Peringatan Kemerdekaan, PKS Kritik Pemerintah Lewat Kartun

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 17 Agustus 2019 - 09:22 WIB

PKS dan Kartun Kritikannya
PKS dan Kartun Kritikannya

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya DPP PKS, Mabruri menjelaskan pagelaran Ilustrasi Komik yang digelar oleh PKS sarat akan muatan kritis terhadap pemerintah.

"Usia Indonesia yang ke-74 ini makin lucu, kita perlu panggil seniman kartun supaya merekam kelucuan itu dalam gambar. Gambar-gambar ini memiliki muatan satir yang membangun. Namanya juga partai politik, kita harus memberikan kritik-kritik membangun, ya kalau lembek-lembek aja jadi yang lain saja," ungkap Mabruri, dalam gelaran Ngaji Budaya bertajuk "Merdekatun" di Jakarta Selatan, Jum'at (16/08/2019).

Mabruri menuturkan, pesan satir yang disampaikan oleh kartun dapat lebih mudah dicerna dan diterima. Sehingga, lanjutnya, gambar dianggap sebagai salah satu media penyampai pesan yang efektif.

"Misalnya gambar ini nih, ada orang pakai baju yang Islami, merumuskan Pancasila dan NKRI namun di gambar ini dia tersudutkan. Inikan kalau disampaikan dengan bahasa tulisan akan terkesan kasar, tapi kalau melalui gambar lebih mengena, padahal ini merupakan salah satu bentuk satir juga," terangnya.

Fenomena-fenomena sosial yang ditangkap oleh gambar-gambar hasil karya empat kartunis Indonesia ini, akan dijajalkan di DPW PKS se-Indonesia.

"Kita akan membawa kartun-kartun ini ke DPW untuk dilakukan pameran serupa. Pameran dilakukan outdoor supaya lebih luas lagi masyarakat yang menerima pesan satir kami," tutupnya.

Pendapat yang senada disampikan oleh Nasirun Adiwijaya atau yang lebih dikenal dengan nama Nasirun Purwokartun, salah satu kartunis Indonesia yang sudah melahirkan banyak karya. Nasirun Purwokartun merasa bersyukur dengan acara Ngaji Budaya dan Pameran Kartun yang gelar oleh DPP PKS.

"Saya bersyukur ya PKS merayakan 17-an dengan pameran kartun, ada partai yang menganggap ini sebagai seni rupa. Kedua, kita harus tahu bahwa Bung Karno selain sebagai orator, dia juga seorang kartunis, kita bisa melihat dibuku 'Di Bawah Bendera Revolusi' terdapat empat karya kartun bung Karno yang begitu artistik," ungkap Nasirun.

Ipotski, kartunis yang hasil karyanya dipamerkan di Kantor DPP PKS menuturkan rasa takjubnya terhadap PKS.

"Kita merasa takjub, partai politik tapi berani mengadakan pameran kartun yang selama ini tidak pernah dilirik dan digarap oleh parpol, PKS ini kaya anomali diantara partai yang lain," tutur Ipotski.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) saat menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kanan)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:35 WIB

Komitmen TelkomGroup Melalui Telekomunikasi Berbuah Anugerah Bintang Jasa Nararya

Berlokasi di Istana Negara (13/8), Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Ririek Adriansyah menerima penganugerahan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden…

Presiden Joko Widodo

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:25 WIB

Jokowi: Pelebaran Defisit Diperlukan Saat Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Pemerintah telah serius melakukan penanganan pandemi Covid-19.

Ketua MKD DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:15 WIB

DPR Ini Sebut Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Terlewatkan oleh Presiden Jokowi

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy menilai ada yang terlewat dari Pidato Presiden hari ini, yakni tentang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Perumahan KPR BTN

Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:43 WIB

Beginilah Ceritanya Sehingga BTN Pimpin 40% Pasar KPR di Indonesia

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memberikan komitmen akan mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah dengan proses yang mudah dan cepat.

Ilustrasi Uang (ist)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:40 WIB

Sektor Pendidikan Tak Tersentuh Anggaran Covid-19, DPR Ini 'Geleng-geleng': Ada 65 Juta Siswa dan Mahasiswa yang Butuh Bantuan

Sektor pendidikan ternyata tak tersentuh anggaran penanggulangan Covid-19. Dalam alokasi anggaran Covid-19 hanya sektor kesehatan dan ekonomi yang disentuh.