INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indonesia-Korea Business Summit yang diselenggarakan hari ini dimanfaatkan Presiden Jokowi untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia kepada Konglomerat (chaebol) asal Korea Selatan.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 peserta. Dalam egenda ini juga akan ditandatangani nota kesepahaman promosi investasi antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Korea Trade and Investment Agency (KOTRA).
Presiden Jokowi dalam kesempatan itu menyampaikan peluang investasi empat sektor utama di Indonesia. Diantaranya, sektor-sektor industri, pariwisata, energi dan ekonomi kreatif.
"Perusahaan-perusahaan Korea Selatan telah banyak masuk ke Indonesia ditandai dengan kontribusi mencapai 71 persen dari total investasi selama lima tahun terakhir periode 2012-2016 sebesar US$ 7,5 miliar, " ungkap Jokowi saat membuka acara Indonesia-Korea Business Summit di Jakarta (14/3/2017).
Jokowi menambahkan, Korea Selatan merupakan investor terbesar ketiga yang masuk ke Indonesia setelah Singapura dan Jepang.
"Ke depan saya berharap Korea Selatan dapat terus meningkatkan penanaman modal nya di Indonesia," tambah Jokowi.
Saat ini Korea Selatan telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia dengan volume perdagangan mencapai US$ 16 miliar pada tahun 2015. Sektor-sektor lainnya yang juga potensial adalah sektor ekononi kreatif, energi dan pariwisata.
Khusus ekononi kreatif, Presiden berharap ada kerjasama yang konkret melalui investasi yang dilakukan oleh investor Korea Selatan.
"Mereka terkenal dengan K-Popnya, ditambah dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, saya optimis bahwa kerjasama kedua negara dapat saling menguntungkan," tutup Jokowi.