Merck-IAI Sepakat Tingkatkan Kapasitas Apoteker

Oleh : Herry Barus | Rabu, 16 Oktober 2019 - 07:00 WIB

Merck Indonesia
Merck Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Jakarta– Peningkatan kapasitas pada tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat penting untuk memastikan layanan kesehatan berkualitas dapat diberikan bagi seluruh masyarakat. PT Merck Tbk (“Merck”) dan Ikatan Apoteker Indonesia (“IAI”) hari ini menandatangani kesepakatan program kerjasama untuk meningkatkan kapasitas apoteker Indonesia secara berkelanjutan. Kesepakatan kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua Umum IAI, Nurul Falah Eddy Pariang, dan Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin, yang disaksikan oleh Regional Vice President Merck Asia Pacific, Andre Musto dan Bendahara Umum IAI, Ellen Wijaya.

Program kerjasama antara Merck dan IAI mencakup bidang kompetensi dasar dan pengetahuan mengenai penyakit kronik seperti diabetes, hipertensi dan gangguan tiroid, serta pembuatan modul mengenai 5 topik yang kemudian dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT). Program yang akan berlangsung mulai Oktober 2019 hingga Juli 2020 ini menargetkan sebanyak 150 orang apoteker peserta ToT di 3 kota besar dan implementasi kepada 1,500 peserta apoteker dari keseminatan HISFARSI (Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit), HISFARMA (Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat) dan HISFARKESMAS (Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat).

Merck Regional Vice President – APAC, Andre Musto, mengatakan “Merck berkomitmen sebagai Global Specialty Innovator termasuk membawa obat-obatan inovatif ke pasar dengan kebutuhan medis yang tidak terpenuhi. Kami mendedikasikan diri untuk pasien, tenaga kesehatan profesional, pemerintah dan sektor kesehatan secara keseluruhan. Sebagai salah satu wujud dari dedikasi tersebut, kami juga berkolaborasi dengan para ahli untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sektor tenaga kesehatan di tempat kami beroperasi. Kolaborasi kami dengan IAI hari ini semakin menegaskan komitmen kami pada pasien dan tenaga kesehatan profesional di Indonesia.”

Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin mengatakan, “Merck sebagai mitra bagi tenaga kesehatan, menemukan adanya kebutuhan peningkatan kapasitas apoteker. Hal ini sangat penting karena peran mereka sebagai lini terdepan yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat luas. Kami sangat mengapresiasi IAI yang telah menyambut baik upaya kerjasama dalam program pengembangan pendidikan berkelanjutan atau Continuous Professional Development (CPD) untuk para apoteker. Dukungan yang diberikan Merck dalam kerjasama ini berupa referensi materi untuk pembuatan modul pelatihan terakreditasi oleh IAI, dan dukungan logistik pelaksanaan program kepada 1.650 apoteker.”

 

Ketua Umum IAI, Nurul Falah Eddy Pariang, mengatakan, “Pada dasarnya, tenaga kesehatan di Indonesia memiliki 4 isu utama, yaitu jumlah tenaga kesehatan yang masih kurang, distribusi tenaga kesehatan tidak merata, kualifikasi pendidikan dibawah mencukupi dan mutu atau kualitas yang belum memadai. Apoteker memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pasien melalui pelayanan kefarmasian. Salah satunya adalah memberikan konseling kepada pasien dan masyarakat terkait penggunaan obat yang benar. Saat ini tantangan yang dihadapi oleh apoteker sangat banyak, salah satunya perkembangan dunia kesehatan yang sangat cepat. Dengan demikian, peningkatan kompetensi diri harus dilakukan secara terus menerus sehingga mampu memberikan kualitas layanan kefarmasian yang up to date.”

 

Lebih lanjut Nurul Falah mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Merck untuk mendukung peningkatan kapasitas apoteker Indonesia. Dalam program kerjasama dengan Merck ini, IAI akan memberikan akreditasi bagi para apoteker yang telah mengikuti pelatihan, merekomendasikan tenaga pengajar (fasilitator) dan secara konsisten memonitor perkembangan para anggotanya. Harapannya program ini dapat terus berlanjut dan dapat menjadi standar baru di bidang layanan farmasi Indonesia.”

Tentang Merck

Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka, beroperasi di bidang kesehatan, life science, dan performance materials. Sekitar 56.000 karyawan bekerja untuk membuat perbedaan positif bagi jutaan orang setiap hari dengan menciptakan cara hidup yang lebih menyenangkan dan berkelanjutan. Merck ada dimana-mana, dari memajukan teknologi pengeditan gen dan menemukan cara unik untuk mengobati penyakit yang paling menantang hingga memberikan kecerdasan kepada perangkat-perangkat teknologi. Pada 2018, Merck menghasilkan penjualan sebesar € 14,8 miliar di 66 negara.

Eksplorasi di bidang sains dan kewirausahaan yang bertanggung jawab telah menjadi kunci bagi kemajuan sains dan teknologi Merck. Inilah bagaimana Merck berkembang pesat sejak pendiriannya pada tahun 1668. Keluarga pendiri tetap menjadi pemilik mayoritas perusahaan publik. Merck memegang hak global atas nama dan merek Merck. Satu-satunya pengecualian adalah Amerika Serikat dan Kanada, di mana sektor bisnis kesehatan Merck beroperasi sebagai EMD Serono, bisnis life science MilliporeSigma, dan EMD Performance Materials.

Di Indonesia, PT Merck Tbk didirikan pada 14 Oktober 1970. Bertransformasi menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas saham dimiliki oleh Grup Merck yang berkantor pusat di Darmstadt, Jerman. Untuk informasi lebih lanjut tentang PT Merck Tbk, silakan kunjungi www.merck.co.id

Tentang Ikatan Apoteker Indonesia

Nama Ikatan Apoteker Indonesia ditetapkan pada Kongres Nasional ISFI XVIII, tanggal 8 Desember 2009 di Jakarta, yang merupakan kelanjutan dari nama Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia yang ditetapkan pada Kongres VII Ikatan Apoteker di Jakarta, tanggal 26 Februari 1965, yang juga merupakan kelanjutan dari Ikatan Apoteker yang didirikan pada tanggal 18 Juni 1955.

Ikatan Apoteker Indonesia adalah satu-satunya Organisasi Profesi Apoteker di Indonesia yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-17.AH.01.07 Tahun 2013 tanggal 13 Februari 2013 tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan yang menetapkan, memberikan pengesahan Akta Pendirian: IKATAN APOTEKER INDONESIA disingkat IAI. Hingga saat ini Ikatan Apoteker Indonesia telah menghimpun 78.000 Apoteker di seluruh Indonesia.

Ikatan Apoteker Indonesia mempunyai tujuan: (1) menyiapkan Apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berbudi luhur, profesional, memiliki semangat kesejawatan yang tinggi, dan inovatif, serta berorientasi ke masa depan; (2) membina, menjaga dan meningkatkan profesionalisme Apoteker sehingga mampu menjalankan praktik kefarmasian secara bertanggung jawab, dan; (3) memperjuangkan dan melindungi kepentingan anggota dalam menjalankan praktik profesinya. Informasi lebih lanjut tentang Ikatan Apoteker Indonesia bisa dilihat di www.iai.id.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:40 WIB

Genjot Program Santripreneur, Kemenperin Siapkan Anggaran Capai Rp10 Miliar

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) semakin gencar menciptakan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) melalui program…

Presiden Direktur BCA Syariah Jhon Kosasih bersama direksi lainnya

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:25 WIB

2020, Pertumbuhan BCA Syariah Dibidik 15 Persen

PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Elnusa Petrofin

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:23 WIB

Elnusa Petrofin Dukung Peningkatan Keselamatan Distribusi BBM

PT Elnusa Petrofin (EPN) terus melakukan terobosan untuk menjaga dan meningkatkan faktor keselamatan khususnya dalam menghantarkan BBM Pertamina ke seluruh pelosok negeri mencakup keselamatan…

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:09 WIB

Anggota IRRI Tertarik Terapkan Agriculture War Room

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell mengunjungi Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian, Selasa (18/2).

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:01 WIB

Komposisi Pembiayaan BCA Syariah Terbesar ke Komersil

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah di Desember 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meninggat 15,2% secara yoy sementara industri perbankan syariah tumbuh 11,6% yoy (data November 2019).