Amankan Produksi, Kementan Buat Strategi Pengelolaan OPT

Oleh : Wiyanto | Senin, 23 September 2019 - 19:43 WIB

Petani sedang membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Petani sedang membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

INDUSTRY.co.id - Karawang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengamankan produksi tanaman dari serangan organisme penganggu tanaman (OPT) yang terintegrasi secara menyeluruh sejak hulu sampai dengan hilir. Salah satu strategi pengelolaan OPT yang terintegrasi yakni penurunan populasi atau serangan awal atau pendatang OPT.

Kepala Bidang Program dan Evaluasi Balai Permalan OPT, Kementan, Mustaghfirin menjelaskan informasi serangan OPT pada akhir musim tanam dapat dijadikan bahan untuk memperkirakan kejadian serangan OPT pada musim berjalan berikutnya.

"Kejadian serangan OPT yang terjadi juga dipengaruhi oleh keberhasilan pengamatan peramalan dan pengendalian OPT pada musim tanam berjalan," ujarnya di Karawang, Senin (23/9/2019).

Lalu apa saja yang dapat kita lakukan? Cahyadi Pengendali OPT Balai Besar Peramalan OPT mengatakan pengolahan tanah merupakan faktor kunci keberhasilan dalam penanganan OPT terutama untuk patogen tular tanah dan OPT yang sebagai fase pertumbuhannya atau bertahan dalam tanah.

Dengan melalukan pengolahan tanah maka inokulum sumber penyakit akan aktif dan kontak dengan sinar ultra-violet sehingga akan terjadi kerusakan jaringan dan mati.

"Pengolahan tanah awal yang mengaktifkan inokulum mengakibatkan tidak terjadinya kontak dengan tanaman inang dan akan mati," jelasnya.

Lanjut Cahyadi, untuk OPT yang stadium bertahannya di dalam tanah atau sisa bahan organik seperti telur, larva, pupa, konidia dan spora akan mengalami kerusakan jaringan dan mengakibatkan kematian. OPT yang bertahan di dalam tanah atau bahan organik ini akan musnah setelah dilakukan pengolahan tanah karena terpapar sinar ultra-violet.

"Setelah pengolahan tanah, hal lain yang harus diperhatikan adalah pemilihan benih," bebernya.

Selalu gunakan benih yang tahan dan bersertifikat, sebaiknya sebelum benih diperam dilakukan seleksi benih terlebih dahulu dengan menggunakan larutan garam 5 %. Benih yang tenggelam yang akan digunakan, sedangkan benih yang terapung dibuang.

“Benih yang telah diperam sebelum ditebarkan, di pesemaian terlebih dahulu rendam dengan menggunakan larutan Paenibacillus polymixa 5 ml per liter selama 5 menit," ungkap dia.

"Perendaman ini dilakukan sebagai tindakan pre-emptif terhadap serangan penyakit dilapangan, aplikasi dilanjutkan pada usia 10-15 setelah semai," imbuh Cahyadi.

Di tempat yang sama, Yadi Kusmayadi, Pengendali OPT Balai Besar Peramalan OPT menambahkan untuk mengendalikan populasi awal tikus di areal pertanaman bisa dilakukan gropyokan atau empos gali. Pelaksanaan gropyokan harus dilakukan sebelum waktu tanam di daerah persembunyian tikus, dilahan yang telah diolah, dan pematang besar atau pinggiran saluran air.

"Pengelolaan OPT tikus di persemaian dilakukan dengan memasang pagar plastik yang yang dikombinasikan dengan bubu perangkap," bebernya.

Untuk Hama Penggerek Batang Padi (PBP) dilakukan dengan pengumpulan kelompok telur dan memasukannya ke bumbung konservasi. Kemudian pemasangan pias Trichogramma spp untuk menambah populasi parasitoid telur PBP dilapangan.

Penanaman refugia di sekitar pematang sawah, sambungnya, diperuntukkan untuk menyediakan makanan bagi musuh alami (predator dan parasitoid) dan mempercepat imigrasi musuh alami ke dalam suatu ekosistem.

“Khusus daerah endemis WBC/kerdil dan WDH/tungro dan PBP, aplikasikan pestisida di pesemaian dapat dilakukan sesuai dengan anjuran jika telah ditemukan populasi dan serangannya telah diambang kendali,” tutup Yadi.

Dianto, Pengendali OPT Balai Besar Peramalan OPT menambahkan langkah terakhir yakni untuk mencegah atau menghambat timbul dan berkembangannya populasi/ biotipe/strain/ ras/patotipe OPT yang lebih merusak (WBC/Blas/BLB) dilapangan dapat dilakukan dengan penanaman varietas yang beragam (mosaik). Hindari penanaman satu varietas dalam skala yang luas dan terus menerus.

"Hal ini dilakukan untuk menghindari peningkatan jumlah populasi/biotipe/strain/ras/patotipe yang beradaptasi terhadap varietas yang ditanam di lapangan,” tegasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prajurit Kostrad Merauke Panen Semangka Tingkatkan Ketahanan Panagn

Rabu, 03 Juni 2020 - 04:30 WIB

Prajurit Kostrad Merauke Panen Semangka Tingkatkan Ketahanan Panagn

Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, melaksanakan kegiatan panen buah Semangka, hasil kebun bersama warga masyarakat Kampung Sota, Distrik…

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Rabu, 03 Juni 2020 - 03:00 WIB

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan stamina dan imunitas tubuh guna menangkal virus corona (Covid-19), prajurit ‘Gurita Cakti’ (sebutan Yonif 5 Marinir) melaksanakan pembinaan fisik dengan…

Fenny Sweety, Konsultan Diet Sehat asal surabaya

Rabu, 03 Juni 2020 - 02:53 WIB

Konsultan Cantik Asal Surabaya Ini, Punya Saran Dasyat Hadapi New Normal

Jakarta-Setelah lama memberlakukan karantina atau istilah kerennya work from home (WFH), Pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki fase new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi…

Alvin Suryohadiprojo

Rabu, 03 Juni 2020 - 01:55 WIB

Soal Perusahaan Rintisan, Lawyer Ganteng Ini Punya Tiga Jurus Pendekatan Agar Mood Investor Tetap Tinggi

Jakarta-Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan bisnis startup di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat didukung oleh kemajuan teknologi digital serta tumbuhnya pengguna internet di tanah…

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…