Dukung Pemerintah Tangani Karhutla, ESRI Gagas ESCC

Oleh : Hariyanto | Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:06 WIB

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto ist)
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan yang terjadi belakangan ini dinilai membambahayakan kualitas udara di Indonesia serta negara tetangga. Sebagai penyedia solusi geospasial terkemuka, Esri Indonesia memiliki program respons bencana khusus yang disebut Emergency Spatial Support Centre (ESSC) dengan membuat instrumen dasbor pemetaan canggih.

Dasbor ini dirancang untuk mendukung otoritas pemerintah dalam mengelola dan merespons dampak kebakaran hutan dan lahan. Program ini bertujuan untuk menyediakan dukungan dan upaya-upaya bantuan dengan menggunakan teknologi dan kecanggihan geospasial ketika kapasitas pada penanganan pertama telah melampaui batas.

ESSC memberi dukungan kepada pemangku kepentingan dalam melakukan respons cepat terhadap bencana nasional, termasuk gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, juga peristiwa erupsi Gunung Agung pada tahun 2017.

Selama masa penanganan bencana tersebut, ahli geospasial dari Esri Indonesia memberikan keahlian dan keterampilan geospasial yang mereka miliki untuk mengembangkan aplikasi pintar. Aplikasi tersebut dapat menyediakan informasi situasional yang kolaboratif bagi lembaga bantuan bencana dan memfasilitasi respons tanggap darurat yang efektif dan terkoordinasi.

“Misi kami adalah untuk mendukung masyarakat dan pemerintah yang terkena dampak dari situasi bencana yang sangat kompleks dengan menyediakan informasi berbasis kecerdasan lokasi,” ujar Dr. A. Istamar, CEO Esri Indonesia dan pendiri ESSC, melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (4/10/2019).

Dalam minggu ini tim ESSC dari Esri Indonesia telah mengembangkan dasbor pemetaan yang mengintegrasikan dan memvisualisasikan data potensi titik panas (hotspot), rentang tingkat kepercayaan, fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta kualitas udara.

Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk memiliki kesadaran situasional yang lebih tinggi pada titik panas utama kebakaran hutan dan mengetahui dampaknya terhadap tingkat kualitas udara di masyarakat. Dengan kemampuan mengidentifikasi risiko kebakaran dapat mendorong lembaga penanganan bencana untuk memprioritaskan risiko tersebut dan segera melakukan pengambilan keputusan.

Selain itu, juga membantu upaya mitigasi, perencanaan, dan kemampuan untuk pengambilan keputusan berbasis data dalam penggunaan sumber daya (tenaga ahli dan logistik).

Menurut Dr. A. Istamar, teknologi geospasial memiliki kemampuan untuk menyajikan data dalam perspektif visual sehingga memberikan kemudahan dalam mengkomunikasikan risiko kepada masyarakat. Hal ini juga memungkinkan pemerintah untuk menganalisa sejumlah kumpulan data dalam menentukan bagaimana risiko tersebut berdampak pada warga, infrastruktur, dan lingkungan.

"Kami memberikan manfaat teknologi geospasial kepada para pengguna perangkat lunak kami, seperti BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyediakan informasi berbasis lokasi dan mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui pihak berwenang dengan menggunakan peta digital yang kuat dan rinci, yang dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan masyarakat luas," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diskusi Big Data secara daring (Doc: Wahdah Institut)

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:12 WIB

Peranan Big Data Seperti Apa Ini Ulasannya

Perkembangan teknologi seakan tidak bisa dihindari lagi. Berkat dorongan inovasi dan pengalaman yang panjang, teknologi diharapkan dapat menjadi jawaban untuk membuat hidup manusia menjadi lebih…

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:11 WIB

Wacana Merger Bank Syariah, INDEF: Konsolidasi Harus Tepat dan Hati-hati

Peneliti senior INDEF, Enny Sri Hartati, menganggap bahwa konsolidasi perbankan BUMN harusnya sudah dilakukan sejak dahulu di Indonesia. Namun hingga saat ini tidak pernah direalisasikan oleh…

Webinar Bertema "Akses Pasar Produk Pangan Indonesia ke Pasar Mesir di Era Pandemi Covid-19"

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:10 WIB

Kemendag Sasar Kawasan Afrika Utara untuk Ekspor Produk Industri Pangan Olahan

Webinar bertema "Akses Pasar Produk Pangan Indonesia ke Pasar Mesir di Era Pandemi Covid-19" digelar pada Kamis (2/7). Webinar terselenggara atas kerja sama Kementerian Perdagangan melalui Direktorat…

Dokter Reisa Tim Komunikasi Covid-19

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:05 WIB

Waspada! Dokter Reisa Ingatkan Seseorang yang Terinfeksi COVID-19, Juga Beresiko Terkena DBD

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan Kasus DBD telah tersebar di 465 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dan mengakibatkan…

Kemensos dan BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:00 WIB

Kemensos dan BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menghadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN)…