Kawasan Industri ModernCikande, Pasar Potensial untuk Para Investor

Oleh : Ridwan | Senin, 14 Oktober 2019 - 10:20 WIB

ModernCikande Industrial Estate
ModernCikande Industrial Estate

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kawasan Industri ModernCikande mempunyai suatu konsep ekosistem industri halal,  di mana Modern Halal Valley menyediakan bisnis dari hulu hingga hilir yang akan terhubung dengan pelabuhan yang akan menjadi Hub nya.

Kawasan Industri ModerCikande memiliki ijin lokasi seluas 3.175 Hektar dengan luas lahan yang telah terdevelop 1500 ha. Total tenantnya lebih dari 300 perusahaan, baik multinasional maupun domestik.

Kawasan Industri ModernCikande menjadi kawasan industri yang sangat stategis karena letaknya yang diapit oleh beberapa kota satelit dengan sarana dan prasarana yang sangat lengkap menjadikan kawasan Industri ModernCikande menjadi pasar yang sangat potensial untuk para investor guna mengembangkan perusahaannya baik perusahaan lokal maupun internasional di Kawasan ModernCikande.

Profil tenant di Kawasan Industri ModernCikande sangat beragam. Semua industri ada di kawasan ini. Untuk jumlah negara yang berinvestasi adalah 60% merupakan tenant lokal dan 40% dari multinasional. Profile jenis industry-nya, dari food processing, electronic, steel, automotive, building material,chemical, hingga Pharmaceutical dan sebagainya. Dengan industri food processing yang mengambil bagian paling besar dari beberapa jenis industri lainnya, menjadikan kawasan modern cikande sangat cocok untuk semua industri.

Kawasan Industri ModernCikande mempunyai suatu konsep ekosistem industri halal di mana Modern Halal Valley menyediakan bisnis dari hulu hingga hilir yang akan terhubung dengan pelabuhan yang akan menjadi Hub nya, sebagai tambahan untuk Industri Halal yang dinamakan Modern Halal Valley.

Modern Halal Valley merupakan suatu ekosistem kawasan industri terintegrasi untuk industri halal dengan luasan 500 Hektar.

“Jadi kami menciptakan ekosistem untuk produk lokal yang bersaing dan menjadi tuan rumah di negara sendiri. Kami juga menyediakan produk makanan minuman, obat-obatan dan kosmetika halal secara global dan mendukung industri untuk menciptakan ekosistem halal untuk produksi halal yang efisien, impor, distribusi nasional, dan ekspor ke pasar internasional,” ujar Direktur Utama PT Modern Industrial Estat, Pascall Wilson.

Dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kawasan Industri ModernCikande akan bekerja sama dengan beberapa Universitas yang ada di provinsi banten guna menyiapkan sumberdaya yang sesuai dengan jenis industrinya dan  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di sekitar kawasan Industri.

Terkait dengan sekolah menengah kejuruan, ada beberapa Perusahaan di dalam Kawasan Industri ModernCikande yang memang sudah melakukan kerjasama untuk menyerap tenaga kerja dari SMK di sekitar kawasan industry.

Ada beberapa Balai Latihan Kerja (BLK) juga yang ada di Kabupaten serang dan diharapkan dapat menjadikan sumber daya yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja  di kawasan industry. Hal ini guna mendukung optimisasi dan potensi Sumber Daya Manusia yang lebih baik.

Di Kawasan Industri ModernCikande, kata Pascall Wilson, memiliki area komersial yaitu ruko dan hotel yang dikelola sendiri dan bekerjasama dengan operator dari Swiss -belhotel. Secara global, ModernCikande juga memiliki lini bisnis di residensial dengan membangun perumahan maupun konsep komersial area lainnya.

Industri pendukung tersebut dan di tahun depan, akan memulai membangun sarana kesehatan yaitu rumah sakit umum guna menunjang kelengkapan Kawasan Industri ModernCikande. Baik di komersial maupun residensial akan meningkatkan nilai tambah (value added) kawasan industri dan perusahaan-perusahaan di dalamnya.

Menurut Pascall Wilson, gejolak ekonomi global dan berfluktuatif juga dipengaruhi oleh perang dagang (trade war) Amerika dan China. Hal ini berdampak pada hengkangnya pabrik-pabrik China di Amerika karena dikenakan tarif yang tinggi. Tentunya hal ini membuka suatu peluang bagi Indonesia dan juga beberapa negara lainnya untuk menampung pabrikan tersebut.

Namun demikian hal ini juga harus sejalan dengan kemampuan kawasan industri di Indonesia untuk bersaing dengan kawasan-kawasan industri di Asia yang juga mengincar pasar yang sama.

Pengaruh ini, kata Pascall,  tentunya harus disikapi dengan persiapan yang matang. Selain peran serta dari pelaku kawasan industri tersebut, Pemerintah Indonesia juga harus mempersiapkan amunisi-amunisi paket kebijakan ekonomi yang sedianya akan menarik minat investor asing yang terkena dampak perang dagang tersebut.

“Kawasan Industri melalui HKI harus bersinergi bersama-sama dengan mendorong Pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif dari perang dagang tersebut; dan sebaliknya memaksimalkan potensi yang ada seperti mencari sumber-sumber industri yang tidak berdampak pada kondisi yang terjadi saat ini,”ujarnya.

Kondisi-kondisi tersebut menimbulkan suatu peluang bagi pemain kawasan industri untuk menangkap potensi yang muncul. Sejalan dengan peluang tersebut, dari pihak internal perusahaan memang dalam posisi untuk melakukan ekspansi yaitu penambahan lahan industri.

Pendanaan untuk ekspansi ini, lanjut Pascall,  berasal dari modal usaha perusahaan yang dikembangkan sebagai bagian dari rencana jangka menengah maupun jangka panjang, terkait dengan landbank yang ada sekarang sekitar 1500 ha yang sudah terserap ada masih ada sekitar 1600 ha yang masih akan dikembangkan.

Soal Kinerja Kawasan Industri ModernCikande, menurut Pascall, dalam kurun waktu dua tahun terakhir cukup baik. Menurut laporan Colliers dalam Kuartal Pertama 2019, pihaknya telah membukukan penjualan seluas 67 Hektar, yang mencatatkan Kawasan Industri ModernCikande dengan total penjualan lahan industri terbesar di Jabodetabek.

Di sisi lain pada total tahun 2018, Kawasan Industri ModernCikande membukukan penjualan seluas 30 Hektar yang merupakan capaian yang cukup baik, di tengah lesunya bisnis kawasan industri di Indonesia.

“Harga jual yang ditawarkan di Kawasan Industri ModernCikande sebesar dua juta rupiah per meter persegi. Secara menyeluruh, kenaikan harga lahan berkisar 5-10% per tahun,” ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Hasil Tembakau (IHT)

Senin, 18 November 2019 - 18:15 WIB

Bakal Timbulkan Banyak Pengangguran, Kemenko Perekonomian Tak Sepakat Revisi PP 109/2012

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tidak sepakat dengan wacana revisi Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau…

PT Astra International Tbk (ASII)

Senin, 18 November 2019 - 17:48 WIB

Berburu Kredit Murah di Astra Auto Fest 2019

Pecinta otomotif dan para pemburu diskon hingga bunga rendah dapat menjelajah di Astra Auto Fest 2019 di BSD City 22-24 November 2019.

Gunawan Salim, Project Leader Astra Auto Fest 2019

Senin, 18 November 2019 - 17:34 WIB

Pameran Otomotif Segera Digelar Astra Auto 2019

Astra Auto Fest 2019 digelar 22-24 november 2019 di BSD City. Enam layanan jasa keuangan turut meramaikan event tersebut.

Prof .Dr. Emil Salim

Senin, 18 November 2019 - 17:00 WIB

Biro Oktroi Roosseno Berikan Penghargaan Rosseno Award ke X Kepada Prof. Dr. Emil Salim

Prof .Dr. Emil Salim mengaku bangga sekaligus terharu, di usia senjanya masih ada lembaga bergengsi yang menganugerahi Roosseno Award.

Penthouse mewah Skye by Crown Group

Senin, 18 November 2019 - 16:30 WIB

Crown Group Luncurkan Penthouse Mewah Seharga Rp 45 Miliar di Skye by Crown Group

Pengembang ternama di Australia, Crown Group resmi meluncurkan Penthouse mewah di Skye by Crown Group. Penthouse yang menakjubkan ini menawarkan gaya hidup resor perkotaan yang mewah dan nyaman,…