INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah optimistis Program Sejuta Rumah akan mencapai target. Pada tahun ini, realisasi dari program yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 ini telah mencapai 735.547 unit atau sekitar 60,3 persen dari target tahun ini.

Program sejuta rumah ini bukan tanpa kendala, mengingat jumlah backlog perumahan masih di angka 7,6 juta. Ketersediaan lahan yang strategis juga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk mewujudkan perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Program sejuta rumah dirasa cukup efektif untuk mengatasi masalah penyediaan perumahan. Dalam 5 tahun kedepan,  karena kita akan dilanjut maka akan di adakan penguatan dan inovasi," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid pada acara Pameran Perumahan Rakyat dan Festival Kuliner di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Khalawi mengatakan, untuk mengatasi kendala-kendala dalam Program Sejuta Rumah seperti masalah lahan dan pembiayaan saat ini  Pemerintah tengah menggodog Undang-undang yang mengatur tentang adanya land banking dan land consolation.

"Kendala-kendala yang dihadapi pertama adalah masalah tanah atau penguasaan lahan karena memang negara belum ada penguasaan lahan, makanya didalam undang-undang yang sedang di godog sekarang ini kita usulkan adanya land banking dan land consolation untuk perumahan, untuk land banking bisa untuk infrastruktur," kata Khalawi.

Sementara, untuk masalah pembiayaan, Kementerian PUPR terus berupaya untuk menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pemerintah pusat hingga ke masyarakat.

"Pembiayaan ini pasti tidak mungkin negara akan membiayai semua. Itulah yang sudah kita buktikan di program sejuta rumah, kolaborasi seluruh stakeholder baik pemerintah pusat, daerah, swasta, pengembang, investor dan perbankan serta masyarakat. Dan sudah terbukti InsyaAllah program sejuta rumah sudah cukup efektif," ungkapnya.