Lima Strategi Bikin Perkebunan Indonesia Awet Jadi Primadona

Oleh : Wiyanto | Kamis, 15 Agustus 2019 - 09:32 WIB

Ilustrasi perkebunan sawit. (Foto: IST)
Ilustrasi perkebunan sawit. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perkebunan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan ekspor pertanian. Data menunjukkan komoditas perkebunan berkontribusi sebesar 97,4% dari sisi volume terhadap total volume ekspor komoditas pertanian tahun 2018, di tahun yang sama perkebunan juga berkontribusi sebesar 96,9% dari sisi nilai terhadap total nilai ekspor komoditas pertanian.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan sebagai upaya akselerasi peningkatan daya saing komoditas perkebunan di pasar Internasional, Kementerian Pertanian telah menerapkan Lima strategi jitu mendorong komoditas perkebunan yang berorientasi ekspor.

“Kontribusi komoditas perkebunan sebagai penyumbang penerimaan negara dari sektor non migas dan pembentukan neraca perdagangan komoditas pertanian sangat besar, perlu ada strategi yang tepat agar komoditas perkebunan tetap menjadi primadona di pasar Internasional” ujar Kasdi di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Strategi pertama yang sangat penting untuk dilakukan, ungkap Kasdi adalah Peningkatan produksi pada sentra-sentra pengembangan Kawasan perkebunan berbasis korporasi melalui perluasan areal baru dan intensifikasi dengan penerapan good agriculture practice (GAP).

“Hal ini senada dengan kebijakan Program BUN500, yang telah kita luncurkan di Palangkaraya beberapa waktu lalu, BUN500 akan sangat berperan dalam penyediaan benih perkebunan yang berkualitas” terang Kasdi.

Strategi kedua peningkatan mutu pasca panen melalui penerapan GHP, GMP dan GDP, tentunya dengan dukungan sarana prasarana pascapanen yang sesuai dengan karakteristik komoditas ekspor. Ketiga, lanjut Kasdi adalah Peningkatan kegiatan partisipasi pada sidang-sidang Internasional dan promosi komoditas perkebunan di acara Internasional.

“Promosi juga melalui peningkatan jumlah dan kompetensi SDM serta aktif berkontribusi dalam menghadiri event-event promosi di level internasional, lewat cara ini pemasaran komoditas perkebunan di pasar dunia akan lebih optimal” beber Kasdi.

Strategi keempat dan kelima yang tak kalah penting adalah Peningkatan diseminasi melalui perluasan dan fasilitasi akses data dan informasi pasar ekspor serta peningkatan capacity building dan sosialisasi regulasi ekspor impor pada pelaku usaha dan pemerintah daerah, serta tentunya peningkatan layanan perkarantinaan.

“Melalui strategi tersebut, kami harapkan akses pasar internasional dan posisi tawar komoditas perkebunan dapat lebih berkembang dan meluas, daya saing komoditas perkebunan yang meningkat pada akhirnya akan mempengaruhi peningkatan penerimaan negara dari sisi ekspor” terang Kasdi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Walikota Surabaya Risma dan Gubernur Jatim Khofifah (ist)

Senin, 06 Juli 2020 - 08:30 WIB

Gawat! Penambahan Pasien Positif 1.607 Orang per Hari, Yurianto: Jatim Tertinggi Cetak 552 Kasus Baru

Mata rantai penularan virus SARS-CoV-2 belum berhenti. Hingga saat ini menurut hasil konfirmasi data gugus tugas nasional ada penambahan kasus positif COVID-19 berjumlah 1.607 orang sehingga…

Presiden Jokowi (ist)

Senin, 06 Juli 2020 - 08:11 WIB

Tolong Catat! Jokowi: Tatanan Hidup Baru Ini Bukan untuk Mengekang, Tapi untuk Kesehatan Kita Bersama

Presiden Joko Widodo (Jokowidalam sebuah postingan di platform sosial media Facebook miliknya @Presiden Joko Widodo, Minggu (5/7) menjelaskan bagaimana masyarakat berperilaku dalam tatanan hidup…

Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Senin, 06 Juli 2020 - 08:10 WIB

Hadapi New Normal, Satgas Yonif 125/Simbisa Himbau Warga Tetap Waspada dan Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia, Satgas Yonif 125/Simbisa tetap berupaya memberikan edukasi dan himbauan kepada warga agar tetap waspada dan…

DKI Jakarta (Ist)

Senin, 06 Juli 2020 - 07:50 WIB

Hasil Survei: Mayoritas Warga DKI Jakarta 'Pede' Tak Akan Tertular Virus Corona

Pakar sosiolog bencana Nanyang Technological University (NTU) Singapura Sulfikar Amir mengatakan, hasil survei yang dilakukan NTU bersama organisasi Lawan Covid-19 menunjukan mayoritas warga…

Tim Komunikasi Covid-19 Dokter Reisa

Senin, 06 Juli 2020 - 07:40 WIB

Simak! Dokter Reisa Ungkap Cara Pakai Masker Agar Terhindar dari Penularan COVID-19

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularan.