Tak Hanya China, Jepang dan Australia Bakal Investasi Besar di Tanjung Lesung

Oleh : Ridwan | Sabtu, 17 Agustus 2019 - 12:45 WIB

President Director Banten West Java, Poernomo Siswoprasetjo (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
President Director Banten West Java, Poernomo Siswoprasetjo (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Pandeglang - PT. Banten West Java (BWJ) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terus mewujudkan pelayanan dan keamanan yang terbaik bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Dalam hal ini, PT BWJ mengandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin berwisata dan beraktifitas di KEK Tanjung Lesung.

"Tentunya kami (PT BWJ) megapresiasi kepada BMKG dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang terus secara konsisten memberikan perhatian khusus terhadap sektor pariwisata Banten khususnya Tanjung Lesung, sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Presiden Direktur PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (17/8).

Selain keamanan untuk para wisatawan, tambah Poernomo, pihaknya juga memberikan jaminan ketenangan dan kenyamanan berusaha bagi para investor yang tengah mengembangkan investasinya di KEK Tanjung Lesung. Ia mengaku bahwa periode semester kedua tahun 2019, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung.

"Sudah ada investor dari China, Jepang, dan Australia yang sangat tertarik mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung.  Meraka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama," jelasnya.

Menurutnya, saat ini banyak wisatawan asal China yang mencari kawasan wisata pantai yang lebih memiliki ketenangan. "Kalau di Bali dan Lombok itu kan sudah terlalu ramai, mereka (wisman China) ingin mencari wisata pantai yang lebih tenang dan berkembang, sehingga mereka bisa tinggal lebih lama lagi. Apalagi, dalam special econimic soon memperbolehkan investor luar negeri bisa memiliki atau membeli lahan properti dengan namanya sendiri, dan mereka bisa dapat izin tinggal sampai 5 tahun, serta ada insentif juga. Nah, ini menarik untuk mereka," papar Poernomo.

Namun, terang Poernomo, pihaknya saat ini tengah fokus membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana Tsunami akhir tahun lalu. "Jadi investasi yang saat ini sedang berjalan hanya di kawasan yang tidak terdampak seperti, Selling Club, Blue Fish yang sedang dikembangkan oleh investor dari Australia seluas 1 hektar. Kedepan baru ada beberapa investor yang disiapkan untuk mengembangkan di kawasan sekitar hotel," katanya.

Untuk menarik investor, ungkap Poernomo, pihaknya akan menyelenggarakan beberapa event tahunan antara lain, Festival Tanjung Lesung yang dibalut dengan kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2019. "Event ini tentunya akan mengundang banyak wisatawan datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti termpark, dan infrastrukturnya. Nah ini yang coba kita garap bersama-sama," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jalan tol menjadi satu daya tarik tersendiri bagi para investor untuk segera mengembangkan investasinya di Tanjung Lesung. "Kalau progres jalan tol nya baik dan sesuai para investor akan bisa menghitung kapan mereka aka berinvestasi," katanya.

Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR bisa secara konsisten menyelesaikan proyek jalan tol Serang - Panimbang. "Sehingga bisa pada saat bersamaan di 2020, jalan tol sudah beroperasi, dan investor bisa masuk secara bersamaan," tutup Poernomo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

imoo Watch Phone

Minggu, 15 Desember 2019 - 21:38 WIB

imoo Watch Phone Kado Natal Impian Anak Kini Turun Harga

Baru-baru ini imoo Watch Phone meluncurkan produk terbarunya yaitu imoo Watch Phone Z6 dengan mode flip Front & Rear Dual Camera. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1995 ini dalam lima tahun…

Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2019

Minggu, 15 Desember 2019 - 21:01 WIB

Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Sebesar 14,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan…

Swiss-Belhotel International Menggabungkan Fasilitas Bisnis-Wisata di Bali

Minggu, 15 Desember 2019 - 20:00 WIB

Swiss-Belhotel International Menggabungkan Fasilitas Bisnis-Wisata di Bali

Swiss-Belhotel International, yang merupakan jaringan manajemen hotel global, ikut berpartisipasi dalam mempromosikan Bali sebagai daerah tujuan yang ideal bagi mereka yang membutuhkan “bleisure…

Asuransi Ilustrasi

Minggu, 15 Desember 2019 - 19:30 WIB

Literasi Dorong Industri Asuransi Syariah

Jakarta - Perkumpulan Ahli Asuransi Syariah (Islamic Insurance Society) atau IIS melakukan kegiatan literasi untuk mempromosikan dan mensosialisasikan ilmu dan pengetahuan tentang perasuransian…

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah) bersama Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kedua dari kiri), Direktur Wholesale and International Business Telkom Edwin Aristiawan (kedua dari kanan), dan Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin (paling kanan)

Minggu, 15 Desember 2019 - 19:15 WIB

Indigo Game Startup Incubation Dukung Pengembangan Ekosistem Game di Indonesia

Jakarta – Setelah diluncurkan pada September 2019 lalu, rangkaian kegiatan Indigo Game Startup Incubation yang diiniasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi berakhir yang…