bagi seorang Joune Ganda. Sebagai pengusaha yang mapan, dia kini harus menyingkirkan zona kenyamanannya untuk memberi diri bagi masyarakat, memberi solusi dan berbagi. Harapan yang besar masyarakat Minut di pundaknya, membuat Joune Ganda terpanggil sebagai putera Tonsea untuk membangun tanah kelahirannya.

Dedikasi yang ditunjukkan Joune Ganda membuat masyarakat yang belum mengenalnya bertanya. Seperti apa sosoknya? Tak terkecuali kalangan akademisi yang datang bertamu dengan melontarkan pertanyaan “Apa yang membuat Joune Ganda ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Minut?.”

Jawabannya cukup mencengangkan. Simple namun menyentuh langsung persoalan utama kebutuhan manusia.  “Saya saat ini sudah merasa sejahtera, dan saya ingin membuat masyarakat sejahtera,” kata pria yang sebelum dikenal seperti sekarang ini, sudah terlebih dahulu membangun berbagai destinasi pariwisata di Minut (Rae Waya Hills) dan di Bitung (Kasuari).

Dia pun mengurai, kesejahteraan itu bisa diukur dari parameter per itemnya. Yakni kesejahteraan pangan, sandang dan papan. “Jika ketiga itu sudah terpenuhi, kita akan melihat lagi kebutuhan tertiernya (masyarakat),” kata dia. Hal kedua yang tak kalah penting, Joune mengatakan, untuk menjadi pemimpin, suatu konsekuensi dan keharusan yang harus dilakoni adalah tulus “melayani masyarakat”.  “Pejabat itu tugasnya melayani masyarakat,” ungkapnya, seperti dilansir Komentaren.net.

Sedangkan dalam tataran kepemerintahan, kata yang diungkapkannya adalah bagaimana menciptakan “Good Governance” yang akhir-akhir ini kerap disoroti. Semuanya harus sesuai dengan sistem dan aturan berjenjang agar pelayanan terhadap masyarakat terarah dan fair. Sedangkan persoalan keempat yang ada dalam benaknya ketika dipercayakan mayarakat untuk dilakukan, adalah meningkatkan daya saing daerah. “Tak hanya daya saing daerah dengan kabupaten/kota lain di Sulut, namun secara nasional,” katanya yang miris bahwa Minut dengan segala potensi kekayaan alam dan kemampuan warganya yang smart secara genetika, saat ini tertinggal dibanding daerah lainnya.

“Empat persoalan ini dulu (dibenahi), jangan terlalu muluk-muluk. Semuanya nanti akan mengikuti,” kata Joune Ganda yang disebut-sebut sebagai calon kuat Bupati Minut di Pilkada 2020 yang akan diusung PDIP.

Dan dia tak sekadar beretorika. Meski belum masuk pada pusaran kekuasaan pemerintahan pun, Joune Ganda sudah melakukan berbagai gebrakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dengan menyediakan transportasi gratis, membantu rumah ibadah, membantu siswa menabung, serta memberi ‘trigger’ dalam usaha perekonomian dengan membangun peternakan  ayam modern di Desa Patokaan, Talawaan, Minut. “Bantuan ini murni dan tulus dari kami sekeluarga, soal politik itu nanti urusan kedua,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulut bidang ekeonomi ini.

Pujian dan apresiasi pun tak hanya datang dari masyarakat yang telah merasakan sentuhan tulus Joune Ganda. Gubernur Sulut Olly Dondokambey pun angkat bicara mengapresiasi ketulusannya, sekaligus memberi signal dukungan penuh baginya untuk membangun Minut.      

“Saya senang pak Joune Ganda nyatakan sikap ingin maju. Memang begitu kalau mau jadi calon, saya lihat pak Joune Ganda ‘nyanda pura-pura’ (tidak munafik). Saya akan perjuangkan pak Joune Ganda untuk calon PDI Perjuangan di Pilkada Minahasa Utara,”  tukas Olly Dondokambey.

Joune pun dengan kesahajaannya mengatakan, bahwa keinginannya membangun daerah, juga terinspirasi dengan pemberian diri sosok Olly Dondokambey. Itulah juga yang membuatnya menerima untuk terpanggil mensingsingkan lengan membantu PDIP  yang dilihatnya sebagai parpol yang memiliki jaringan kekuasaan yang kuat dalam peranannya membangun daerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baginya lewat PDIP, akan tercipta sinergitas yang kuat dalam menjalankan pemerintahan yang kuat dan efektif. Dan itu sudah terlihat dengan berbagai infrastruktur yang jor-joran diberikan pemerintah pusat bagi Sulut, terutama di Minahasa Utara. Kedatangan Presiden Jokowi dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang diberikan bagi Minut adalah bukti sahih yang tak terbantahkan !

Semangat dan keinginan idealisnya yang tulus untuk memberikan bagi masyarakat, terlihat dari sikapnya melayani tamu sejak pagi hingga malam bahkan dini hari. Vilanya yang tenang kini selalu ramai dikunjungi masyarakat, dan Joune Ganda seakan tak pernah lelah untuk terus melayani para tamunya. Antusiasmenya juga terlihat ketika wartawan Komentaren mewawancarainya di lobi vilanya.

Baginya, media massa adalah elemen penting bersama pemerintah untuk memenuhi apa yang diimpikan masyarakat menuju kesejahteraan. Bahkan dia mengatakan, tugas wartawan berat, karena harus memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat terkait persoalan yang harus dituntaskan bersama. Larutnya malam tak membuatnya kendur untuk terus berdiskusi bagi kemaslahatan orang banyak.

Salut bagi Joune Ganda. Dia tak sekadar berkata, namun sudah berbuat. Pasalnya tak sedikit orang yang berkarakter sebagaimana kekuatiran  Herbert Hoover dalam kata bijaknya  “Kata-kata tanpa tindakan adalah pembunuh idealisme”.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sriwijaya Air Nataru

Jumat, 22 November 2019 - 06:00 WIB

Sambut Liburan Nataru, Sriwijaya Air Group Beri Free Baggage Allowance Sampai 20 Kg

Memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, Sriwijaya Air Group kembali menghadirkan program istimewa bagi para pelanggan setianya. Program ini seakan memahami kebutuhan para…

Peluncuran realme 3

Kamis, 21 November 2019 - 21:49 WIB

Jadi Merek Smartphone Paling Cepat Berkembang, realme Masih akan Terus Melaju Kencang

Diperkenalkan ke pasar smartphone Oktober tahun lalu, kemudian menjadi Top 5 di Q2, dan Top 4 di Q3.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 20:05 WIB

Tekan Impor Produk Petrokimia, Kemenperin Rayu SK Group Investasi di Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya melakukan penjajakan peluang investasi sektor industri dari perusahaan-perusahan top di Korsel yang belum memiliki kegiatan produksi di…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 19:30 WIB

Berkontribusi Cukup Signifikan, Industri Kimia Jadi Prioritas

Menperin Agus Gumiwang menyebutkan, industri kimia merupakan satu dari lima sektor yang sedang mendapat prioritas pengembangan, sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 18:46 WIB

Pabrik Anyar Cabot di Cilegon Bakal Tekan Impor Rp 1,5 Triliun

PT. Cabot Indonesia (PT CI) merupakan satu-satunya produsen karbon hitam (carbon black) di dalam negeri, dengan total kapasitas produksi mencapai 90.000 ton per tahun.