INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus berupaya mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Batik untuk lebih berdaya saing di pasar global.
Pasalnya, IKM batik dan kerajinan menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.
"Untuk itu, Kemenperin terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standarisasi, fasilitasi mesin atau peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (2/10).
Ditambahkan Gati, guna meningkatkan akses pasar IKM batik, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace. Melelui program ini, lanjutnya, produk kerajinan, perhiasan dan batik di dorong untuk memasuki pasar online, sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.
Selain itu, tambah Gati, pihaknya juga terus mendorong agar para perajin batik dapat memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, dan lembaga pembiayaan perbankan atau non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya.
"Dengan demikian, diharapkan industri batik nasional dapat tumbuh signifikan dan daya saingnya meningkat," ungkap Gati.
Ia menjelaskan, di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi, sentra-sentra IKM sebagai basis ekonomi kerakyatan, perlu terus menerus dikembangkan. "Semangat berkarya dan berkreasi perlu difasilitasi melalui kemudahan untuk mempromosikan karya-karya para pelaku IKM," tutupnya.