Seni Wayang Harus Mampu Menjangkau Kaum Milenial

Oleh : Herry Barus | Minggu, 18 Agustus 2019 - 04:15 WIB

Seni Wayang Harus Mampu Menjangkau Kaum Milenial
Seni Wayang Harus Mampu Menjangkau Kaum Milenial

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Wayang, sebagai warisan seni budaya yang sudah diakui oleh dunia, harus terus dijaga kelestariannya.  Untuk itu wayang harus bisa menjangkau kaum milenial yang saat ini tumbuh dalam dunia yang seakan tanpa batas. 

Maka penggiat wayang harus membuat terobosan- terobosan dengan tanpa mengurangi nilai nilai filosofisnya. 

“Sudah lama negeri kita dikenal sebagai bangsa yang kaya budaya. Keragaman budaya dengan corak multikultur-nya sudah menjadi _brand_ mengagumkan. Wayang harus terus dikembangkan dengan menjangkau kaum milenial.  Pada titik inilah sebuah komunitas budaya yang sekaligus sebagai salah satu pemangku kebudayan bisa mengambil peran. ,” ujar Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), Drs. Suparmin Sunjoyo, kepada wartawan di acara syukuran Hari Ulang Tahun Ke-44 SENA WANGI, di Gedung Pewayangan Teater Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jum’at (16/08/2019).

SENA WANGI kini genap berusia 44 tahun (12 Agustus 1975 – 2019). Momentum ulang tahun ini menurut Suparmin, dapat menjadi ingatan bagi para penggiat budaya untuk terus menampilkan entitasnya sebagai elemen humaniora yang mampu menumbuhkan kepekaan nurani.

Sebagai lembaga konservasi, preservasi, dan inovasi seni pewayangan, lanjut Suparmin, SENA WANGI telah melakukan berbagai langkah. “Oleh karena itu, karya kesenian setidaknya dapat menjadi mata rantai ikon peradaban bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. Dalam skala mikro para pelaku seni dan budaya agaknya perlu sigap menangkap berbagai momen globalisasi,” ujarnya lagi. 

Sementara itu Ketua Bidang Humas dan Kemitraan SENA WANGI, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM menjelaskan, SENA WANGI telah berupaya mendekatkan seni Wayang kepada generasi muda dengan cara yang lebih progresif. Termasuk ikut mencegah korupsi dan menanggulangi korban narkoba melalui berbagai proses kreatif seni Wayang, yang melibatkan anak-anak muda.

Periode lima tahun berjalan, terang Eny, pengurus SENA WANGI telah melakukan berbagai kegiatan. Upaya tersebut diantaranya menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan sosialisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

 

“Sesuai tuntutan zaman, kesenian Wayang harus dikembangkan secara inklusif. Lebih terbuka terhadap nilai-nilai baru yang lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang dibawanya. Masalah pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba misalnya, pesannya dapat disisipkan saat pertunjukan Wayang,” ujar Eny Sulistyowati.

 

Pengurus SENA WANGI, lanjut Eny, terus berupaya bagaimana mengenalkan kesenian Wayang di kalangan anak muda atau _’kids zaman now’_, baik dari segi konten maupun konteksnya. “Budaya adiluhung ini dapat dikenal, diturunkan, dan diwariskan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Pencapaian SENA WANGI lainnya, kata Eny, adalah pengakuan Negara dan penetapan tanggal 7 November sebagai ‘Hari Wayang Nasional’ yang telah ditanda tangani Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.

“Pengakuan ini merupakan perjuangan panjang SENA WANGI. Dari mulai proses pengusulan (tahun 2001-2003), hingga penerimaan penghargaan UNESCO, Wayang Indonesia sebagai _a asterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity_ di Paris tanggal 7 November 2013. Maka tanggal itulah yang kemudian kami usulkan sebagai Hari Wayang Nasional,” terang Eny.

 

Perayaan HUT Ke-44 SENA WANGI, lanjut Eny, menjadi momentum pihaknya untuk kembali meresume apa yang sudah dan belum dilakukan SENA WANGI. Antara lain, penetapan renstra (rencana strategis), jangka panjang pengembangan pewayangan Indonesia, tahun 2010 hingga tahun 2030. 

SENA WANGI juga telah mendorong terbentuknya sejumlah organisasi pewayangan, antara lain; PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA _(ASEAN Puppetry Association)_ Indonesia, UNIMA _(Union Internationale de la Marionnette)_ Indonesia, dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia).

“SENA WANGI secara aktif mengikuti Festival Wayang Internasional, serta menerbitkan berbagai buku dan ensiklopedi Wayang Indonesia. Secara berkala SENAWANGI juga menyelenggarakan pergelaran; Teater Wayang Indonesia (TWI), dan Festival Wayang Indonesia (FWI) setiap tahun,” papar Eny.

Menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 SENA WANGI tahun ini, panitia pelaksana menggelar pertunjukan _Wayang Kulit_ dengan lakon, _*”Sri Sadana”*_  bersama Dalang *Ki H. Manteb Soedarsono*. Pergelaran Wayang semalam suntuk diadakan di Gedung Pewayangan Teater Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jum’at (16/08/2019).

 “Esensi makna yang tersirat dalam cerita ini sangat relevan dengan budidaya pangan dan kesuburan tanah Nusantara. Pentingnya perbaikan dan peningkatan perekonomian nasional melalui pangan. Selain perayaan HUT Ke-44 SENA WANGI, pergelaran wayang ini sekaligus dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Republik Indonesia,” ujar *Yatto HS, SH., MM*, selaku Ketua Pelaksana Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 SENA WANGI.

Pergelaran wayang kulit yang diselenggarakan kerjasama antara SENA WANGI, PEPADI, Gedung Pewayangan, dan Yayasan Putro Pendowo ini, ditayangkan life streaming serta ditonton langsung oleh warga dunia di 26 Negara.

“Bukti seni Wayang masih dicintai anak muda, malam ini ikut nonton para Penggemar Sejati Manteb Sudarsono (PSMS) yang berdatangan dari seluruh Indonesia,” ujar Eny menambahkan. 

Hadir di acara ini para dalang, seniman, budayawan, serta pejabat terkait, antara lain; Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Didik Suhardi, Ph.D, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Turut hadir Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc (Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI), Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH, (Kepala Badan Narkotika Nasional),Mayor Jenderal  TNI (Purn) Drs. Hendardji Sopeandji SH, (Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara).

Hadir juga *Drs. H. Solichin (Ketua Dewan Kebijakan SENA WANGI) dan Ketua Presidium APA (ASEAN Puppetry Association), H. Kondang Sutrisno, SE, (Ketua Umum PEPADI), Drs. TA. Dubes Samodra Sriwidjaja* _(Presiden UNIMA Indonesia), Ir. Luluk Sumiarso (Ketua Umum PEWANGI), Dr. Sri Teddy Rusdy, SH. M.Hu,  serta para tamu penting lainnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemimpin Divisi Komunikasi Pemasaran BNI Indomora Harahap (kanan), Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar (kedua kanan), Legenda Tennis Yustedjo Tarik (kiri) dan Petenis Tunggal Putri Priska Madelyn Nugraha(kedua kiri).

Kamis, 14 November 2019 - 17:51 WIB

BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar turnamen tenis tingkat nasional BNI Tennis Open 2019, yang akan digelar di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta pada 16-22 November…

Bank BTN. (Foto: Istimewa)

Kamis, 14 November 2019 - 17:21 WIB

Kejar PSAK 71, BTN Pertebal Pembentukan CKPN

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan Pernyataan Standar Akuntansi…

Bank Muamalat Launching Muamalat DIN

Kamis, 14 November 2019 - 16:52 WIB

Bank Muamalat Luncurkan Aplikasi DIN

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. meluncurkan aplikasi mobile banking terbaru yang diberi nama Muamalat Digital Islamic Network atau disingkat Muamalat DIN. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai…

Princess Megonondo

Kamis, 14 November 2019 - 16:30 WIB

Princess Megonondo Siap Bertarung di Miss World London 2019

Jelang keberangkatan ke Miss World, Princess Megonondo, mengaku sudah siap lahir batin. Tinggal bertarung di ajang pencarian wanita tercantik sejagad Miss World 2019 yang akan berlangsung di…

CEO Citibank N.A., Indonesia Batara Sianturi (Foto Dok Suwara.com_

Kamis, 14 November 2019 - 15:45 WIB

Citibank N.A., Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp 2,4 Triliun Periode Sembilan Bulan di 2019

Citibank N.A., Indonesia (Citibank) menutup triwulan ketiga 2019 dengan Laba Bersih year-to-date sebesar Rp 2,4 trilliun, meningkat 70% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan Laba…