Kolaborasi dengan PrivyID, Investree Gunakan Tanda Tangan Digital Dorong Inklusi Keuangan

Oleh : Herry Barus | Jumat, 20 September 2019 - 17:00 WIB

Kolaborasi dengan PrivyID, Investree Gunakan Tanda Tangan Digital Dorong Inklusi Keuangan
Kolaborasi dengan PrivyID, Investree Gunakan Tanda Tangan Digital Dorong Inklusi Keuangan

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perusahaan perintis di bidang regulatory technology (regtech) PrivyID (PT Privy Identitas Digital) kini resmi menjadi rekan kerja sama perusahaan pionir teknologi finansial marketplace lending, Investree (PT Investree Radhika Jaya). Implementasi tanda tangan digital PrivyID pada aplikasi Investree diprediksi mampu mengoptimalkan waktu proses registrasi sekaligus menurunkan risiko penipuan identitas pribadi secara signifikan.

Implementasi tanda tangan digital PrivyID yang aman dan berkekuatan hukum pada platform teknologi finansial Investree merupakan upaya dari kedua perusahaan untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pasalnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa sebanyak 64,8% atau 171 juta penduduk Indonesia sudah terhubung ke internet di tahun 2018.

Tingginya tingkat adopsi teknologi sejatinya mampu mendorong tumbuhnya inklusi keuangan serta ekonomi digital Indonesia, namun pada kenyataannya, survei yang dipublikasikan firma konsultasi McKinsey and Company pada awal 2019 menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan layanan finansial yang terdigitalisasi baru mencapai 5% dari populasi.

Inklusi keuangan telah menjadi salah satu fokus Pemerintah untuk masyarakat Indonesia. Melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), Pemerintah menargetkan inklusi keuangan dapat mencapai 75% populasi pada akhir tahun 2019 ini. CEO PrivyID, Marshall Pribadi, menyampaikan pemanfaatan teknologi yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan kapan saja dan di mana saja merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Tanda tangan digital PrivyID memiliki beberapa keunggulan. Pertama, penandatanganan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka. Kedua, proses bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Ketiga, tanda tangan digital PrivyID lebih aman karena mampu melakukan verifikasi identitas penandatangan sekaligus memastikan autentisitas isi dokumen elektronik,” jelas Marshall lebih lanjut.

Akses pembiayaan serta berinvestasi yang didukung dengan teknologi dinilai berhasil mempermudah dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan jasa keuangan. Kondisi ini tercermin dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa akses terhadap layanan dan jasa keuangan kini sudah mencapai 68% populasi masyarakat. Dalam mendorong inklusi keuangan, OJK mewajibkan penggunaan tanda tangan digital yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan di Indonesia melalui Pasal 41 Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Tanda tangan digital ini wajib digunakan dalam pengesahan perjanjian antara penyelenggara, pemberi, dan penerima pinjaman.

Investree sebagai satu-satunya perusahaan fintech lending yang sudah memperoleh Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari OJK untuk 2 (dua) jenis usaha yaitu konvensional dan syariah menilai bahwa peraturan yang ditetapkan oleh OJK sudah sesuai dengan misi Investree untuk menyediakan fasilitas yang mempertemukan Peminjam (Borrower) dan Pemberi Pinjaman (Lender) secara mudah dan terjangkau.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, menyambut baik kerja sama ini, “Dalam memberikan layanan yang terbaik bagi pengguna Investree, kami tak hanya memprioritaskan kolaborasi dengan rekanan yang terpercaya tapi juga memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Investree. Salah satu alasannya adalah karena PrivyID saat ini merupakan satu-satunya Penyelenggara Sertifikat Elektronik Tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tujuan Investree dan PrivyID sama yaitu menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna Investree, dalam hal ini mencakup proses registrasi dan verifikasi. Maka dari itu, kami ingin meningkatkan user experience menjadi lebih baik. Kerja sama dengan PrivyID ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi keberlangsungan bisnis Investree terutama dalam meningkatkan jumlah Borrower dan Lender serta mempercepat prosedur pencairan pinjaman.”

Kini, pengguna Investree bisa menandatangani perjanjian pinjaman dengan akun PrivyID yang mereka miliki. Selain lebih optimal, proses pengenalan nasabah yang dilaksanakan Investree terhadap Borrower maupun Lender serta proses verifikasi identitas kependudukan yang dilakukan oleh PrivyID juga akan memastikan keamanan transaksi pinjam meminjam karena PrivyID telah mendapatkan Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001:2013). Sebagai informasi, PrivyID saat ini tercatat sebagai satu-satunya penyelenggara Inovasi Keuangan Digital klaster e-KYC (Electronic Know Your Customer) di OJK. Semenjak didirikan pada tahun 2016, layanan tanda tangan digital PrivyID juga telah dipercaya oleh lebih dari 4,2 juta pengguna individu dan 205 perusahaan. Beberapa perusahaan finansial yang telah bekerja sama dengan PrivyID antara lain Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank CIMB Niaga, BCA Finance, dan Adira Finance.

“Berlangsungnya kerja sama antara PrivyID dan Investree merupakan suatu kehormatan bagi kami. Dengan kerja sama ini, kami harap komitmen kami untuk mendorong misi Pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan dapat berjalan dengan lebih lancar,” tutup Marshall.

Tentang PrivyID

PrivyID merupakan perusahaan rintisan RegTech (Regulatory Technology) pertama di Indonesia yang menyediakan layanan tanda tangan digital yang sah dan mengikat secara hukum. Didirikan pada tahun 2016, PrivyID hadir dengan misi menghadirkan teknologi tanda tangan digital dan identitas digital yang dapat diterima secara universal. Selaku perusahaan swasta pertama yang tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik serta penyedia tanda tangan elektronik satu-satunya yang terdaftar sebagai penunjang fintech di Bank Indonesia,

PrivyID memiliki otoritas untuk menerima pendaftaran, memverifikasi identitas penandatanganan, serta menerbitkan tanda tangan digital bersertifikat bagi warga negara Indonesia. PrivyID telah mendapatkan Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001:2013) sehingga keamanan informasi data pengguna jasa telah terjamin. PrivyID juga saat ini merupakan anggota dari Asosiasi RegTech dan LegalTech (IRLA). Layanan PrivyID telah dipercaya oleh lebih dari 4,2 juta pengguna individu dan 205 perusahaan di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bibit Ubikayu (Foto:Doc Kementan)

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:37 WIB

Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi

Jakarta - Industri Pangan olahan ubi kayu saat ini sedang digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Untuk itu dibutuhkan…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…

Ilustrasi

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satunya melalui Rapat Kerja Teknis Balai (Rakernis) dengan tema menyikapi…

Kota Surabaya

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:55 WIB

Catat, Ini 5 Kuliner yang Bikin Kangen dengan Surabaya

Bila Anda pernah berkunjung ke Surabaya, atau belum pernah sama sekali, berikut ini beberapa kuliner khas yang akan membuat Anda ingin langsung kembali ke Surabaya.

FGD KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Senin, 21 Oktober 2019 - 16:39 WIB

Butuh Keputusan Politik yang Kuat untuk Melindungi Lahan Pertanian

Jakarta-Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan, untuk mewujudkan etahanan pangan nasional perlu keputusan politik yang kuat dari pemerintah. Sebab, berbagai masalah yang muncul sebagai kendala…