INDUSTRY.co.id, Jakarta-Merespon kondisi konflik kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuka Media & Crisis Center di berbagai wilayah (Jakarta, Makassar, Padang, Surabaya dan wilayah lainnya) dengan tujuan untuk memberikan informasi akurat kepada publik sekaligus menjadi tempat pengaduan orang hilang, serta penerimaan donasi. Selain itu, Media dan Crisis Center ini juga ditujukan untuk meminimalisir kabar hoaks yang beredar di masyarakat.

Advertisement

Lukman Azis, Direktur Komunikasi ACT, mengatakan, saat ini ACT telah menyediakan Dapur Umum yang mampu memproduksi 1.000 porsi makanan setiap harinya. Dua ton beras juga telah didistribusikan beserta daging dari lima ekor sapi di titik wilayah.

"ACT juga akan memberikan santunan bagi korban konflik yang meninggal dunia hingga keluarga yang ditinggalkan,”ujar Azis  kepada industry.co.id, di Jakarta, Rabu (2/10/2019)

Advertisement

Selain itu, lanjut Azis, ACT juga mengajak para masyarakat muslim untuk membangun kembali Papua melalui program wakaf.

“Inilah momen tepat untuk menguatkan saudara-saudara kita di Wamena melalui wakaf kita", ujar Lukman Azis.

Advertisement

Ibnu Khajar, selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga menggungkapkan saat ini langkah yang tepat untuk menginventalisir pengungsi agar cepat menemukan keluarganya adalah melakukan pendataan ulang para korban, karena terdapat beberapa pengungsi yang dijemput oleh kerabatnya tanpa sepengetahuan kita, selain itu melakukan penyebaran foto karena ini dinilai efektif untuk menemukan keluarga mereka. Karena sampai saat ini masih banyak yang terpisah oleh kerabat atau keluarganya.

Data yang didapat saat ini 7950 orang mengungsi di Wamena, sedangkan di Sentani 33 jiwa yang meninggal dan 400 ruko yg luluh lantang, banyak di antara anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami traumatik. ACT juga membuka posko medis mobile di bandara-banda seperti di Makasar dan Sumatra Barat. Ujar Wahyu Novyan, selaku Direktur Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Advertisement

Kedepannya ACT juga akan memastikan para pengungsi untuk medapatkan makan, medis, dukungan psikososial, sebagian mereka juga ingin pulang ke kampung halaman mereka salah satunya berasal dari Sulawesi Selatan,  Sumatra Barat,  Ambon, dan Jawa Timur.

Sejumlah 100 dengan dibagi dua kloter pengungsi yang berasal dari Sumatra Barat akan diantar dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Bandara Udara Minangkabau. Tak hanya pesawat, ACT juga menyediakan  kapal kemanusiaan yang menampung sekitar 1000-1500 jiwa.

“Melalui Media dan Crisis Center ini juga sebagai bagian dari kepedulian sebagai elemen masyarakat untuk saling berkumpul sebagai sebuah bangsa dan membangun Wamena kembali seperti semula. Ini bukan saatnya untuk menghujat dan menyalahkan satu sama lain, sudah saat ini kita berkumpul dan bersatu demi keutuhan dan persatuan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Ibnu.