Tukang Gigi Se-Indonesia Tolak RUU KUHP

Oleh : Kormen Barus | Senin, 23 September 2019 - 12:01 WIB

ahli gigi (foto ilustrasi)
ahli gigi (foto ilustrasi)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Penolakan terhadap draft RUU KUHP tidak hanya berasal dari kalangan akademisi dan kelompok masyarakat sipil, namun kalangan tukang gigi juga turut menolak draft perubahan peraturan pidana itu.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Tukang Gigi Nasional (PTGN) Faisol Abrori mengatakan pihaknya menolak draft rancangan KUHP khususnya mengenai pemidanaan bagi tukang gigi. "Pasal 276 ayat (2) RUU KUHP mengancam keberadaan tukang gigi dengan ancaman kriminalisasi 5 tahun penjara bagi tukang gigi," ujar Faisol di Jakarta, (23/9/2019).

Pasal 276 ayat (2) RUU KUHP bunyinya adalah "Setiap Orang yang menjalankan pekerjaan menyerupai dokter atau dokter gigi sebagai mata pencaharian baik khusus maupun sambilan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V."

Faisol menyayangkan norma yang muncul dalam draft RUU KUHP tersebut. Ia tak habis pikir dengan kerja DPR dan pemerintah yang masih memasukkan norma pemidanaan bagi tukang gigi. "Padahal putusan MK No 40/2012 telah membatalkan norma di Pasal 72 ayat (2) dan Pasal 78 UU No 29/2004 tentang Tenaga Kesehatan yang isinya terkait dengan keberadaan tukang gigi. Putusan MK itu final dan mengikat," sesal Faisol.

Ia pun berjanji akan menurunkan 9.000 anggota tukang gigi yang tersebar di sejumlah daerah untuk bersama-sama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil menolak keberadaan draft RUU KUHP. "Kami akan turun ke jalan bersama mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya menolak keberadaan RUU KUHP,"  tandas Faisol.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD meyakini jika masa depan Indonesia lebih bagus dan maju asalkan tetap menjaga persatuan. Menurutnya, jangan sekali-kali…

Ilustrasi Jiwasraya (Sindonews.com)

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Utang Jiwasraya Ternyata Rp18 Triliun, Wamen BUMN Geleng-geleng: Antara Nilai Aset dan Liabilitas Hanya Sepertiga

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengungkapkan bahwa kondisi utang PT Asuransi Jiwasraya (persero) per 31 Mei 2020, berdasarkan utang klaim kepada nasabah mencapai Rp18 triliun atau…

Penanaman 2.000 Bibit Bakau Libatkan Danyonmarhanlan IX dan Danlantamal IX

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:00 WIB

Penanaman 2.000 Bibit Bakau Libatkan Danyonmarhanlan IX dan Danlantamal IX

Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto, S.T., M.M. membuka kegiatan Penanaman 2.000 bibit Bakau bersama Danyonmarhanlan IX Letkol Marinir Syahrial Isnadie dan…

Sertijab di Lingkungan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklatad Bandung

Kamis, 09 Juli 2020 - 03:30 WIB

Sertijab di Lingkungan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklatad Bandung

Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklatad Brigjen TNI Wawan Ruswandi, S.I.P., M.Si., memimpin acara Serah Terima dan Penerimaan Jabatan validasi organisasi Pussenkav. Acara ini berlangsung…

Ilustrasi Peserta ujian PNS (ist)

Kamis, 09 Juli 2020 - 00:03 WIB

Tolong di Catat! Kemenkeu Tak Terima CPNS dan Mahasiswa STAN hingga 2024

Kementerian Keuangan akan melakukan penghentian sementara atau moratorium penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) hingga 2024, termasuk penerimaan mahasiswa asal STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi…