INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, perlambatan ekonomi, percepatan kecerdasan buatan (AI), hingga melemahnya berbagai institusi dunia dinilai bukan sekadar rangkaian krisis yang berdiri sendiri. Guru Besar Kehormatan Bioteknologi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Raymond R. Tjandrawinata, memperkenalkan konsep baru bernama System Shift untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Gagasan itu dituangkan dalam buku terbarunya berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion, yang mengajak pembaca memahami perubahan dunia melalui pergeseran struktur sistem yang terjadi secara perlahan namun berdampak besar.
"Perubahan besar hampir tidak pernah muncul tiba-tiba. Krisis biasanya hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem," tulis Prof. Raymond dalam pengantar bukunya.
Menurut Prof. Raymond, masyarakat sering kali terlambat membaca arah perubahan karena terlalu fokus pada peristiwa yang tampak di permukaan. Padahal, konflik geopolitik, gejolak ekonomi, hingga ketidakstabilan sosial merupakan hasil dari akumulasi tekanan yang telah lama terbentuk di dalam sistem global.
Dalam buku tersebut, ia menjelaskan bahwa berbagai perubahan besar dunia tidak bisa dipahami secara parsial. Sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, dan institusi sosial saling terhubung dan memengaruhi satu sama lain. Ketika tekanan pada salah satu bagian meningkat, dampaknya dapat menjalar ke seluruh sistem.
Konsep System Shift dibangun melalui tiga lapisan utama. Pertama, menjelaskan bahwa berbagai peristiwa global merupakan manifestasi dari perubahan struktural yang lebih dalam. Kedua, menguraikan hubungan antar sistem yang menciptakan kerentanan tersembunyi. Ketiga, menghadirkan 13 instrumen analisis untuk membantu pembaca mengenali arah pergeseran sistem sebelum dampaknya terlihat secara nyata.
Meski dikenal luas sebagai ilmuwan farmasi dan bioteknologi, Prof. Raymond menilai pendekatan berpikir sistemik yang digunakan dalam buku ini berakar dari pengalaman panjangnya di dunia riset biomedis.
Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi salah satu tokoh penting di balik pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), pusat riset Dexa Group yang telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah dan puluhan paten.
Dengan lebih dari 200 publikasi internasional terindeks Scopus dan berbagai penghargaan, termasuk SINTA Awards dari Kementerian Riset dan Teknologi, Prof. Raymond dikenal sebagai salah satu ilmuwan multidisipliner Indonesia yang aktif dalam pengembangan inovasi farmasi dan bioteknologi.
Menurutnya, System Shift bukan sekadar buku tentang krisis global, melainkan panduan untuk memahami bagaimana sistem bekerja, menyerap tekanan, dan berubah dari waktu ke waktu.
"Dunia tidak berubah karena satu peristiwa tunggal, melainkan karena sistem yang menopangnya terus bergerak dan mengubah keseimbangan internalnya," ujarnya.
Saat ini, buku System Shift: Reading the World as Structure in Motion telah tersedia dalam versi bahasa Inggris dan tengah dipersiapkan untuk diterbitkan dalam bahasa Indonesia menyusul respons positif dari pembaca internasional.