MPM Finance Tawarkan Obligasi dengan Tingkat Bunga 8,25-9,75 Persen per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 24 Agustus 2019 - 10:00 WIB

MPM Finance (Foto Abe)
MPM Finance (Foto Abe)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance), perusahaan patungan jasa keuangan antara JACCS Co. Ltd., sebuah perusahaan pembiayaan konsumen asal Jepang, dengan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk menawarkan obligasi Rp800 miliar.

“Ini adalah penerbitan obligasi pertama kali bagi MPM Finance. Dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk diversifikasi pendanaan, yaitu modal kerja pembiayaan, khususnya produk otomotif, dan sewa pembiayaan,” ujar Johny Kandano, CEO MPM Finance, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Jumat (23/08/2019) petang.

Johny mengemukakan, manajemen MPM Finance berniat menerbitkan obligasi karena tingkat suku bunga surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) yang sebelumnya diterbitkan perusahaan, yakni pada 8 Agustus 2019,  cukup menarik dibandingkan dengan tingkat suku bunga pinjaman perbankan.

Johny menuturkan, divesifikasi pendanaan tersebut akan membantu perusahaan agar menjadi lebih kompetitif di pasar. Tren penurunan tingkat suku bunga pasti akan mempengaruhi penerbitan obligasi ini. Pasalnya, jika BI Rate turun, maka para investor akan beralih ke obligasi.

Modal kerja pembiayaan perusahaan, khususnya untuk produk otomotif, dan sewa pembiayaan ditargetkan mencapai Rp6,9 triliun hingga akhir tahun ini. Penerbitan obligasi ini melengkapi rencana perusahaan untuk menerbitkan surat utang bernilai total Rp1,1 triliun pada 2019.

“Kami akan kembali menerbitkan surat utang tahun depan. Adapun obligasi yang diterbitkan untuk pertama kalinya ini memperoleh peringkat AA dari PT Fitch Ratings Indonesia,” tukas Johny.

Obligasi MPM Finance I/2019 ini terdiri dari tiga seri, yaitu Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan bunga antara 8,25-9,25 persen per tahun, Seri B bertenor empat tahun dengan bunga pada kisaran 8,5-9,5 pesen per tahun dan Seri C berjangka lima tahun dengan tingkat bunga 8,75-9,75 persen per tahun.

Sementara itu, bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal penerbitannya. Obligasi tersebut ditawarkan sebesar 100 persen dari jumlah pokok obligasi dan dijamin dengan jaminan khusus berupa fidusia atas piutang lancar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) obligasi ini dijadwalkan dari 21 Agustus 2019 hingga 3 September 2019 dan masa penawaran umum akan diselenggarakan pada 16-17 September 2019. Penerbitan obligasi ini akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September mendatang.

Johny menuturkan, kebutuhan pendanaan MPM Finance saat ini diperkirakan mencapai hingga Rp4 triliun. Hingga kini, sindikasi pendanaan luar negeri telah mencapai 70%, dimana sebesar 15% berasal dari pinjaman domestik dan sisanya berasal dari surat utang.

Pada Juli 2019, MPM Finance telah menerbitkan surat utang MPM Finance II/2019 Seri A bernilai Rp150 miliar. Pada Agustus 2019, perseroan menerbitkan MTN Seri B bernilai Rp150 miliar pula.

Pada Mei 2019, MPM Finance telah menerima fasilitas pinjaman sindikasi dari 20 lembaga keuangan luar negeri bernilai total US$250 juta. Sindikasi itu berdenominasi dolar Amerika Serikat dan Yen dan berjangla waktu empat tahun.

Adapun sepanjang Januari-Juni 2019, MPM Finance telah merealisasikan pembiayaan hingga menapai Rp3,1 triliun. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 18:05 WIB

Fee Based Income BRI Tercatat Rp14,29 Triliun

Perseroan juga berhasil mengakselerasi Fee Based Income. Hingga akhir Desember 2019, perolehan FBI BRI tercatat Rp 14,29 Triliun atau tumbuh 20,1% yoy.

Bank Indonesia Nobatkan BRI Sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:56 WIB

Dana Murah BRI Capai 57,71 Persen

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan, pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir tahun 2019, DPK BRI berhasil menembus angka di atas Rp 1.000 triliun yakni mencapai Rp 1.021,39 triliun…

S.D. Darmono (dok Jababeka)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB

Kawasan Industri dan Pertumbuhan 7 Persen

Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan.…

Penandatanganan perjanjian kerjasama teknologi digitalisasi bisnis pengendalian hama antara ASPPHAMI dan DATUM

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:40 WIB

ASPPHAMI - DATUM Teken Kerjasama Tingkatkan Teknologi Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bersama perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, DATUM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan…

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:22 WIB

2019, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan kinerja positif dan diatas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar…