IKATSI : Pemerintah Harus Segera Selamatkan Industri TPT Nasional

Oleh : Herry Barus | Senin, 09 September 2019 - 16:06 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Tim Kajian Penyelamatan Industri Tekstil Nasional Ikatan Ahli Tekstil Indonesia menyatakan bahwa angka pertumbuhan industry tekstil dan produk tekstil nasional (TPT) di kuartal 2 tidak bisa dijadikan patokan gambaran industry TPT saat ini.

Ketua Umum IKATSI Suharno Rusdi, Senin (9/9/2019)  menyatakan bahwa angka 20,71% lebih dipengaruhi oleh kenaikan nilai ekspor garment, sedangkan kondisi yang terjadi disektor produksi serat, benang dan kain justru memperlihatkan kondisi sebaliknya. “Jadi pernyataan beberapa pihak bahwa industry tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional dalam kondisi yang baik-baik saja 100% tidak valid” tegas Rusdi.

Pernyataan IKATSI yang disampaikan pagi ini (Senin, 9 September 2019) dalam kegiatan Textiles Media Gathering juga diamini oleh Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Perdagangan, Ketua Umum dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Pewakilan API daerah serta perwakilan pengusaha dari hulu ke hilir.

Untuk segera menyelamatkan industry TPT, IKATSI meminta pemerintah untuk segera menghentikan impor sementar hingga ada perbaikan aturan impor melalui revisi permendag 64 tahun 2017 yang dianggap sebagai salah satu akar permasalannya.

“Kita telah menyurati Presiden dan beberapa kementerian terkait untuk memperbaiki keadaan ini” jelas Rusdi.

Adapun usulan IKATSI secara singkat adalah sebagai berikut :

1. Jangka Pendek (6 Bulan) : Penyelamatan Industri TPT Nasional

• Stop ijin impor TPT kecuali untuk kepentingan ekspor melalui Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

• Revisi PERMENDAG 64 tahun 2017.

2. Jangka Menengah (3 Tahun) : Pemulihan dan Penguasaan Pasar Domestik (Substitusi Impor) melalui penerapan trade remedies.

3. Jangka Panjang (5 Tahun) : Peningkatan Dayasaing untuk Mendorong Ekspor yaitu dengan menjalankan agenda peningkatan dayasaing disektor Bahan Baku, Energi, SDM, Teknologi, Keuangan dan Lingkungan.

 

Pembenahan sektor TPT adalah langkah strategis bagi pemerintah untuk menjadikan neraca perdagangan kembali positif dan mencegah dampak buruk ekonomi makro lainnya. “Kalau sektor ini sakit neraca pembayaran pemerintah akan terdampak, sektor perbankan akan terdampak, setoran BPJS dan pembayaran listrik juga terdampak, makanya harus segera diperbaiki sebelum terlambat” tegas Rusdi.

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:22 WIB

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membenahi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Delapan…

Direktur Retail Banking BSI Ngatari (kiri) dan Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) saat meresmikan Program Hujan Emas BSI 2022 di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta.

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:18 WIB

Dorong Investasi Emas di Masyarakat, BSI Lakukan Program Hujan Emas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mendorong minat masyarakat dalam berinvestasi khususnya melalui instrumen logam mulia atau emas lewat Program Hujan Emas.

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…

Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:11 WIB

Fasilitasi Bisnis Industri Petrokimia, Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.

Sekjen Kemenperin Dody Widodo saat penyerahan hewan kurban di lingkungan Kemenperin

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:15 WIB

Serahkan 25 Ekor Sapi & Dua Kambing, Kemenperin Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK

Seluruh jajaran pejabat dan staf di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadikan perayaan Idul Adha 1443 Hijriah sebagai momentum untuk meneladani apa yang telah dicontohkan para nabi tentang…