Usaha Jagung Manis Fantastic Melejit, Marianus Ungkap Rahasia Mencapai Sukses

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:09 WIB

Marianus Nuban, Asal Pulau Lembata-Flores NTT, sukses menjadi Pengusaha Jagung Manis Fantastic di Jakarta dengan omset Miliaran per bulannya.
Marianus Nuban, Asal Pulau Lembata-Flores NTT, sukses menjadi Pengusaha Jagung Manis Fantastic di Jakarta dengan omset Miliaran per bulannya.

INDUSTRY.co.id - Marianus Nuban bukan saja berhasil meraih mimpinya, tetapi menjadi pengusaha  dengan ratusan mitra  yang tersebar di seantero Jabodetabek.

Kisah Marianus Nuban dalam membesut usaha Jagung Manis,  sungguh fantastis dan mencengangkan.  Perjalanan hidupnya berputar 360 derajad. Dari seorang Satpam, kini menjelma sebagai seorang bos yang beromset miliaran rupiah per bulan lewat usaha Jagung Manis Fantastic.

Episode perjuangan hidupnya di setiap babak  bak air mengalir, diceritakannya  dengan penuh warna. Sosok  energik ini, memulai usahanya dari  nol. Ketekunannya memperjuangkan mimpi, membuat namanya kian populer di kalangan pelaku bisnis tanah air. Ia adalah  diaspora NTT yang membanggakan sehingga menjadi role model bagi anak anak Indonesia timur yang ingin jadi pengusaha mandiri.

Marianus Nuban bukan saja berhasil meraih mimpinya, tetapi menjadi pengusaha  dengan ratusan mitra  yang tersebar di seantero Jabodetabek. Bahkan mitranya kian menggurita,  menyebar ke seluruh kota-kota besar di tanah air.

Anak pasangan petani ladang kering ini, tidak sekadar sukses membesarkan usahanya, namun berperan sebagai roda penggerak ekonomi bangsa, mampu menyerap ratusan tenaga  kerja di seluruh Indonesia dan usahanya menjadi saluran berkah bagi banyak orang.

Namun patut dicatat, apa yang dicapai lelaki berkulit hitam kelahiran 27 April 1974 di Pulau Lembata-Flores, NTT, itu bukan semudah membalikan telapak tangan. Tapi melalui perjuangan panjang dan penuh lika liku.

Jagung Manis Fantastic adalah puncak dari usaha yang dibesutnya dan meraih sukses. Namun, Marianus bukan tanpa mencoba. Sudah banyak  ragam usaha pernah digeluti, seperti usaha jualan sepatu, dagang somai, menyediakan les sempoa dan usaha lainnya dan tidak dilanjutkannya karena merugi.

Namun Kerja keras, kerja cerdas dan berani untuk terus mencoba. Ia  jatuh dan bangkit lagi serta tidak takut gagal,  rupanya menjadi kunci kesuksesan Marianus Nuban di kancah bisnis.

Anak pertama dari tujuh saudara yang semuanya laki-laki, itu, pada tahun 1994 memutuskan untuk  merantau ke tanah Jawa. Awalnya Marianus berlabuh di Daerah istimewa  Jogyakarta.

Bermodal ijazah STM (sekolah teknik menengah),  ia kemudian memutuskan untuk  kuliah di jurusan teknik pada sebuah Universitas swasta di kota Gudeg itu. Namun sejurus perjalanan waktu, karena terhambat masalah keuangan, marianus berhenti dari bangku kuliah dan memutuskan hijrah ke Jakarta. Di kota metropolitan rupanya menjadi babak awal perjuangannya.

Ia mau bekerja apa saja untuk bertahan hidup di Jakarta. Pekerjaan awal yang didapatnya adalah menjadi Satpam. Gaji tidak cukup, membuat Marianus sering menjadi kenek apabila ada yang membangun rumah. Namun hari-harinya, selalu diselimuti perasaan bahwa pekerjaan dengan standar gaji yang diterimanya setiap bulan, tidaklah cukup menolong kehidupannya.

“Syarat menjadi satpam adalah orang harus jujur dan baik. Namun gajinya kecil. Saya berpikir betapa murahnya sebuah kejujuran,” ujar Marianus, dalam obrolannya dengan kormen barus, wartawan industry.co.id.

Untuk menambah penghasilan dari pekerjaaan sebagai satpam, Marianus nyambi berjualan sepatu dengan memanfaatkan kepercayaan yang diberikan pengrajin sepatu di kawasan Industri kecil Cakung. Sehabis bertugas jaga, Marianus menyempatkan diri ke kawasan sudirman-Thamrin dan Gatot Subroto dan menawarkan model sepatu seperti yang ada dalam brosur.

Agar lancar dalam penjualan, Marianus  membangun kerjasama dengan para ofiice Boy (Ob) dan Satpam  di setiap gedung di Kawasan segi tiga emas itu, dengan cara membagi hasil. “Walaupun penjualannya saat itu tak sedasyat Jagung, saya belajar tentang kerjasama, kemitraan itu dari usaha sepatu,”ujarnya, mengenang.

Selain sepatu, Marianus juga menekuni jualan somai, namun usaha itu tak diteruskannya karena kurang laku. Marianus juga sempat membantu sang istri untuk memberikan les sempoa, tapi gagal.

Tahun 2009,  saat berada di Kawasan ITC Kuningan, Marianus memperhatikan aktivitas orang-orang yang sering menanyakan Jagung manis.

Namun jagung manis selalu habis. Ia kemudian bertekad untuk menjalani usaha jagung manis. Apalagi dirinya juga teringat akan kebiasaan sebagian besar orang di kampung halamannya, yang suka sarapan dengan nasi jagung atau produk olahan jagung lainnya.

Ternyata kisah orang yang suka mencari jagung manis di kawasan ITC Kuningan itulah, menjadi salah satu titik penting perjalanan hidupnya.

Menyadari usaha berbasis jagung memiliki prospek yang cerah. Dia pun memperkenalkan brand Jagung Manis Fantastic dengan aneka rasa yang bisa disesuaikan dengan selera konsumen.

Memulai usaha dengan uang Rp 4 juta, ia  membuka gerai  di Hero Bekasi. Setiap harinya  selalu ramai dipadati pembeli. “Jagung manis susu keju aneka rasa ini masih disukai sebagian besar masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya bangga.

Penikmatnya selalu ramai dan mencakup semua segmen, ternyata menyedot perhatian seorang supervisor di tempat itu dan berminat untuk membeli Rp 12 juta apabila Marianus menjualnya. Marianus pun menjualnya karena dengan menjual senilai Rp 12 juta, dia bisa membuka tiga gerai baru.

Tekadnya bulat dan fokus di jagung manis. Marianus kemudian memutuskan berhenti dari pekerjaan sebagai satpam Kimia Farma. Padahal BUMN Farmasi itu, tengah mempromosikan tugas baru Marianus ke bagian Maintenance.

Rupanya jagung manis racikan Marianus diminati pasar. Usahanya menggelinding cepat. Dalam tempo yang tak lebih dari 6 tahun, Kemitraan yang dibangun membuat gerai dan gerobak Marianus  membengkat.

Sampai dengan tahun 2014 jumlah gerai usahanya sudah mencapai 700 unit di seluruh Indonesia, baik milik sendiri maupun mitra. Sementara jumlah gerobak dorong sampai dengan tahun 2015 mencapai 400 unit di Jabodetabek.

Ada enam menu yang dia tawarkan yakni jagung manis original, pedas, mayonais, barbeque, coklat dan strawberry. Jasuke tersebut disajikan dalam cups (gelas plastik yang digunakan sebagai kemasan untuk menjual jagung manis).

Untuk bahan bakunya, Marianus bekerjasama dengan supplier jagung asal Cirebon, Jawa Barat. Komoditas lokal itu dipilihnya lantaran menurutnya punya rasa yang khas dan kualitas yang baik. Dalam menjual, Marianus selalu memberikan pesan  kepada mitra, agar  meyakinkan konsumen bahwa Fantastic Sweet Corn merupakan camilan sehat.

Kendati pesaingan dalam jagung manis (Jasuke) ketat karena banyak pemain, menurut Marianus Jasuke meraih market share 50 persen di jagung manis sekaligus sebagai market leader.

Jumlah pemainnya pun kata dia sudah banyak dengan rasa jagung manis yang hampir mirip, membuat dirinya melakukan ragam inovasi agar sukses.

Menurut Marianus, faktor lokasi penjualan adalah salah satu kunci sukses yang penting  tanpa mengesampingkan kualitas bahan baku, kemasan, serta kebersihan produk.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Luanada, Generasi Milenial yang ikut meramaikan Konser lagu -lagu 80-90an Hip Hip Hura Hura di Balai Sarbini 6 Desember mendatang (Foto: Amz)

Kamis, 14 November 2019 - 10:04 WIB

Luanada Meski Milenial Tapi Menyukai Lagu-lagu 80-90an Untuk Asah Kemampuan

Salah satu penyanyi yang ikut meramaikan Konser ‘Hip Hip Hura Hura’ yang khusus menyanyian lagu-lagu 80’s-90’s’ pada 6 Desember 2019 mendatang adalah Luanada. Nama ini memang terdengar…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Kamis, 14 November 2019 - 10:02 WIB

Kemenperin Pastikan Penurunan Bunga KUR Bakal Dongkrak Produksi IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR). Hal ini dinilai akan meningkatkan kapasitas produksi industri kecil dan menengah (IKM).

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kamis, 14 November 2019 - 10:00 WIB

Cegah Karhutla, Pemegang Konsesi Harus Dibebani Tanggung Jawab

Pemegang konsesi wajib dibebani tanggung jawab atas setiap peristiwa yang terjadi di area konsesi hutan dan lahan yang dikuasainya. Cara pencegahan ini dinilai efektif dan tidak membutuhkan…

Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca- BPPT

Kamis, 14 November 2019 - 09:55 WIB

BPPT Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca di Das Brantas Jawa Timur.

Malang- Jawa Timur mulai terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), di daerah aliran Sungai Brantas Hulu untuk pengisian waduk Ir Sutami.

Pam Unras Korps Marinir Berhail Seleaikan Tugas di Papua

Kamis, 14 November 2019 - 09:45 WIB

Pam Unras Korps Marinir Berhasil Selesaikan Tugas di Papua

Wakil Komandan (Wadan) Pasmar 1 Kolonel Marinir Muhammad Nadir mewakili Komandan Pasmar 1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr (Han)., menyambut kedatangan personel Satgas Pam Papua…